Kepada suamiku
Sudah lima tahun ini kita melalui banyak kelokan, turunan, tanjakan, bahkan tikungan tajam
Dalam banyak kesempatan dimana aku terpikir banyak hal, cuma satu yang terus menerus bergaung di ingatanku
Bahwa aku belum menjadi istri yang baik untukmu
Aku yang kamu nikahi 5 tahun lalu ini orang yang amat sangat lempeng.
Aku jarang sekali bergelayut manja di tanganmu atau membisikkan kata-kata mesra
Aku tidak pandai membuatmu merasa dicintai
Aku tumbuh di dalam keluarga yang tidak memberikan banyak pembelajaran padaku untuk menjadi "hangat" dan penuh cinta
Malah sebaliknya, hidup lebih banyak bersikap keras padaku, dan itu telah membentukku.
Menjadikanku orang yang sulit sekali mengungkapkan rasa.
Aku jarang sekali mengatakan "aku cinta padamu", atau "aku sayang padamu"
padahal sering sekali hatiku berkata lirih "aku cinta kamu, sayang", seandainya saja mulut ini sinkron dengan hatiku.
Maaf aku jarang memelukmu, atau dalam beberapa kesempatan saat kamu memelukku, aku malah tiba-tiba ijin ke kamar mandi.
Bukan karena aku tidak ingin menerima perlakuan itu darimu, tapi entah kenapa tubuhku tidak terbiasa dengan sikap seperti itu dan ini seringkali memunculkan refleks yang aneh, bahkan sesudah 5 tahun kita menikah.
Sayang, aku melalui banyak hal buruk dalam hidupku, dan itu telah merenggut banyak hal baik dalam diriku
But please, don't give up on me. As i won't give up on you.
Love is something that is so sureal to me, but i wan't to make it real with you. Only with you.
Love
Your W
Kata orang, menulis adalah terapi. Dulu, buat saya, menulis juga adalah terapi, namun kemudian saya lama tidak melakukannya lagi sehingga otak saya sekarang ini seperti beku. Belum mati, cuma beku. Kebekuan ini lama-lama membuat depresi. Ya, saya rasa saya benar-benar depresi sekarang ini. Sangat butuh terapi, apapun bentuknya. Seringkali kepala ini seperti tidak ada isinya, atau bahkan seperti benar-benar penuh sampai-sampai seperti orang linglung. Mau melakukan ini, malah jadi itu. Mau bilang ini, malah bilang itu, sampai akhirnya saya jadi diam karena bingung. Gejala apakah ini? apakah otak saya sudah rusak? atau saya nya yang rusak? Seharusnya, saya bahagia. Punya suami yang (mudah-mudahan) sayang sama saya, punya dua anak perempuan lucu-lucu dan sehat, punya sebuah usaha rumahan yang alhamdulillah sudah bisa menghidupi walaupun belum cukup buat nyicil rumah *hihi*, bisa deket sama anak-anak setiap saat. Apalagi yang kurang? banyak! kurang banyak uang! haha!
Tahukah kamu rasanya bangun tengah malam sambil keringetan karena mimpi dikejar monster besar pake kaos bertuliskan HUTANG ?
Tahukah kamu rasanya muntah sampai isi perut ini terkuras habis saking saya jijik sama diri sendiri, on what i've become because of these damn debts?!
Tahukah kamu rasanya melarikan diri dari satu persatu orang yang kita sayangi?
Tahukah kamu rasanya tidak ingin menulis, bicara, bahkan berpikir?
Tahukah kamu pedihnya menahan perasaan ingin berbagi segala perasaan, pikiran dan segalanya pada seseorang namun kita terlalu malu karena merasa tidak berharga?
Tahukah kamu sakitnya mengetahui perkembangan teman-teman terbaik kita dan kita bahkan terlalu malu untuk sekedar memberi selamat atau bilang "saya disini buatmu"
Tahukah kamu?
Tahukah kamu?
Tahukah kamu?
saya? tahu! karena semuanya jadi makanan saya setiap hari. Ini menjadi kanker yang menghabisi saya pelan-pelan. I'm digging my own grave. Saya yang pesimis dan skeptis ini bilang, cuma tinggal tunggu waktu, dimana saya jadi kurus kering karena depresi lalu mati dengan menyakitkan.
Hai dee..
Sudah berlalu hampir 3 tahun sejak saya pertama kali mendengarkan kamu dan Aqi berduet dalam Peluk. Waktu itu hujan deras di bandung, jam 9 malam lewat sudah, dan saya masih harus menyelesaikan dua tulisan hasil liputan hari itu. Saya pusing, penat, kedinginan dan bosan. Lalu, saya buka cd Rectoverso yang baru kemarin diberikan seorang teman. Malam itu, sebuah peluk menemani jam kerja yang panjang dan menjemukan. Saya putar lagi..dan lagi. Mendadak saya merasa hangat. Walaupun lirik lagu itu rada sedih, tapi ngiang suaramu dan Aqi berhasil membuyarkan taburan huruf-huruf yang sedari tadi memenuhi kepala saya. Saya tidak lagi pusing.
