Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

Kau hebat!

Kamis, 19 Februari 2009

7 komentar
Hai...

Aku cuma mau berterimakasih
Atas anugrah berupa teman-teman yang hebat
Yang membuatku menyadari,
betapa disayanginya aku olehmu
Kau hebat! tak henti-hentinya membuat kejutan
yang pada akhirnya membuatku cuma terdiam dan terkagum kagum gila padamu
Yaaa yaaa kau hebat

Dear Love...

Jumat, 16 Januari 2009

15 komentar
Kamu tau aku paling gak bisa berpuitis-puitis ria
jadi..kukatakan dengan bahasa langsung aja ya..

Tidak percaya kita bisa sampe sini
Setelah melewati banyak air mata dan lelah hati yang teramat sangat
akhirnya kita bisa
Tapi tahukah kamu?
aku ingin jujur
Aku masih belum yakin sebelum pertemuan terakhir kita
Tapi setelah beberapa hari kemarin denganmu, aku yakin
Kali ini aku benar-benar akan percaya
Ketika setiap pagi aku bangun, kamu ada didekatku, aku lantas berdoa "Tuhan, persatukan kami dan berikan cinta pada setiap hari yang kami lewati bersama"
Ketika aku memasak, kamu makan dengan lahap
maka hilang sudah semua gerah dan ketidaksukaanku pada bau dapur
Ketika kita jalan ke alun-alun dan kamu tidak melepaskan tanganku dan tetap berjalan disebelahku
hilanglah semua lelah
Ketika kamu mengenalkanku pada banyak orang dan bercerita tentangku pada mereka dengan binar yang sumpah membuatku terharu
aku bangga
Ketika kita nginep dirumah ibu dan menjelang tidur kamu curi-curi masuk kamar lalu menciumku
aku tertawa geli
lucu sekali melihat mukamu ketika itu, tapi aku senang
Ketika kita melewati hutan jati dan aku memelukmu, aku tenang
Ketika selesai aku masak dan kamu memijat kakiku, aku melihat kamu bukan lagi seseorang yang pernah sangat membuatku takut
Kamu sudah berubah
Ketika sore hari kita leye-leye di kursi sambil menertawakan yang tidak penting
aku menikmatinya
Ketika malam hari kita nonton film komedi sambil kamu memelukku di kursi, aku yakin
Bersamamu aku ingin menghabiskan waktu
Bersamamu aku ingin tumbuh
Bersamamu aku ingin jadi lebih baik
Bersamamu aku ingin melewati hari
Love, sekarang aku yakin

Kebun tebu dan Sapi Limousine

Rabu, 14 Januari 2009

7 komentar

Berada di tempat yang damai dengan seseorang yang membuat damai, setelah belasan jam menempuh perjalanan tidak nyaman adalah kado terbaik untuk diri sendiri. Tidak ada macet, tidak ada serbuan motor kala lampu hijau menyala, tidak ada ritme cepat dan ekspresi-ekspresi galak makhluk kota besar. Yang ada hanya ketenangan. Ketika membuka jendela di pagi hari, cuma ada wangi rumput dan tanah setelah hujan, saya hirup dalam-dalam sehingga aromanya memenuhi hidung dan paru-paru. Siapa sangka saya bakal jatuh cinta dengan kota kecil ini. Semuanya serba sederhana dengan ritme hidup yang tenang, cenderung lambat. Ketika pagi hari bangun langsung ke pasar, terus masak buat si pacar dan makan bareng, aiiiih romantis hauhauahauhauha! kalo lagi males, ya leye-leye aja seharian sambil pelukan ihiiiiy yahaauyhauhuhaua. Malemnya naek beca ke alun-alun, jalan-jalan, pulangnya makan duren 50 rebu tiga kepala, dan rasanya maaak! uenak tenaan! sampe mabok duren deh saya sama si pacar.


