Tampilkan postingan dengan label keira. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keira. Tampilkan semua postingan

Little Elektra

Rabu, 02 Februari 2011

8 komentar
Kata yang ngasih nama a.k bapaknya si kei, Keira itu artinya gadis cantik berambut panjang. Tentunya bapaknya ngasih nama ini dengan harapan anaknya bakal jadi anak perempuan anggun nan cantik memesona. 


Tapi dari hari ke hari, anaknya kok makin melenceng aja dari filosofi namanya hahahaah! rambut gak numbuh, tidur lasak, badan kekar, kelakuan kayak anak laki, dan minat sejatinya mulai keliatan jelas sejak dia umur 5 bulan. ELEKTRONIK. Si kei ini kalo dikasih liat laptop, dia sama sekali gak tertarik dengan apa yang ditampilkan di monitor, melainkan tertarik pada pemakaiannya. Kalo dikasih HP, langsung ngejar dan pencet sana sini. 


Ketika saya taruh dia didepan keyboard, dia akan dengan girang gembira mencetin itu tuts. Dan gak sekedar mukul-mukul, tapi mencet per tombolnya. Jadi yaa, teman-teman yang pernah chatting sama saya dan tiba-tiba muncul tulisan aneh, itulah dia si kei sedang ngetik. Kalo mau bikin anteng si Kei itu gampang, kasih aja kabel power, dia akan memainkan itu jadi lasso dan betah berlama-lama ngeliatin colokannya. Dengan melihat minat dan bakatnya ini, saya dan bapaknya sudah siap mental banget kalo seandainya dia milih jadi teknisi BTS atau tukang service elektronik hahahaha atau jadi juragan provider sekalian *amin*. 

Mari sini saya perkenalkan pada asisten baru suami saya..


Miss Manyun

Rabu, 19 Januari 2011

8 komentar
Keira lagi seneng manyun. Sebel manyun, kesel manyun, penasaran manyun, segala aja manyun






Gak tau mau ngasih judul apa

Rabu, 12 Januari 2011

9 komentar

Mau tau apa yang paling saya rindukan saat ini? waktu untuk sendiri. Istilah gaya nya mah Me Time. Dulu waktu masih single, saya sangat hobi ngapa-ngapain dan pergi kemanapun sendirian. Nonton Midnight, belanja groceries, ke pasar, motret, travelling bahkan makan kepiting pun sendirian (bayangkan seorang manusia bertubuh geda sibuk sendiri sama tang pemecah kepiting, lengkap dengan adegan cangkang yang mencelat ke meja sebelah). 

Saya kangen masa-masa itu. 

Saya rindu pada perasaan bebas melangkah kemana suka tanpa harus merasa bersalah pada apapun atau siapapun. 

Sekarang? setelah punya anak, Me time itu jadi sesuatu yang bener-bener mewah. Bukan karena waktunya yang gak ada, tapi bahkan diri saya pun seperti gak rela saya punya me time. Beberapa waktu lalu ceritanya saya lagi pengen makan Bento. Dengan tekad membara, melangkah lah kaki ini ke sebuah food court. Pergi dari kantor sih semangat, begitu nyampe di depan tempatnya, langsung ilfil. Pas ngeliat jam, oh itu sudah setengah satu lebih. Biasanya saya sudah dirumah jam segitu. Maen sama si kei, atau sekedar menemani dia nonton film telor loncat-loncat, acara kesukaannya.Saya langsung merasa bersalah. Terbayang muka dia yang cemberut jika saya pulang terlambat. Daaan selamat tinggal Bento Special. Saya balik badan dan pulang. Beginikah konsekuensi jadi orang tua? saya tau saya berhak atas me time setelah hampir seluruh waktu saya didekasikan untuk si kei, tapi kenapa masih merasa bersalaaaah?

gambar dari sini

Sedikit kekacauan di studio

Rabu, 29 Desember 2010

6 komentar



Tessy srimulat banget sih keeei




Dasar anak yang punya warnet,yang dikejar CPU doong



Mendadak Betharia

Selasa, 14 Desember 2010

6 komentar
Dulu, waktu masih single dan belum punya anak, saya melihat bahwa hidup orang-orang yang menikah dan sudah jadi orangtua itu membosankan. Sepertinya dunia mereka cuma anak melulu. Apa isi kepala mereka cuma soal anak ya? 