Sudah hampir tengah malam, tinggal satu liputan lagi, tapi otak ini sepertinya harus diistirahatkan dulu. Sejenak saya melirik pojokan ruang redaksi yang diisi oleh sebuah lemari kecil berisi beberapa puluh buku. Terselip Rectoverso, hasil barter kerjasama talkshow dengan penerbitnya. Hmm, Novel dan cerpen Dewi Lestari selalu berhasil mengubah mood saya jadi bagus. Ketika baca Novel Petir, saya sukses ngakak-ngakak di pojokan kantor. Lalu Filosofi Kopi yang membuat saya mendadak bikin cappucino karena ingin busa kopi yang berbentuk hati. Dan malam itu, diiringi derai hujan di Bandung nan dingin, saya melantai sambil gogoleran. Tidak lama kemudian, saya dibikin merinding, mata ini menjejaki kalimat demi kalimat dalam Malaikat juga tau. Dan saya tau pasti, ini bukan merinding karena saya ditowel “penunggu kantor” yang numpang lewat. Seketika, ada rasa yang gimanaaa gitu menyeruak di hati. Entah hangat, entah miris, entah haru, atau apalah.
Mungkin inilah yang menjadi tujuan kamu menulis ya Dee? Tulisanmu menyentuh batin, membuat saya lupa bahwa masih ada satu liputan lagi yang harus selesai malam itu juga. Tak terasa, satu jam berlalu dan semua cerpen dalam Rectoverso habis saya baca. Hasilnya, saya tidak cemberut lagi saat harus menyelesaikan tulisan terakhir . Tulisanmu benar-benar mood booster.
Dee..
Kamu dengan RSD, sudah memberikan lagu karaoke yang sangat menyenangkan dan selalu menjadi top of mind dalam list lagu karaoke saya dengan teman-teman. Antara kiiitaaa masih adaaaa getaraan cinta..... Hayu Dee kita nyanyi lagi
Terimakasih sudah membuat saya tertawa parah ketika membaca kisahnya Elektra, padahal saya baru putus cinta ketika itu.
Terimakasih sudah membuat saya punya cita-cita untuk menjadi kekasih seorang Barista (walau kemudian cita-cita itu kandas heheh)
Terimakasih sudah menulis lagu dan cerita yang sedemikian indah sehingga hati saya warna-warni jadinya
Dan Dee...terimakasih sudah memberikan banyak sentilan-tamparan-sindiran tentang hidup dan kehidupan. Melalui itu saya belajar.
Dari : Popi Puspita
Untuk : Mizan.com
Little Elektra
Kata yang ngasih nama a.k bapaknya si kei, Keira itu artinya gadis cantik berambut panjang. Tentunya bapaknya ngasih nama ini dengan harapan anaknya bakal jadi anak perempuan anggun nan cantik memesona.
Tapi dari hari ke hari, anaknya kok makin melenceng aja dari filosofi namanya hahahaah! rambut gak numbuh, tidur lasak, badan kekar, kelakuan kayak anak laki, dan minat sejatinya mulai keliatan jelas sejak dia umur 5 bulan. ELEKTRONIK. Si kei ini kalo dikasih liat laptop, dia sama sekali gak tertarik dengan apa yang ditampilkan di monitor, melainkan tertarik pada pemakaiannya. Kalo dikasih HP, langsung ngejar dan pencet sana sini.
Ketika saya taruh dia didepan keyboard, dia akan dengan girang gembira mencetin itu tuts. Dan gak sekedar mukul-mukul, tapi mencet per tombolnya. Jadi yaa, teman-teman yang pernah chatting sama saya dan tiba-tiba muncul tulisan aneh, itulah dia si kei sedang ngetik. Kalo mau bikin anteng si Kei itu gampang, kasih aja kabel power, dia akan memainkan itu jadi lasso dan betah berlama-lama ngeliatin colokannya. Dengan melihat minat dan bakatnya ini, saya dan bapaknya sudah siap mental banget kalo seandainya dia milih jadi teknisi BTS atau tukang service elektronik hahahaha atau jadi juragan provider sekalian *amin*.
Mari sini saya perkenalkan pada asisten baru suami saya..
Saya sedang kangen masa-masa pacaran. Kangen sama serba serbinya yang walopun corny tapi menyenangkan. Kangen dengan rasa gusar ketika gak bisa teteleponan setelah beberapa hari. Kangen dengan ungkapan-ungkapan sayang menyemenye yang gak sangka akan sangat saya rindukan di kemudian hari. Tapi terutama, kangen dengan rasa dicintai, dirindukan, dibutuhkan, dan mendengar seseorang mengatakan saya dicintai, dirindukan dan dibutuhkan.
Karena kami bukan duyung
Dalam berita di Kompas kemarin, halaman 2 tentang rencana pembuatan kolam renang di gedung DPR yang baru....
Ketua DPR, Pak Mar mengatakan,
"Kalau jadi sarana olahraga berenang, bisa dimanfaatkan 1500 karyawan DPR dan keluarganya. Mereka juga perlu olahraga. Anggota DPR tidak perlu kolam renang, tapi karyawan DPR dan keluarganya perlu"
Sebenernya berenang di Waterboom lebih asik sih paaak
Pak Mar lagi,
"Membangun tempat penampungan air menjadi kolam renang tidak memerlukan biaya besar"
Wahai Pak Mar, sekarang, mari kita berhitung. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari sini, bahwa luas total bangunan calon gedung DPR yang baru berdasarkan kebutuhan 540 anggota dewan adalah 161.000 m persegi (36 lt), jadi bisa kita asumsikan bahwa rata-rata luas tiap lantai adalah 4472 m persegi.