Besoknya saya dibawa kerumah sodara dan kenalan dia, haha hihi, disuguhin teh atau kopi yang rasanya kayak kolak (rupanya orang sana selalu super manis kalo bikin minuman), terus pake motor pergi ke kampung seorang famili. Melewati kebun tebu yang ternyata setelah saya tanya itu bukan tebu yang bisa langsung dimakan hehehe, secara saya udah pengen turun aja ngisepin tebu (mengingat kebiasaan masa kecil). Lalu kebun jagung, ah berapa karung perkedel yang bisa dibuat dari semua jagung ituu. Lalu hutan jati, aiiih tempatnya nyeremin, tapi pas banget buat setting film india yang kapanpun liat pohon langsung nyanyi. Setelah melewati perjalanan lumayan panjang tapi mengasikan, sampailah kami di tempat sepupu si pacar. Tempatnya diatas gituu, rumah yang tidak terlalu besar tapi pekarangannya cukup luas. Ah model rumah impian saya. Sang pemilik rumah punya tiga sapi, salah satunya jenis sapi Limousine (bener gini gak ya nulisnya). Saya kaget ngeliat sapi itu. Itu sapi atau moyangnya sapi sih?! sumpah! gede banget!! kata bahenol nerkom gak bisa menggambarkan betapa bahenolnya sapi itu. Aih gilaa, kalo buat qurban, sekecamatan dapet deh dagingnya dan katanya harga jualnya 15 juta. Aha! otak matre langsung jalan. Kalo punya duit mending saya infestasikan di sapi aja, daripada di bank, untuk tabungan 15 juta kita dapet bunga cuma beberapa puluh ribu rupiah per bulan sedangkan kalo invest di sapi per bulannya kita dapet 350 ribu! Pulang dari tempat sodara yang menuju kesana saya sempat panik karena takut dibawa kabur sama si pacar (soalnya jalan menuju sana melewati hutan jati yang pasti jadi tempat kesukaan jin buang anak) ini kami pulang, dengan amat romantisnya melewati perkebunan jagung dan tebu sambil ketawa ketiwi. Ah asoy beneer. Malemnya kami belanja peralatan rumah tangga. Buahauahuahauha!!! aduuuh sampe dua taun lalu saya masih geli ngetik kata peralatan rumah tangga. Tapi malem itu, nenteng ember kemana-mana malah jadi aktivitas yang mengasikan hauhauahuah. Pas nyampe rumah langsung beres-beres, berasa jadi manten baru hauhauahauh! Emang gitu kali ya aktivitas penganten baru. Jadi pengen cepet-cepet hauhauahuahau

Daniel Sahuleka..

Jumat, 12 Desember 2008

10 komentar
beb, maaf menyusahkanmu akhir-akhir ini
Aku tau aku nyebelin, bikin kamu bingung, suka aneh kayak orang stres (emang lagi stres kalee)
Tau gak? malem tadi, waktu siaran, aku kok tiba-tiba sedih ya, lalu menangis
Sebel banget kalo udah kayak gini
Kurang ajar music directorkuuu, kenapa lagu-lagunya kayak geneee!!!
bikin banjir aer mata tauuu
Beb, aku pengen pergi ke suatu tempat
Sendirian, tanpa kamu, tanpa siapapun
Bawa kamera, terus jeprat jepret gak jelas
Sedang butuh tempat sepi, tanpa gangguan
Sedang tidak mau mengiritasi orang-orang
Cuma ingin sendiri
Beb, kok hp kamu gak diangkat iiiih
tuh kan aku aneh, katanya tadi pengen sendiri, tapi tetep nyari si pacar hehehe
Soalnya cuma kamu yang bisa denger aku mewek-mewek jijik
Beb, lagu daniel sahuleka yang sedang kudenger sumpah bikin nangiiiis
Don't sleep awaaay this night my beybeeee
beb, kamu udah tidur ya?
Ya udin, aku meraung-raung sendiri aja
Don sliip eweeeey dis naait may beybeeeee
Pliiis stey wit miii etliiis til doooon

kamu..