Tapi setelah saya ngerasain sendiri jadi orangtua, saya harus menelan ludah sendiri hahaha, karena ternyata menjadi orangtua tidak seburuk yang saya pikir dulu. Melelahkan, kadang. Tapi jauh dari membosankan. Hari ini, selama siaran, saya webcam-an sama anak saya, Kei, yang ada dirumah sama ayahnya. Melihat dia yang lompat-lompat kegirangan ngeliat mak nya dari monitor seperti terhapus semua kantuk saya karena bawain siaran dengdes yang lama-lama sangat membosankan. Si Kei ketawa-ketawa liat saya sambil ingin meraih muka saya dari monitor. 


Dan eh..kok saya tiba-tiba nangis? berasa jadi TKW di negeri seberang kalo lagi webcam-an gini. Padahal jarak saya sama si Kei cuma 10 menit naek motor. Lalu saya mulai sentimentil membayangkan seandainya saya jauh dari dia. Terpisah pulau, negara atau bahkan benua. Ku tak sangguuupp, billaaa aku jauuuh *jiah sok jadi KD pula*. Langsung pedih hati ini membayangkan saya gak bisa meluk dia lagi saat dia nangis, atau gak bisa nungguin dia yang bangun pagi dan muncul didepan mukanya dengan "BAAA!" lalu melihat dia tertawa sambil megang hidung saya, atau mandiin dia dan main air bersamanya. Tuuuh kaan tuuuh kaan, mewek lagi dah gueee! 

Ku tak sanggguuup, billaaa akuuu jauuuh.....*dengan mimik menangis ala betharia sonata dalam lagu Titik Noda*

Tepung beras dan Air Tajin

Selasa, 23 November 2010

10 komentar
Betapa asumsi atau pemikiran yang salah bisa berujung pada sikap yang salah. 


Bulik saya punya ponakan yang umurnya cuma seminggu lebih muda dari si kei. Beberapa waktu lalu bu lik bilang anak itu kena gejala tipes, yang penyebabnya karena infeksi perut. Hmm saya baru tau bahwa bayi bisa terkena gejala tipes. Bu lik saya sambil rada ngegrundel bilang kalo ini karena nenek dan orangtuanya ngasih makan bayi itu bakso sejak dia berumur 3 bulan. What the F***? PANTESAAAN! Saya gak ngerti apa yang ada di pikiran orangtua dan nenek bayi itu. Apakah mereka tahu bahwa memberikan asupan pada bayi yang tidak sesuai dengan fasenya adalah sesuatu yang merugikan sang bayi bahkan bisa membahayakan?

then again, saya jadi inget perkataan tante nya si hubby bahwa buat orang desa, melihat anaknya gemuk adalah sebuah kebanggaan. Gemuk a.k bertampang obesitas. Itu sangat berlawanan dengan apa yang berbagai literatur bilang bahwa bayi obesitas akan mengalami banyak gangguan perkembangan, bahkan yang lebih mengerikan lagi, mengalami kematian dini. Hiiiy! Dan sepertinya asumsi GEMUK adalah KEBANGGAAN pula yang mendasari orangtua dan nenek si bayi tadi ngasih bakso sejak si bayi berumur 3 bulan. Biar anaknya cepet gemuk!. Saya mendadak kasihan pada si bayi, karena dia diperlakukan seperti ayam broiler. 