Katakanlah ada satu lantai yang akan dijadikan sarana - mengutip penggalan lirik lagu Keong Racun - HAPPY HAPPY, karena sarana hiburan yang Pak Mar inginkan ini bukan hanya kolam renang bukan? yaa misalnya dalam satu lantai itu ada Sarana Spa, pijat *semoga bukan plus plus ya pak?*, lalu kolam renang. Jika mengikuti standar nasional, maka kolam renang itu akan memiliki panjang 50 m, lebar 25 m dengan kedalaman 2 meter. Yang artinya luasnya adalah 1250 m persegi. Berdasarkan info ini, sampai tahun 2008, biaya pembuatan kolam renang per meter persegi adalah Rp 2.200.000. Jika kita kalikan dengan tingkat inflasi selama 3 tahun yaa katakanlah harganya menjadi dua kali lipat, maka harga pembuatan per meter persegi kolam renang adalah Rp 4.400.000. Sehingga dapat kita totalkan bahwa biaya pembangunan kolam renang seluas 1250 m persegi adalah :
Rp 4.400.000 x 1250 = 5.500.000.000 (lima milyar lima ratus juta rupiah)
Biaya tersebut diluar biaya perawatan per bulan.
Lalu apakah diperhitungkan juga berapa kubik air bersih yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang tersebut?
Menurut kawan saya, Denny si Insinyur yang jago menulis romantis, air bersih yang dibutuhkan untuk mengisi kolam seluas 1250 m persegi adalah 2300 meterkubik. Mari berhitung lagi,
Harga per meter kubik air PAM di Jakarta Rp 7500 x 1250 = Rp 9.375.000 per setiap kali pengisian
Tahukah Pak Mar, berdasarkan info dari sini, masih ada 48.984 kolam renang yang kering tak terisi karena Jakarta mengalami defisit air bersih. Jangankan untuk mengisi kolam renang, untuk kebutuhan konsumsi saja, Jakarta masih mengalami defisit air. Sampai tahun 2007, kapasitas produksi PAM Jaya mencapai 425 juta meter kubik, sedangkan kebutuhan rumah tangga untuk air bersih adalah 548 juta meter kubik, belum ditambah dengan perkantoran sekitar 30 % dari jumlah tersebut. Jika dikalikan dengan prosentase angka pertambahan penduduk Jakarta sejak tahun 2007 - 2010, yaa Bapak bisa suruh Komisi IX dan V laah untuk menghitung ituuu.
Nah, mengutip pernyataan bapak bahwa para anggota DPR tidak membutuhkan kolam renang, saya setuju pak, 100 % setuju! karena yang lebih anda sekalian butuhkan adalah Transplantasi Otak.
gambar dari sini
Gak tau mau ngasih judul apa
Mau tau apa yang paling saya rindukan saat ini? waktu untuk sendiri. Istilah gaya nya mah Me Time. Dulu waktu masih single, saya sangat hobi ngapa-ngapain dan pergi kemanapun sendirian. Nonton Midnight, belanja groceries, ke pasar, motret, travelling bahkan makan kepiting pun sendirian (bayangkan seorang manusia bertubuh geda sibuk sendiri sama tang pemecah kepiting, lengkap dengan adegan cangkang yang mencelat ke meja sebelah).
Saya kangen masa-masa itu.
Saya rindu pada perasaan bebas melangkah kemana suka tanpa harus merasa bersalah pada apapun atau siapapun.
Sekarang? setelah punya anak, Me time itu jadi sesuatu yang bener-bener mewah. Bukan karena waktunya yang gak ada, tapi bahkan diri saya pun seperti gak rela saya punya me time. Beberapa waktu lalu ceritanya saya lagi pengen makan Bento. Dengan tekad membara, melangkah lah kaki ini ke sebuah food court. Pergi dari kantor sih semangat, begitu nyampe di depan tempatnya, langsung ilfil. Pas ngeliat jam, oh itu sudah setengah satu lebih. Biasanya saya sudah dirumah jam segitu. Maen sama si kei, atau sekedar menemani dia nonton film telor loncat-loncat, acara kesukaannya.Saya langsung merasa bersalah. Terbayang muka dia yang cemberut jika saya pulang terlambat. Daaan selamat tinggal Bento Special. Saya balik badan dan pulang. Beginikah konsekuensi jadi orang tua? saya tau saya berhak atas me time setelah hampir seluruh waktu saya didekasikan untuk si kei, tapi kenapa masih merasa bersalaaaah?
gambar dari sini
gambar dari sini
The Big Bang Class
Akhir-akhir ini saya sedang rajin nonton serial The Big Bang Theory. Berkat partner in crime saya, Mbok Darmi yang merekomendasikan serial ini, kata dia, lucunya goblok berat. Bukan cuma lucu, serial ini sering banget bikin saya takjub. Dialog-dialognya amazing. Kisah persahabatan empat orang geek and nerd. Sheldon, Leonard, Howard dan Rajesh.
Sheldon dan Leonard adalah fisikawan, howard itu engineer dan rajesh seorang astrophysics. Serupa tapi tak sama. Sheldon dan Leonard asli amrik, howard itu yahudi dan rajesh dari India. Bayangkan kalo empat geek pecinta star trek ngumpul. Bayangkan kalo empat geek pecinta game maen game anak band dengan rajesh sebagai vokalis dan menyanyikan lagu Red Hot Chili Peppers yang under the bridge. Hasilnya? gak banget!.
Anehnya, melihat keempat sahabat ini, saya jadi inget jaman SMA. Kita semua pasti pernah sekelas sama mereka yang oleh kebanyakan orang dikategorikan sebagai geek atau nerd. Waktu kelas 3, saya sekelas dengan lima geek. Yang pertama, sebut saja P. Dulu saya mengira dia adalah kakak kelas yang gak naek 10 taun, soalnya muka dia sama muka guru saya sama tuanya. P ini dikenal egosentris, selalu merasa paling benar, senang meremehkan orang lain, daan terlalu serius. Persis seperti tokoh Sheldon di Big Bang Theory. Pernah nih suatu ketika saat pelajaran ekonomi. Dia tiba-tiba mengajukan pertanyaan sama guru kami, lalu pak guru melempar pertanyaan itu pada kami. Yang bisa jawab dapet sebungkus Beng-beng. Gak ada yang bisa jawab dong, bukan gak bisa sih sebenernya, tapi kami males karena pertanyaan itu dari Bapak P hahaha! daan tahukah anda teman-temaan, tiba-tiba si P ngacung *bukan ngaceng yaaa* dan dia merepet ngejawab pertanyaannya sendiri. Hee? what the maks? Tahu doong bakalan diapain manusia begini? ya gak ditemenin laah.
Geek kedua seorang perempuan bernama Y. Dia emang pinter berat dan songong berat. Setelah kelulusan, dia diterima di PMDK UI, jurusannya saya lupa. si Y ini kalo ngomong pasti nyakitin hati orang dengan muka nyinyir dan mulut setengah keriting. Kalo guru melempar pertanyaan, dia akan dengan kecepatan cahaya, ngacung terus langsung menjawab tanpa dipersilahkan. Membuat kita pengen ngelempar dia ke tempat parkir gak sih? Daan dia juga juaranya pelit. Jangan harap dikasih nyontek jawaban dia barang satu nomor aja.
Geek ke tiga, mas bernama F. Dia ini bukan tipe geek yang sengak dan bikin males dideketin. Justru sebaliknya, kami menyukainya karena kami membutuhkannya hahahaah *evil grin*. Dulu, kelas saya punya tradisi spesial bernama RB atau RABU BOKEP. Udah terkenal seantero sekolah hahaha *bangga pula gue-goblok*. Daan si mas F ini maniak hentai hahaha! sepertinya minus matanya nambah terus sampe 12 itu karena kebanyakan nonton hentai deh. Karena hobinyalah dia menjadi salah satu pemasok tontonan kami tiap rabu, tentunya dengan imbalan membuatkannya semangkuk mie kuah pake telor dan kursi deretan depan pada acara Rabu spesial hahahaah! i kind of miss him. Dia geek tapi baek bangeet. Gak nyebelin. Kami cukup deket karena dia pun enak buat temen curhat. Kemanakah dia sekarang ya? kalo mengingat muka dia, saya jadi inget sama tokoh Howard yang kebeneran setipe sama si F. Ya muka, ya pikiran, cabul beneeeer!
Sekarang kita ke Geek ke 4. Seorang perempuan bernama H. Dia ini emang gak kayak temen saya si P atau si Y yang sengaknya keliatan jelas.Kalo H ini sengaknya laten. Seperti bahaya komunis, menurut buku PPKN. Dia bermuka manis di depan tapi membahayakan. Salah satu contohnya adalaah, pernah suatu ketika saat ulangan, temen saya yang kami sebut Meno si Geboy Lele mendekati si H dengan maksud mendapat contekan. Meno ini paling cihuy kalo urusan ngerayu. 2 hari menjelang ulangan, sepertinya rayuan menjadi sangat maut dan H pun mulai kepincut. Hari ulangan pun tiba, dan meno sudah bisa duduk sebangku dengan H. Selama ulangan, meno berkali-kali melihat ke belakang melempar senyuman yang menyiratkan "urang meunang jawaban euy, maraneh mah ngegel curug we laaah" yang jika diterjemahkan adalah "gue dapet jawabannya eeeuy, kalian semua gigit jari aja sonoo". Oh mereka berdua terlihat seperti pasangan serasi. 2 hari kemudian, saatnya hasil ulangan dibagikan. Meno dengan gaya geboy lelenya udah mejeng di tengah pintu kelas cengar cengir puas. Begitu duduk di bangkunya dan melihat hasil ulangan, eng ing eeeng, nilainya 10!.... dari 100! hahahahahaha Dan seketika meno pun berteriak "*NJ*NG Si H. Contekan buat gw disalah-salahin!" hauhauahuahauha!
Terakhir nih, Geek ke 5 bernama F. Dari kemasannya, gaya dia serupa banget sama gayanya Rajesh di The Big Bang Theory. Fashionnya persisss. Gaya ngomongnya juga mirip banget hahaha. Si F ini geek yang pengen eksis.Sepertinya dia mengalami krisis eksistensi sehingga dalam banyak hal, dia keliatan "maksa". Selain tradisi RB, kelas saya juga punya kebiasaan melancong sepulang sekolah. Ya ke Lembang laah, ke tangkuban parahu, atau ke jakarta hahaha *i knoow, parah banget kan?*. Suatu ketika kami jalan-jalan ke sumedang, maksudnya cuma buat makan tahu dan beli ubi cilembu. Dari 5 mobil yang ada, gak ada satupun yang mau ketempatan si F, padahal dia maksa banget. Mukanya menghiba seperti orang putus asa. Mobil yang saya tempatin, isinya cewe semua dan kita gak tega ngeliat si F mohon-mohon pengen ikut. Ya sud lah, kami angkut juga. Nyampe di depan Unpad jatinangor, kita brenti dulu beli jajanan. Dan F pun tiba-tiba menghilang entah kemana. Setelah setengah jam, kami memutuskan untuk cabs lagi. Dan kami pun baru ngeuh kalo si F ketinggalan setelah kami nyampe Sumedang, setelah kenyang makan tahu dan menenteng seplastik besar ubi cilembu. Dan apakah kami langsung balik menjemputnya? oh tentu tidak. Meno si Geboy lele dengan nyanteinya bilang "nanti aja jemputnyaa pas perjalanan pulang" hauhauaha goblok. Dan betul saja, saat dalam perjalanan pulang, kami menemukan Si F dengan tampang merana duduk di seberang unpad. Ck ck ck, peer pressure. Tapi ada satu hal yang jadi gong saya inget ke F setelah nonton The Big Bang Theory. Keempat sahabat di serial ini maniak games. Suatu ketika mereka memainkan game jadi anak band gitu deeh, dengan Rajesh sebagai vokalis. Dan dengan gaya pecicilan gak pada tempatnya, dia menyanyikan lagu Red Hot Chili Pepper-Under the Bridge persis seperti gayanya F saat dia menirukan Armand Maulana dalam Lagu Janjiku. Gak bangeeet
Simply...love
"bagi gue, pernikahan adalah memilih teman seumur hidup. Ketika sudah tua nanti, ketika rasa cinta yang menggebu seperti saat ini sudah mulai pudar, ketika kami berdua sudah mulai keriput, yang tersisa hanya gue dan Endah yang mengobrol layaknya teman lama"
by Rhesa (Endah N Rhesa) - for HAI Magazine*mewek*
Mendadak Betharia
Dulu, waktu masih single dan belum punya anak, saya melihat bahwa hidup orang-orang yang menikah dan sudah jadi orangtua itu membosankan. Sepertinya dunia mereka cuma anak melulu. Apa isi kepala mereka cuma soal anak ya?
Tapi setelah saya ngerasain sendiri jadi orangtua, saya harus menelan ludah sendiri hahaha, karena ternyata menjadi orangtua tidak seburuk yang saya pikir dulu. Melelahkan, kadang. Tapi jauh dari membosankan. Hari ini, selama siaran, saya webcam-an sama anak saya, Kei, yang ada dirumah sama ayahnya. Melihat dia yang lompat-lompat kegirangan ngeliat mak nya dari monitor seperti terhapus semua kantuk saya karena bawain siaran dengdes yang lama-lama sangat membosankan. Si Kei ketawa-ketawa liat saya sambil ingin meraih muka saya dari monitor.
Dan eh..kok saya tiba-tiba nangis? berasa jadi TKW di negeri seberang kalo lagi webcam-an gini. Padahal jarak saya sama si Kei cuma 10 menit naek motor. Lalu saya mulai sentimentil membayangkan seandainya saya jauh dari dia. Terpisah pulau, negara atau bahkan benua. Ku tak sangguuupp, billaaa aku jauuuh *jiah sok jadi KD pula*. Langsung pedih hati ini membayangkan saya gak bisa meluk dia lagi saat dia nangis, atau gak bisa nungguin dia yang bangun pagi dan muncul didepan mukanya dengan "BAAA!" lalu melihat dia tertawa sambil megang hidung saya, atau mandiin dia dan main air bersamanya. Tuuuh kaan tuuuh kaan, mewek lagi dah gueee!
Ku tak sanggguuup, billaaa akuuu jauuuh.....*dengan mimik menangis ala betharia sonata dalam lagu Titik Noda*
Rahmat
Bahwa manusia adalah makhluk yang menarik, kita semua tahu itu. Makanya saya sangat suka mengamati perilaku manusia dan interaksi manusia dengan internet adalah salah satu bentuk relasi yang sangat menarik. Internet, seperti kita tahu, bagai pintu kemana saja-nya Doraemon yang akan terbuka di tempat yang kita inginkan. Dan salah satu tempat yang paling banyak dituju, cencuu adalah adult content. Ok, kali ini saya mau pake bahasa yang rada sopan lah. Makanya saya gak nyebut bokep, eh barusan nyebut ya? ok, sekarang saya mengajak anda pura-pura lupa telah membaca kata bokep yang tadi saya tuliskan. Nah tuh nyebut lagi. Oh..well, i can't help it *melet*.
Sejak saya buka warnet, mata saya jadi melek sebenderang-benderangnya bahwa adult content itu memang tujuan yang paling diminati. Mungkin desire level nya bisa disetarakan dengan facebook. Tentunya dengan tambahan alasan yang sangat mudah dimahfum, bahwa seks adalah hal yang sangat manusiawi. Sure, setuju. Tapi bagaimana dengan endurance-nya ? atau sederhananya, kuat berapa lama sih seseorang mengakses adult content? *pertanyaan saya udah kayak iklan obat perangsang gini*
Sebut saja xxx. Laki-laki 20-an yang memang selalu log-in menggunakan nama "xxx". Yang dia buka apa? tentulah konten xxx. Setiap dia online, saya hapalkan rentang waktunya *niat bener*. Waktu terlama dia adalah 2 jam 10 menit.
Lalu ada si kembar. Saya gak tau anak yang mana yang mengakses adult content lebih lama karena wajah mereka sangat identik dan menggunakan nama login yang sama. Tapi yang jelas, saya catat waktu terlamanya adalah 2,5 jam. Lebih lama dari Mas xxx.
Kemudian ada satu mas-mas kucel. Setiap login pasti nyampah puntung rokok di karpet. *sigh*. Waktu terlama dia mengakses konten dewasa adalah 1 jam 45 menit.
Tapi...diantara semua pelanggan akses adult content di warnet sini, yang jadi juaranya adalah laki-laki 25-an bernama RAHMAT. Orangtuanya tentulah punya harapan baik memberi anaknya nama tersebut. Tapi apa lacur, anakmu bukan milikmu, kata Gibran. Pertama kali ia masuk ke warnet saya, saya kira ia habis nyimeng. Mata kuyu, jalan agak gontai, ngomong setengah berbisik. Begitu log in, dang! langsung adult web, dengan waktu endurance paling lama 3,5 jam!. Sejak itu saya punya asumsi lain, ia punya penampakan begitu mungkin karena kebanyakan coli. Ups..tadi saya bilang mau pakai istilah yang sopan ya? ok, saya ubah yaa, onani. Cukup?
Jadi, apakah bisa kita tafsirkan bahwa waktu akses terlama konten dewasa saat seseorang online adalah 3,5 jam? cuma rahmat yang tahu. Eh cuma tuhan dan si pengakses sendiri yang tahu, yaitu adalah rahmat. Dan kenapa pula rahmat melulu? saya sungguh tak tahu. Mungkin karena dia sekarang ada didepan saya, menunggu kembalian dari uang 50 ribu yang dia sodorkan barusan untuk membayar 3 jam 50 menit durasi online nya malam ini, dan itu artinya, dia telah memecahkan rekor atas namanya sendiri. Sorak barudak!!
Tepung beras dan Air Tajin
Betapa asumsi atau pemikiran yang salah bisa berujung pada sikap yang salah.
Bulik saya punya ponakan yang umurnya cuma seminggu lebih muda dari si kei. Beberapa waktu lalu bu lik bilang anak itu kena gejala tipes, yang penyebabnya karena infeksi perut. Hmm saya baru tau bahwa bayi bisa terkena gejala tipes. Bu lik saya sambil rada ngegrundel bilang kalo ini karena nenek dan orangtuanya ngasih makan bayi itu bakso sejak dia berumur 3 bulan. What the F***? PANTESAAAN! Saya gak ngerti apa yang ada di pikiran orangtua dan nenek bayi itu. Apakah mereka tahu bahwa memberikan asupan pada bayi yang tidak sesuai dengan fasenya adalah sesuatu yang merugikan sang bayi bahkan bisa membahayakan?
then again, saya jadi inget perkataan tante nya si hubby bahwa buat orang desa, melihat anaknya gemuk adalah sebuah kebanggaan. Gemuk a.k bertampang obesitas. Itu sangat berlawanan dengan apa yang berbagai literatur bilang bahwa bayi obesitas akan mengalami banyak gangguan perkembangan, bahkan yang lebih mengerikan lagi, mengalami kematian dini. Hiiiy! Dan sepertinya asumsi GEMUK adalah KEBANGGAAN pula yang mendasari orangtua dan nenek si bayi tadi ngasih bakso sejak si bayi berumur 3 bulan. Biar anaknya cepet gemuk!. Saya mendadak kasihan pada si bayi, karena dia diperlakukan seperti ayam broiler.
Ketika saya membawa si kei pertama kali ke desa mertua saya, beberapa saudara si hubby bilang "kok anaknya gak gemuk mbak?". Dengan entengnya saya menjawab "iya, tumbuh kan keatas, gak kesamping", Iklan bener ye cyiin. Nah, beberapa waktu yang lalu saya baru tahu bahwa orang-orang desa itu punya beberapa cara untuk membuat anaknya cepet gemuk. Diantaranya dengan mencampur susu formula si bayi dengan tepung beras. Kaget? sama. Kok segitunya banget yaa pengen anaknya gemuk. Cara lain yaitu dengan memberikan air tajin yang merupakan ampas dari tanakan nasi yang dimasak menggunakan dandang. Iyaa, AMPAS a.k SISA a.k SAMPAH. Atau bisa juga dengan menyuapi pisang sejak mereka berumur satu bulan. Pantesan ibu mertua saya kok gengges bener waktu si kei gak juga saya kasih makanan padat sebelum umur 6 bulan. Sejak si kei 3 bulan, dia selalu nanya "belum dikasih makan nduk?" atau "kalo bayi-bayi didesa sih sejak umur 2 bulan udah dikasih pisang nduk" atau lagi "nduk, anak-anak desa itu gendut-gendut, lucu". Kalo saya udah kesel pasti bilang "Iyaa, tapi si kei bukan anak desaaa" hahahaha.
Suatu kali dalam sebuah acara kenduri, semua keluarga dan tetangga mertua saya di desa pada ngumpul. Ada beberapa bayi dalam satu ruangan, udah persis Posyandu lah. Lalu saya tidurkan si kei di karpet, ee diikutin loo sama ibu-ibu laen. Daan ternyata si kei paling muda disitu tapi paling kekar,tinggi dan aktif hahaha. Yaa yaa, si kei emang turunannya begitu. Tinggi dari bapaknya, kekar dan aktif dari maknya ahahaha. Ada salah satu ibu yang bayinya baringan di sebelah si kei, ngajak saya ngobrol
"Anaknya ASI mbak?", dia tanya
"Gak full. Campur susu formula", seorang ibu muda cantik jelita menjawab
"udah dikasih makan?", e dia nanya lagi loo
"Belum, nanti setelah 6 bulan", jawab sang ibu muda manis rupawan
"Anak saya sih udah saya kasih pisang sama bubur nasi sejak umur 3 bulan,makanya gemuk"
"Ooo gituuu"
Tiba-tiba si ibu itu dengan nada rada tinggi bilang "eeeee!", ternyata si kei hampir ada diatas badan anaknya hahahah! mau dinaekin aja gitu tu anak. Sang bayi yang keliatannya obesitas pun tak bisa berbuat apa-apa selain bilang "ah, uh, ah". Dan si kei pun nyengir kuda sambil tengkurep dengan menengadahkan kepala. hahah! you go girl! *mak nya ketawa sombong sambil mengerling sinis pada sang mertua. Kata ibu-ibu yang lain...
"Anaknya gesit ya mbaa" *ibu muda cantik rupawan tersenyum angkuh seperti dona harun dalam sinetron Ratapan Mertua Durjana season 11
Sepertinya ibu-ibu didesa harus mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan bayi dan tumbuh kembang anak
Gratitude
Walaupun habis melihat website makanan yang memajang foto sebuah masakan olahan kepiting seharga ratusan ribu dan saya terngiler-ngiler dibuatnya
Walaupun habis melancong ke sebuah situs milik salah satu resort mewah di Bali yang sumpaaah foto-foto kamarnya bikin saya pengen mati cantik di jacuzzinya
Walaupun habis baca berita tentang harta para pengusaha dunia yang katanya gak akan abis tujuh turunan, dan membuat saya berbisik lirih berkata "bapak, angkatlah aku jadi anakmu*
Saya tidak boleh lupa bersyukur, bahwa saya..iya..saya adalah orang yang sangat beruntung karena dikelilingi teman-teman yang sangat baik
balada warnet
Jadi pengelola warnet yang buka warnetnya dirumah dan jadi operator sendiri ternyata gak semudah yang dibayangkan. Butuh kesabaraaan. Apalagi kalau berhadapan dengan klien yang dooohhhhh. Beberapa dibawah ini contohnya
Kejadian 1
Oknum : anak SMA bertampang sengak, dateng bergerombol dengan teman sepermainan
Dia : Ih apa sih ini internetnya lemot banget. Eror mulu, masa dari tadi server not found mlulu. Pergi aja yuk!
Saya : (sedari tadi nguping, lalu saya samperin) ada yang bisa saya bantu mbak?
Dia : internet disini lemot banget ya mbak. Masa saya klik dari tadi kok gak keluar-keluar
Saya : mba mau buka website apa?
Dia : ya FB lah *muka minta ditampol pake pampers bekas pakai*
Saya : coba mba ketik sekali lagi alamatnya
Dia : www.fb.com
DANGGGGG!!!
Heh! abg labil minta ditamparrr! lo mau ngetik sampe itu keyboard ambrol juga ya gak akan keluar websitenya gobloook! daan kemudian saya tau ternyata dese-dese ini baru mau daftar FB. dooohhhh
Kejadian 2
Oknum : Mbak-mbak
Dia masuk bilik 3, ditunggu semenit dua menit tiga menit lima menit, kok gak login logiin. Karena penasaran, lalu saya samperin
Saya : Ada yang bisa saya bantu?
Dia : Kok gak nyala-nyala ya mba komputernya?
Saya : Monitornya sudah nyala? (soalnya biasanya si klien udah tau sendiri untuk nyalain dulu CPUnya tapi kalo monitor kadang harus dikasih tau karena banyak yang belum ngeuh sama tombol samping)
Dia : sudah, tapi kok keluar tulisan gini
dia memperlihatkan tulisan "no signal"
Saya : (senyum manis padahal pengen ngurut dada). Ooo ini karena CPU nya belum dinyalain mbaa
YA SALAAAAAAAAM!
Kejadian 3
Oknum : Anak-anak SMP lagi ngerjain tugas
Waktu login kurleb udah 10 menit. Anak 1 keluar
Dia : mbak mbak, bisa minta tolong? kalau mau ngopi tulisan dari internet itu gimana?
Saya : *ngasih tutorial singkat*
lima menit kemudian mereka minta saya samperin lagi
Dia : mbak, terus setelah tulisan dari internetnya ada di word ini digimanain mbak?
Saya : *doooh bakalan panjang ini mah* ya diedit. Mau nya gimana?
Dia : blah bleh bloh blah....
Saya : "ok, gimana kalo kursus microsoft office aja di saya" *mak-mak yang jeli pada peluang usaha*
Dia : hahaha! si mbak inii bercanda aja
5 menit kemudian mereka panggil saya lagi
Dia : mbak, ini kalo mau mindahin baris yang diatas ke yang dibawah ini gimana ya?
Saya : oooh tinggal di enter aja
Dia : enter itu yang mana ya mbak?
Dooohhhhh
Kejadian 4
Oknum : gerombolan anak-anak kecil mau maen game online. Dateng bergerombol tapi cuma pake satu komputer
Saya : masuknya maksimal 3 ya
Mereka : Siiiip
Diliat-liat kok sepii, padahal harusnya kalo yang masuk cuma 3, yang 3 lagi pada nongkrong di tempat nunggu. Curiga nih. Samperin ah
Saya : Eeeeeeeeeh ini kok semua pada masuuuk!! *suara 10 desibel*
daan disanalah mereka, didalem bilik 2 yang lebarnya agak lebih kecil dari bilik lainnya, umpel-umpelan 6 orang, 2 diantaranya berdiri.
Mendadak pengen bikin martabak telor isi anak kecil bandel
Kejadian 5
Oknum : ababil berambut catok
Dia : mbak, bisa pinjem KATELAYDER?
Saya : apa? katelayder? apa itu ya?
Dia : ituuu, yang buat masukin memori card itu lo mbaak
Saya : OOOO CARD READEEER
hahahahah
Oh, di warnet saya card reader ini jadi kata yang paling banyak disebut dengan salah. Ada yang bilang katelayder, ada yang bilang kard lider, ada juga yang bilang kadlider
Biar malu yang penting gaya
Katanya manusia itu gudangnya lupa. Nah, kalo manusia lainnya itu gudangnya lupa, saya ibaratkan diri saya adalah kontainernya lupa. Banyak sekali hal memalukan konyol yang saya lakukan karena lupa. Tapi sebagai seorang penyiar yang katanya jago nge-les, maka selalu saja ada alasan yang bisa dikarang untuk menutupi malu
- Di sebuah minimarket
Kasir : Mba, maaf..kerudungnya terbalik *dengan muka segan*
Saya : Oooh emang begini modelnya. Model STIK BALIK *muka sok kalem padahal malu*
- Di sebuah toko kelontong deket rumah
Saya heran, kok semua orang ngeliatin ke bawah saya
Cici pemilik toko : mba pop, sampean itu pake sandal beda-beda ya
hahahaha *puas ketawa*
Saya : *seperti biasaaa, muka sok kalem nutupin malu* yeeh si cici ini yang gak gaul. Model sekarang itu kanan kiri warnanya lain ci *dan memang kebeneran di jember ini sedang trend sendal beda warna kanan kiri. Tapi sendal jepit yang saya pake ini emang gak banget hahaha! udah belel, beda ukuran pula dan beda warna *goblok*
- Di warnet saat sedang rame-ramenyaSeorang pelanggan warnet anak klub harajuku : mba, kok kaosnya terbalik ?Saya : iya, sengaja. Loh, di harajuku juga kan banyak tuh baju yang dibalik balik gitu? kamu tau kaan? *muka sok intimidatif*- Dalam sebuah seminar dengan pembicara penulis dari Inggris dan dihadiri ratusan peserta dari sebuah ormas Islam. Dan saya menjadi HostnyaSaya yang sedang menutup acara : bla..bla..bla..WAALAIKUMSALAM (lengkap dengan terusannya)Audience : speechles..(mereka bingung mau jawab apa)Saya yang menyadari ada yang salah, langsung nge-les : *pasang muka ramah ala emsi kondang* "Hahahah! mohon maaf ya ibu-ibu, pembawa acara juga bisa grogi hehehehe. Saya ulang lagi ah salamnya, semoga nggak salah lagi ya buu. Bismillahirrohmannirrohim, WAALAIKUMSALAM...(lengkap dengan terusannya)"Audience : ngakak berjamaah
- Didepan kios berasIbu-ibu : Eee mba-mba! barangnya salah bawaaa.Itu punya saya, ini punya sampeanSaya : Ibu siiih naro barangnya deket banget sama sayaa- Di kantorSaya : Haai semuaa!Semua orang : haaai jugaa!Saya : masuk studio, langsung tutup pintu. Pas mau pake headphone baru nyadar kalo saya masih pake helmAnak kantor : *dese tiba-tiba aja gitu nongol disebelah*, masuk studio kok pake helm mba, motornya gak sekalian dibawa ?Saya : hahaha! duuh abisnya kalo pake helm itu berasa pake headphone. WATERPROOF gituuu *goblok*- Di studio saat siaran. Dan berhubung saya ini lupaan sama suara orang, termasuk pendengar, terjadilah dialog dibawah iniSaya : HalloooPenelepon : Haloo mba Popiii *suaranya girang bener*. Mba, kemana ajaa kok udah tiga hari gak siaran?Saya : hahah! kangen yaa. Lagi promo albuuumPenelepon : eh tunggu! ini siapa hayooo. Pasti lupa kaaan. Mba popi ah mesti gitu siiihSaya : aaah si jeeng. Manalah mungkin saya lupaa.Ini CAMELIA MALIK kaaan?Penelepon : gila! hahahahOrang bilang, membuat orang tertawa adalah pengalihan perhatian yang sangat baguss
Moral of The Story : Pandai-pandailah ngeles jika anda pelupa
Langganan:
Postingan (Atom)


