Rabu, 26 November 2008

18 komentar
hei kamu
ya...kamu
kamu yang kupilih untuk mendampingiku bertumbuh
kamu yang karena kasihmu, maka kusimpan semua yang lalu dalam kotak yang entah kapan akan kubuka kembali, dan ah..biarkan saja mengendap disitu lama, syukur-syukur habis dilahap ngengat
aku rindu kamu
Ketika saat itu makin dekat
debar ini juga makin kencang
Penyakit ini kambuh lagi
penyakit grogi bertemu lagi
Hei kamu
ya...kamu
kamu yang kupilih untuk menyertaiku berproses
kamu yang karena kasihmu, telah bersabar denganku
apa ada rasa yang sama disana?
rasa seperti telapak kaki dikelitiki kemoceng tebal
Ih mengganggu sekali rasa ini, tapi aku suka
karena itu tidak ada apa-apanya dengan apa yang akan kudapat
Ya..aku dapat kamu
Hei kamu..
Ya..kamu
akhirnya aku akan kembali memelukmu

Selamat tidur

Selasa, 18 November 2008

16 komentar

Hey kamu,


Seharian ini kita bicara beberapa kali ya

Mendengar suaramu dan tertawa bersamamu di tengah seminar yang meninabobo, benar-benar membuat segar kembali

Mendengar suaramu saat di depan komputer aku kering ide untuk launching on air, adalah seperti minum jus di tengah hari

Membaca smsmu setelah seorang rekan kerja ijin keluar kantor untuk kepentingan yang membuatku muak, adalah terapi batin

Berbicara denganmu soal masa depan, membuat yang blur jadi jelas

Ya lelakiku, aku butuh selalu bicara denganmu

terimakasih sudah mau mendengarku

terimakasih sudah mau jadi tempat sampahku, aku yakin hanya kau yang benar-benar bisa menerimaku apa adanya

dan ketika tadi aku mendengar suaramu yang kelelahan dan terlalu ngantuk untuk menanggapiku, aku sedih karena aku sangat ingin bicara denganmu malam ini

Tapi tahukah kamu lelakiku? sedih itu cuma bertahan beberapa menit saja, kemudian berganti tenang, karena aku yakin masih punya begitu banyak waktu bersamamu esok hari


Tidurlah sayangku, mimpi indah ya
jangan mimpikan aku, nanti sepraimu jadi basah


Mendadak Melow

Senin, 22 September 2008

17 komentar
Tadi siang, saat terkantuk-kantuk menunggu narasumber yang akan saya wawancarai, saya pun menelepon si pacar. Dari masalah A sampai H, kemudian tiba-tiba...


Saya : Aku pengen break
Dia : Kok gitu sayang? emangnya itu solusinya? kamu sering banget minta break
Saya : Abisnya kamu gak pernah ngasih
Dia : Kan kita masih bisa bicarain ini?
Saya : mmm breaknya cuma sejam kok yang. Sejam lagi aku telepon kamu

(di ujung telepon, suara pacar saya menghela nafas)


Hihihihih..

Dan malem ini saya siaran malem. Lagu-lagunya romanseu pula. Eh ada Phil Collins yang This love this heart (dengerin deh lagu ini. Uuuh bikin melambung boo liriknya). Terus, saya tiba-tiba keingetan si pacar. Ee ada lagu Rico J Puno yang Together Forever. Dibawah ini liriknya




lagunya romantis bangeeeet! Salah satu lagu kesukaan saya kalo lagi cicintaan heheheh

Surat cintroong

Jumat, 05 September 2008

15 komentar
Beberapa hari lalu, saya baca pengumuman sayembara membuat surat cinta, pengen ikut cuma saya tak cukup terampil menulis surat cinta. Well...saya bukan orang yang romantis sih hehehehe dan kurang suka sama sesuatu yang cinta-cintaan termehek-mehek. Tapi tadi malem, saat sedang cuci piring, saya inget pasangan saya yang nun jauh disana, sedang apakah dia saat ini? buka puasa sama apa? pengen deh masakin dia sesuatu sehingga dia gak usah makan mie instan terus, kayak anak kos aja kamu ah!, saya jadi ingin membuat sebuah surat, ya sebutlah surat cinta tapi semoga tidak termehek-mehek amat dan bikin geli


Beb, inget gak november taun lalu kita ketemu?
Tuhan dengan caranya mempertemukan kita dan membuat kita berdua menjalani sebuah perjalanan waktu yang walaupun belum terlalu lama tapi kita berdua tau itu menyakitkan.