Ketika saya membawa si kei pertama kali ke desa mertua saya, beberapa saudara si hubby bilang "kok anaknya gak gemuk mbak?". Dengan entengnya saya menjawab "iya, tumbuh kan keatas, gak kesamping", Iklan bener ye cyiin. Nah, beberapa waktu yang lalu saya baru tahu bahwa orang-orang desa itu punya beberapa cara untuk membuat anaknya cepet gemuk. Diantaranya dengan mencampur susu formula si bayi dengan tepung beras. Kaget? sama. Kok segitunya banget yaa pengen anaknya gemuk. Cara lain yaitu dengan memberikan air tajin yang merupakan ampas dari tanakan nasi yang dimasak menggunakan dandang. Iyaa, AMPAS a.k SISA a.k SAMPAH. Atau bisa juga dengan menyuapi pisang sejak mereka berumur satu bulan. Pantesan ibu mertua saya kok gengges bener waktu si kei gak juga saya kasih makanan padat sebelum umur 6 bulan. Sejak si kei 3 bulan, dia selalu nanya "belum dikasih makan nduk?" atau "kalo bayi-bayi didesa sih sejak umur 2 bulan udah dikasih pisang nduk" atau lagi "nduk, anak-anak desa itu gendut-gendut, lucu". Kalo saya udah kesel pasti bilang "Iyaa, tapi si kei bukan anak desaaa" hahahaha. 


Suatu kali dalam sebuah acara kenduri, semua keluarga dan tetangga mertua saya di desa pada ngumpul. Ada beberapa bayi dalam satu ruangan, udah persis Posyandu lah. Lalu saya tidurkan si kei di karpet, ee diikutin loo sama ibu-ibu laen. Daan ternyata si kei paling muda disitu tapi paling kekar,tinggi dan aktif hahaha. Yaa yaa, si kei emang turunannya begitu. Tinggi dari bapaknya, kekar dan aktif dari maknya ahahaha. Ada salah satu ibu yang bayinya baringan di sebelah si kei, ngajak saya ngobrol 

"Anaknya ASI mbak?", dia tanya
"Gak full. Campur susu formula", seorang ibu muda cantik jelita menjawab
"udah dikasih makan?", e dia nanya lagi loo
"Belum, nanti setelah 6 bulan", jawab sang ibu muda manis rupawan
"Anak saya sih udah saya kasih pisang sama bubur nasi sejak umur 3 bulan,makanya gemuk"
"Ooo gituuu"

Tiba-tiba si ibu itu dengan nada rada tinggi bilang "eeeee!", ternyata si kei hampir ada diatas badan anaknya hahahah! mau dinaekin aja gitu tu anak. Sang bayi yang keliatannya obesitas pun tak bisa berbuat apa-apa selain bilang "ah, uh, ah". Dan si kei pun nyengir kuda sambil tengkurep dengan menengadahkan kepala. hahah! you go girl! *mak nya ketawa sombong sambil mengerling sinis pada sang mertua. Kata ibu-ibu yang lain...

"Anaknya gesit ya mbaa" *ibu muda cantik rupawan tersenyum angkuh seperti dona harun dalam sinetron Ratapan Mertua Durjana season 11

Sepertinya ibu-ibu didesa harus mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan bayi dan tumbuh kembang anak



Kei in Hippo Song

Jumat, 08 Oktober 2010

3 komentar

Keira udah 5 bulaaaan! Yippeeee!!
(sabar bentaran yaaa nungguin bufferingnyaaa heheheh)

Guru kehidupan

Kamis, 26 Agustus 2010

5 komentar
Well, banyak sekali yang berseliweran di pikiran saya saat ini. Inginnya mengeluarkan itu satu persatu seperti Dumbledore yang bisa mengeluarkan setiap kepingan memorinya, menyimpannya di sebuah wadah, sehingga kepalanya tak terlalu penuh dengan memori. 


Sayang, saya tidak hidup di hogwarts. Saya hidup di dunia nyata yang cuma berparalel dengan dunia gaib, tapi bukan dunia harry potter. Didunia nyata inilah, saya, sekarang menjadi ibu dari seorang bayi yang tak perlu sihir untuk menjadi ajaib. Setiap menit bersamanya adalah masa yang tidak akan terlupakan. Seperti baru kemarin saya berada diruang bersalin sambil kesakitan lalu mendengar suara tangisnya. Seperti baru kemarin ia masih merah dan lebam seperti bayi baru lahir pada umumnya. 


Sekarang, memori tentangnya meraja di kepala saya. Ia tidak lagi merah, tidak lagi lebam, malah tumbuh menjadi manusia yang sangat enak dilihat. Memperhatikan setiap lekuk bagian wajahnya dan mendapatkan senyumnya adalah masa yang tidak akan saya tukar dengan apapun. Kini ia telah menjadi lebih dari seorang bayi. Ia adalah bagian dari cara kerja Tuhan yang ajaib. 


Beberapa hari yang lalu, saya tidak segera pulang sehabis bekerja. Ketika saya sampai rumah dengan terlambat, ia membuang muka. Ketika saya ajak becanda, ia cemberut, tak seperti biasanya. Kata pengasuhnya, tadi ia terus melihat jam, seperti sedang menunggu dan menghitung. Berapa menit ibunya terlambat, Hahahaha. Saya tidak tahu anak 4 bulan bisa melakukan itu. Ia tidak butuh kerja keras untuk membuat saya benar-benar merasa bersalah. Saat itu saya merasa ditampar. Ada seseorang yang sangat membutuhkan saya dirumah, saya malah haha hihi dengan teman kantor. Betapa egoisnya saya. 


Lalu tamparan lain ia hadiahkan buat saya ketika ia memberikan pandangan "bunda, can i have your full attention,please?" ketika saya sibuk ketak ketik didepan komputer sambil menyusui. PLAK! sekali lagi saya telah abai dan menjadi sangat egois. Dan ketika saya lihat pandangan matanya, saya tahu saya telah melukainya. Sesorean itu entah berapa kali saya menangis karena benar-benar merasa bersalah. Dan makin sesak rasanya ketika saya menempelkan hidung saya ke hidungnya sambil  berkata "maafkan bunda ya nak" dan ia memeluk leher saya, erat. Bagaimana mungkiiin saya masih menyisakan egoisme. Sebelum menulis posting ini, saya memandangi wajahnya lama sekali. Wajah tidurnya yang sangat damai. Ya, ia bukan sekedar bayi. Ia adalah guru kehidupan. Pada hidupnya saya letakkan hidup saya.

Talk to my hand!

Minggu, 08 Agustus 2010

10 komentar
Saya tahu kalian anggap saya apa

Perempuan kota yang tak bisa apa-apa kan? jika maksud kalian yang bisa apa-apa itu berarti terampil dengan tugas-tugas ibu rumah tangga.

Kalian pikir saya tak tahu kalian membicarakan saya didepan mata? Kalian pikir saya tak mengerti bahasa kalian?

Kalian bilang harusnya saya begini begitu, bayi saya dibeginikan dibegitukan, bayi biasanya begini begitu

You know what people? bayi juga manusia, BEDA.Seperti juga saya dan kalian, BEDA.

Jadi jangan anggap bayi saya anak kalian

                                                           
yang tahu bayi saya cuma saya, bukan kalian, karena tidak setiap saat kalian bersamanya.

Jadi jangan ajari saya untuk begini begitu.Saya lebih percaya internet, bidan dan dokter, daripada kalian yang masih mendasarkan segala sesuatu pada mitos dan tahayul

Dan kalian pikir saya tak becus jadi ibu?

Coba lihat anak kalian. Mungkin anak kalian dekil dan  tampak kurang gizi karena tidak terperhatikan.

Karena kalian semua sibuk menggunjing dan menelanjangi kesalahan orang lain


Nih, biar hati kalian agak bersihan dikit, saya kasih senyum anak saya. Semoga juga bisa sedikit mencerahkan pikiran kalian yang butek itu




up date

Minggu, 25 Juli 2010

7 komentar
Baru kerasa sendiri kalo perkembangan seorang bayi itu cepet banget. Umur si kei hampir 3 bulan, padahal seperti baru kemaren saya ngeliat bayi merah matanya bengkak kayak orang habis digebukin. Sekarang, si bayi merah itu sudah bisa diajak bicara dan bisa melakukan banyak hal, dan ni anak emang dasarnya pengertian dari jaman di perut. Dia gak rewel sama sekali, gak seneng digendong (cuma betah 5 menit) karena dasarnya ni anak aktif banget jadi pas ditaro itu dia bisa dengan bebas menyalurkan keaktifannya *halah*, dan ini adalah hal menyenangkan bagi pengasuhnya yang tidak akan sakit punggung. Si Kei ini juga gemesan dan keselan anaknya. Kalo pengen sesuatu tapi gak cepet dipenuhi, dia akan dengan gemas memanyunkan bibirnya, lalu menjejakjejakkan kedua kakinya ke alas tidur, dan terdengarlah bunyi BUG! BUG! BUG!,  tanda bos kecil mulai marah.


Si Kei ini dari umur sebulan, siklus tidurnya gak bikin mak nya depresi. Jam tidurnya ngikut orang dewasa.      Pagi ke sore dia maeeen, baru setelah magrib dia tidur.  Tengah malem dia bangun 5 menit buat nyusu, terus tidur lagi sampe pagi dan gak pipis sama sekali. Mak nya enak dooong, gak begadang-begadang amat. Oya, si kei ini tidurnya melek dan anehnya, sepules apapun, kalo diajak bercanda dia pasti ketawa, tapi tetep tidur hahaha



Sebagaimana mak nya, si kei pun lasak ketika tidur. Waktu dia masih pake sarung tangan, itu sarungnya udah ada dimana aja gitu kalo tidur


Sekarang ini dia lagi belajar tengkurep, ditaro dimana aja, pasti miring miring terus. Karena lehernya belum kuat banget, dia sering gemes sendiri karena belum bisa tengkurep. Kalau sudah begini, terdengarlah teriakan tarzan membahana ke seluruh rumah (yes people, teriakan ni anak emang sekeras itu). Bener kata orang, rumah jadi lebih hidup kalo ada anak-anak.


Oooh, siapa sih yang gak jatuh cinta liat muka diataaas........

headshot

Senin, 14 Juni 2010

6 komentar
Sekarang anak saya, keira, udah bisa diajak maen. Ekspresinya juga lebih macem-macem. Naah, keira juga pengen doong kayak abg-abg di facebook dengan gaya  muka sefoto-foto.Inilah diaa













Doooh itu foto terakhir kok mupeng gitu siih keeei!





Dia lagi dia lagi

Minggu, 09 Mei 2010

11 komentar
Dulu, saya pernah ngobrol dengan partner in crime saya, mbok darmi mengenai para pasangan muda yang baru menjadi orangtua, mmm lebih tepatnya teman kantor kami yang baru aja jadi orangtua. Langsung beda aja gitu romannya *tsaah romannyaa*. Para ortu baru ini seperti mendadak masuk ke dunia baru yang isinya Cuma obrolan soal anak. Mulai dari perkembangan anak, lucu-lucunya anak, kalo anak sakit, dan bla bla bla, ditambah hobi baru mereka yang masang foto anak mereka dimana-mana. Jujur, saya waktu itu rada mencemooh heheheheh. Ih apa sih, terdengar membosankan. Kita yang single juga jadi males deket-deket. 


Sekarang..setelah saya menjadi orangtua, saya ngerti alasannya.  Saya mengira proses kehamilan itu ajaib sangaat. Eh ternyata punya anak itu jauh lebih ajaib rasanya. Ketika anak saya, Kei, ditemplokin di perut saya sesaat setelah dia lahir, saat itulah semua dimulai. Melihat dia pertama kali, memegang kulitnya, merasakan kerapuhannya, membuat banyak hal berubah. Dia menyentuh hati saya. Oh tidak, bukan cuma itu, dia menyentuh hidup saya. Sejak itulah segala tentang anak saya menjadi seksi. Dan tidak perlu menunggu lama sampai dia mengambil alih pusat dunia. Dunia saya, dan ayahnya. Setiap detik perkembangannya adalah perjalanan yang tidak ingin kami lewatkan. Berlalu 11 hari dari 27 April, dia makin pintar mengambil alih hati orangtua dan neneknya. Ulahnya udah macem-macem. Ekspresi mukanya pun. Ini dia anak saya yang berumur 11 hari. 





 

Harusnya sih dibikin kolase ini foto-foto, tapi malees hahaahha, jadilah begini apa adanya

Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates