Perkenalkan, anak-anak kami hihihih. Gimana hati saya gak meleleh cobaa ngeliat mereka. Mereka bukan saudara, tapi tidak terpisahkan. Mereka bertiga ini yang langsung kami cari begitu saya dan hubby masuk rumah. Gak liat mereka beberapa jam aja berasa ada yang ilang.
R.I.P
Komeng Gendut Prawiro (dasyat bener ya namanya)
Lincah, gendut, doyan banget susu. Dia ini yang jadi kakaknya dua kucing saya yang lebih kecil. Tiap mereka didatengin sama kucing tetangga yang kayaknya sih udah lama jadi jawara senior disini, dia pasti pasang badan didepan buat lindungin yang kecil
Meninggal dunia beberapa bulan lalu karena penyakit bawaan, dan setelah tiga hari dalam kesakitan, akhirnya dia meninggalkan kami. Dan ya, saya menangis tiga hari. Bahkan sampe kayak rada gila. Setiap pagi selama seminggu setelah dia meninggal, saya masih bikinin susu buat dia seperti saat dia masih idup. Saat sadar dia udah gak ada, saya nangis lagi. Makluum, naluri keibuan...
Ndut....semua tentangmu akan selalu ada di hati kami
Ini dia anak kedua kami. Saya pungut dia dari pasar dengan badan kurus, bulu jarang dan mata belekan. Tapi siapa sangka si Albino bermata biru ini tumbuh jadi kucing yang lucu. Doyan makan makanya badannya menggembung begitu. Senang makan pasir dan rumput. Matanya gak tahan sinar matahari makanya kalo keluar rumah siang-siang jalannya sambil merem hahaha. hobi tidur di meja tamu dan jadi idola para pengunjung warnet kami
huhauhauaha! diatas itu foto favorit saya. Ya oloo itu tampaaang, dongo banget!
Naaah ini dia niih anak ketiga kami. Paling bandel tapi juga paling cepet ngibrit kalo ada gangguan, seneng naek pohon, hiperaktif, kalo sudah lari keluar masuk rumah, semua ditabrak sama dia. Paling banyak makan tapi gak pernah bisa gemuk. Dipungut dari tengah jalan, pada sebuah malam jumat yang kelam, hiiii. Jangan-jangan ni kucing wadalnya jumat kliwon, makanya bandel.
all photos taken by my hubby