Beb, aku gak menyangka kita bakal berhasil sampe sini setelah apa yang kita lalui
Jika aku menulis skenario sinetron dari cerita kita berdua, pasti sinetron Raam Punjabi kalah rating

Beb, lebih dari 300 hari kita sama-sama, cuma bisa ketemu tiga bulan sekali dan tiap ketemu aku malu-malu panda karena seperti ketemu pacar baru.
Kamu juga pernah bilang, suka lupa sama muka aku hahahah! sama beb, aku juga.
Tapi untung sekarang kita hidup di jaman canggih, jadi aku punya foto kamu di komputerku dan bisa kuliat tiap kali aku mulai lupa sama muka kamu

Beb, kupikir awalnya tak mungkin menjalani ini semua sama kamu. Sudah ingin menyerah rasanya. Aku lelah beb
Kemudian kita berdua bergantian saling menguatkan, karena kita tau tak mudah menjalani apa yang kita tempuh selama ini
Kamu memintaku tetap tinggal saat aku hanya ingin pergi, cuma ingin pergi karena aku lelah, lelah dengan semua yang terjadi

You know what beb? kini aku bersyukur karena telah memilih untuk tetap tinggal


Cerita perjalanan pulang

Kamis, 28 Agustus 2008

8 komentar

Setelah me-recharge semangat dengan menemui sang kekasih di bondowoso, tibalah saatnya untuk pulang. Ah seandainya ada pintu kemana saja-nya Doraemon, semua pasti lebih menyenangkan. Malas sekali ih untuk pulang. Males di jalannya. Tapi yaa perjalanan pulang emang hal yang gak bisa dihindari berhubung domisili saya masih di Bandung. Berangkatlah saya ke terminal, dari sana naik bis ekonomi ke surabaya. Here we gooo. Masih 6 jam lagi saya sampai ke surabaya, jadi perjalanan ini harus dinikmati. Setelah cupika cupiki dulu sama si pacar ala film jaman dulu dengan OST Sepasang mata bola, naiklah saya ke bis. Si pacar pun masih menatap nanar dari bawah sana. Dia pasti sangat sedih berpisah dengan saya hahahahahaha. Aku juga sedih kok bebs, sangat. Saya mengincar kursi dekat jendela, jauh-jauh dari para perokok. Setelah sedikit menggoyangkan pantat, akhirnya cozy juga ni posisi. Gerah booo, walaupun jendela sudah dibuka selebar-lebarnya. Perjalanan berlalu biasa saja, dan untungnya, arus di porong ke surabaya cukup lancar dan sampailah saya di terminal Bungurasih tepat jam 3 sore. Jam 4 kereta saya berangkat, jadi harus secepat mungkin sampai Stasiun Gubeng. Naik ojek! jalan beberapa meter, tape bondowoso yang saya bawa berhamburan karena ikatannya lepas hahahah! malu deh booo, beseknya glundung kemana-mana. Untung setiap besek tape diikat masing-masing. Kemudian seorang pedagang di terminal memberikan kantong plastik. Makasih ya buuu!

Ojeknya ngebut cing! udah gitu, masa si tukang ojek pegang paha saya. Ih minta ditampar pake helm! awalnya sih komunikasi berjalan menyenangkan, karena kami saling bercerita, ee setelah dia tahu saya orangnya ramah, kok tangannya dia nyentuh paha saya dari depan. Sebetulnya bukan sentuhan grepe nakal kurang ajar gimana, tapi tetep aja ijk gak sukka deh! lalu saya keplak tangannya pake tas. Dan menyingkirlah tangan dia dari ujung paha saya. Karena tukang ojek itu cukup sembalap, saya sampai pula di Stasiun Gubeng tepat jam setengah 4. Dengan terburu-buru dan sempat ngepot dikit ala slalom contest, saya pun sampai di loket tiket dan tiket duduk sudah habis sodara-sodara! daripada gak pulang, mending beli aja tiket berdiri, pantat mah bisa ditaro dimana aja asal bukan di muka orang kan?!

Wiiih, keretanya asli penuh banget! Naaah itu ada tempat di belakang kursi! Koran saya gelar, tas saya taruh di atas, dan gelemporanlah saya disitu. Tidak terlalu buruk ternyata. Ketika semutan melanda, saya pun berdiri dan mencari tempat untuk berdiri dengan nyaman. Dekat toilet yang tidak terpakai dan didepan pintu lah yang saya pilih. Kalo ada bau-bau tak sedap kan tinggal buka pintu dan Brrrr. Begitupun jika saya ingin kentut sepuas hati, tinggal buka pintu, aroma pun lepas ke alam bebas dan kentut tidak akan terdengar karena mesin kereta yang berisik hahaha! Eh ternyata disitu ada juga dua orang polisi kereta lengkap dengan senapan berpeluru tajam. Saya ajak ngobrol mereka berdua yang mukanya agak menyeramkan tapi ternyata baik juga. Jam kerja mereka panjang lo. Pasti lelah sekali menjadi mereka. Harus pulang pergi Bandung-Surabaya dengan berdiri terus dan waspada selalu karena kejahatan ada karena kesempatan, jadi waspadalah! Mereka berdua inilah yang menjadi teman seperjalanan selama beberapa saat.

Aduh saya laper! berangkat dari bondowoso belum sarapan. Mana penjual nasi bungkus gak ada pula, padahal biasanya mereka wara wiri di kereta. Jadi saya pergi ke gerbong makan. Duduklah saya disitu, pesan nasi rames dan es jeruk. Ramah-ramah loo ternyata bapak-bapak petugas kereta yang wajahnya jutek itu. Kami sempat becanda-canda kemudian saya minta tolong me-recharge hp yang sudah mati kehabisan energi sedari tadi. ee dibolehin gitu sama merekanya. Makasih ya paaak. Ooo rupanya gitu too pemandangan dapur kereta. Si kokinya sibuk bikin mie rebus dan ini itu, dan saya menikmati pemandangan sibuk itu. Tapi nasi ramesnya pedeesss. Seorang bapak yang melihat saya kepayahan karena pedas berkata "Weeeh, makannya pelan-pelan mba, nanti keselek". Kemudian bapak yang lain berkata "Makannya yang banyak mbaa, biar gemuk! hahahaha". idiiih situ ketawanya puass beneer. Tapi biarlah, sesama bis jangan saling mendahului yaa. Sudah bosan saya di gerbong makan, pergilah saya darisana dengan diiringi ketidakrelaan bapak-bapak itu. Naah kalian seneng kaaan ada saya disituuu. Melewati lima gerbong yang padat, saya kembali juga ke gerbong saya. Ada sebuah insiden disitu. Ada dua orang penumpang bertiket tanpa tempat duduk mengklaim tempat duduk yang sudah ditempati orang, pemilik resminya tentuu. Tiket dua orang ini bertuliskan nomor tempat yang dia maksud tapi nulisnya pake bolpen boo hahahaha!. Si mpunya tempat duduk jelas rada nyolot dan manggil petugas. Si petugas kampret yang sepertinya jadi penjual tiket gelap itu agak gelagapan dan tiba-tiba ngeloyor dengan hanya satu permintaan maaf pada sang pemilik tiket duduk. Bagaimana dua penumpang tadi? giliran si pemilik tiket yang menginterogasi.

"Sampeyan jujur aja sama saya, darimana dapet tiket ini?"

"Dari loket pak" (dengan wajah agak gugup)

"Gak mungkin loket mengeluarkan dua tiket dobel. Sampeyan lihat gak kalo tiket sampeyan ini ditulis pake bolpen. Berapa sampeyan beli tiket ini?"

"harga yang sama pak dengan tiket bapak."

"Gak mungkin. Udah jujur aja sama saya, ndak usah takut"

setelah didesak begitu akhirnya dua penumpang itu jujur juga

"saya beli 20 ribu satu tiket dari petugas tadi pak"

"wuooo kerjaannya orang dalem toh. ya sudah, saya nyampe bandung, ini saya urus. Tapi di gerbong tiga saya melihat ada dua kursi kosong, sampeyan bisa tempati dulu sebelum ada pemiliknya"

Ihihihi, bapak ini baik juga.

Huah selesailah masalah itu dan saya bisa tidur dengan tenang. Oh tapi gak bisa juga ternyata. Di tengah dinginnya angin malam, ternyata ada dua penumpang yang turun di stasiun apa ya saya lupa, kalau tidak salah sebelum Madiun. Ihiiiy ada kursi kosoong. Nempelah pantat saya di kursi itu, di sebelah seorang bapak bernama Abdurohim yang ternyata teman perjalanan yang asik. Beliau kenal juga dengan Abah Iwan Abdurahman, karena mereka satu fakultas di pertanian unpad. Bergulirlah cerita-cerita seru. Ternyata dulu tidak ada angkatan 66 di Unpad. Dari angkatan 65 langsung 67, karena angkatan 65 menjadi dua tahun akibat adanya PKI. Wah pokoknya Kang Ohim ini cerita banyak banget. Tentang anak-anaknya yang semuanya sudah kuliah, bahkan sampai beliau perlihatkan foto keluarga mereka. Beliau ceritakan juga soal prinsipnya mendidik anak-anaknya, dan ia adalah orangtua asik loo. Kang Ohim yang merupakan konsultan pertanian ini pun tidak berhenti bercerita. Adaaa aja yang beliau omongin dan untungnya gak bikin saya ngantuk, karena saya termasuk orang yang dengan kurang ajarnya bisa tidur pulas didepan orang yang sedang cerita pada saya. Untungnya saat itu saya gak tidur.

Sampai di stasiun Jogja, kursi tak bertuan yang tadi saya tempati ternyata ada yang punya. Terusirlah saya dari situ, kembali ke pojok itu, didepan toilet, namun kali ini tanpa koran karena koran saya digunakan kang ohim untuk tidur dilantai. NGesotlah saya di perbatasan gerbong itu, sambil sesekali harus minggir karena ada pedagang asongan yang lewat. Didekat saya, ada dua orang bapak yang bekerja di PT Pindad, mereka juga tidak kebagian kursi. Mereka bekerja sebagai trainer penggunaan senjata baru oleh para angkatan bersenjata kita. Mulai dari senapan kecil, sampai bom dan peledak, mereka tau fungsinya. Wuuiiih ketemu lagi nih sama teman seperjalanan yang menarik. Saya membeli pisang rebus untuk teman obrolan dan mereka membeli kacang bulu. Lengkaplah malam itu. pisang rebus, kacang bulu, segelas kopi dan obrolan hangat.

Dua bapak ini tidak berlatar belakang militer, tapi mereka pernah mendapatkan pendidikan militer selama enam bulan. Mereka inilah orang-orang pertama yang mengetes sebuah senjata setelah selesai dibuat. Mereka juga yang melatih para pengguna senjata itu kemudian. Sehingga resiko terkena peluru, ledakan kecil, dan kecelakaan lain yang berkaitan dengan senjata sudah biasa mereka alami. Sayang mereka tidak bisa saya undang untuk siaran karena dalam dua hari mereka harus ke Jakarta. Tidak banyak orang dengan profesi mereka di PT Pindad. Hanya orang-orang khusus. Mereka juga berhubungan dengan BIN, karena profesi mereka cukup vital. Jadi nama mereka pun tercatat di BIN dan harus siap dipanggil ketika ada insiden yang berkaitan dengan senjata dan peledak. Contohnya ketika tragedi bom bali. Mereka juga yang diutus kesana untuk meninjau lokasi dan memeriksa peledak yang digunakan. Pun jika ada insiden bersenjata di tempat lain. Mereka harus siap sedia meluncur ke lokasi. Seru ya tugasnya! tapi menyeramkan juga kalo urusannya sudah intelijen. Makasih ya bapak-bapak atas obrolan menyenangkan pada dini hari yang menjadi hangat.

Ada tukang mie instan! laper lagi nih. Beli aah. Saya pun makan dengan nikmat mie itu. Tak terpengaruh dengan posisi saya yang didepan toilet. Tuhan, terimakasih kau masih memberiku kesempatan untuk bersyukur. Setelah kenyang, si pacar pun telepon. Senangnya! walaupun ngobrol hanya sebentar, tapi mendengar suaranya dari ujung sana seperti memberikan efek tenang teramat sangat, sehingga saya bisa tertidur dengan pulas setelah itu. Wah! sudah jam 6 lebih 15 dan sampailah saya di stasiun Bandung. Akhirnyaaa! rumah, aku dataang!!

Fears...

Kamis, 29 Mei 2008

2 komentar

You think you can make me stay by doing something like you did?

Well... you wrong baby, because you won't get anything by making me scared

I need comfort, not fears

I need you to understand that love shouldn't make us being unrealistic

i'm going to stay if i want to

I love you because you deserve being loved, not because i'm affraid of you

And baby...you have to be ready of being alone, because there is no third chance

Do i threatening you? no baby..i'm just telling you the truth

Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates