Kenapa ribut sekali suara diluar sana? Kenapa semuanya gelap? mendadak hati ini pedih, seperti rasa kehilangan.
Dari Kereta sampai Bang Meggy
Cuma butuh satu menit sampai pandangan kami bertemu. Dan disanalah ia, inspirasi terbesar dalam hidup saya. Orang yang padanya saya selalu bisa berkeluh kesah dan menangis tentang apa saja. Seorang sahabat, kakak, ayah dan mama yang siap sedia dengan dukungan dan kelembutannya yang selalu membuat saya merasa aman dan tidak merasa dihakimi. Ia disana, kurang dari lima meter untuk saya rengkuh, terlihat sehat, serba matching dan gaya dan ia tidak berubah, dengan Sorot mata yang hangat dan sapaan pertamanya "Uniii!", yang selalu saya rindukan. Ia disana, membuat saya berlinang air mata dengan jantung yang kembang kempis amat cepat.
Welcoming Utun!
Seandainya mudah
Papa : bla bla bla...Nico sekarang kerja di gresik, pi. Sering telpon-telponan kok sama tante ita dan fanny
Saya : Oh tante ita kenal nico?
Papa : Iya, akrab kok sama fanny juga
Saya : speechles...
Pah, masih terdengar aneh buatku mendengar nama itu. Maaf, tapi sesering apapun papa berusaha membiasakanku mendengar nama itu, telinga dan hatiku masih belum mau terbiasa. Waktu kecil, aku suka menyalahkan diriku karena ketiadaanmu. Aku pasti nakal, aku pasti tidak membuatmu bangga, sehingga kau tidak pernah ada dirumah, dan bertahun-tahun kemudian tidak pernah ada di hidupku dan adik. Tapi kata mama aku anak yang baik, anak yang pintar, anak yang selalu membuat orangtua bangga, dan ketiadaan kau di hidup kami bukan karena aku. Tapi aku tetap menyalahkan diriku. Baru setelah aku dewasa, aku tau alasannya, memang bukan karena aku. Maaf pah, aku masih belum bisa seperti keluargamu yang lain yang menerima pilihanmu sebagai sesuatu yang wajar dan menerima buah dari pilihan itu sama wajarnya. Aku belum bisa...
Quick Update
Before and After
Mertua-Menantu, ohh...
Bebe...
Tidak mudah menerimamu ada di tubuh mama. Mama tidak tumbuh dengan konstruksi bahwa perempuan harus menjadi ibu nantinya. Nenek kamu pun tidak menyiapkan mama untuk menjadi ibu. Ia lebih memilih untuk membiarkan mama tumbuh seperti yang mama inginkan. Jadi menerima kehadiranmu dalam hidup mama, bukan sesuatu yang sudah dipersiapkan. Kamu benar-benar merupakan kejutan. Kejutan yang ajaib.
Ketika 6 bulan lalu, di layar itu terlihat sebuah bundaran kecil, mama kaget. Karena ini benar-benar diluar dugaan. Mama mengalami kesulitan untuk memiliki ikatan batin denganmu. Semua mama lewati dengan datar-datar saja. Butuh usaha keras untuk memunculkan ikatan batin itu.
Baru ketika bundaran kecil tadi tumbuh pesat dalam satu bulan, dan secara ajaib, bulan berikutnya, di layar itu sudah terlihat sebuah kepala kecil, lengkap dengan tangan, itulah saat ajaibnya.
Pertama kali melihatmu, mama tak bisa berhenti menangis. Rupanya, beginilah rasanya.
Mengetahui ada seorang manusia tumbuh di rahim mama adalah sebuah kelucuan yang ajaib
Mama tidak bisa berhenti tersenyum sendiri, lalu menangis, lalu tersenyum, lalu menangis lagi, ketika melihat fotomu dengan kepala kecil itu.
Lalu sejak sebulan ini kamu sudah lincah bergerak dan menendang, ikatan itu jadi makin kuat. Pertama kali merasakan tendangan kamu, mama menangis. Kamu bergerak sayangku. Kamu sudah bisa mendengar mama ngobrol sama kamu, dan tiap mama siaran dangdut, tendangan kamu makin sering. Apakah kamu sedang goyang-goyang didalam sana?
Tak terbayang jika tiba-tiba kamu direnggut dari mama
Seperti lagu Barry Manilow yang tiap hari mama nyanyikan buat kamu "You know i can't smile without you. can't smile without you. I can't laugh, and i can't sing. Finding it hard to do anything. You see i duuu duuuu"
Mama gak bisa senyum lagi, gak bisa ceria.
Kamu yang bikin mama merasa harus kuat setiap hari, di tengah situasi sesulit apapun
Maafkan mama ya nak, kamu ikut menanggung semuanya
Kata sahabat mama, Mbok Darmi yang suka tengil itu, kamu akan jadi anak yang kuat suatu hari nanti
Mama yakin juga begitu. Kamu akan bisa bertahan menghadapi semua yang datang dalam hidupmu.
It's in our blood. Buyutmu, Nenek, mama, lalu kamu.
Arung jeram
Email seorang teman
"Dear mbak brokoli, saya gak sengaja mampir ke blog mbak, dan membaca postingan Angelus Ferutus. Easy for you to say. Kamu bukan korban kan? mungkin mudah buat orang yang gak ngalemin kekerasan untuk ngomong "kuat dong! kamu pasti bisa!", tapi kenyataannya, susah! saya korban kekerasan fisik orangtua saya dan ini membuat saya jadi gak percaya diri, dan jadi lebih sering nyalahin diri sendiri. Saya pengen gak begini, tapi semuanya udah terlanjur membentuk saya"
My dear via, seandainya saya bukan korban. Tapi sama denganmu, saya pun punya latar belakang yang menyakitkan berkaitan dengan kekerasan. Untuk temen-temen yang baca ini, let me share my story. Saya tidak ingin dikasihani, dan tolong jangan kasihan, karena, puji tuhan, saya sudah sampai pada tahap "done with the past".
Memiliki keluarga yang bahagia, punya orangtua yang utuh dan penuh kasih, tentunya jadi impian semua orang. Tapi sayangnya, ini tidak terjadi pada saya. Dari kecil sampai sekarang, saya cuma mengenal kasih sayang mama. Ia bukan janda, tapi mengalami nasib seperti para janda, karena ayah saya kurang bertanggung jawab pada keluarga. Ia mengabaikan kami, tidak berperan sama sekali dalam setiap fase pertumbuhan anak-anaknya (setelah dewasa, saya tahu bahwa ia memiliki keluarga lain), sehingga akhirnya, mama saya mengambil semua peran, sampai saat ini. Karena itu ia harus bekerja ekstra keras agar kami dapat makan dan sekolah. Supaya ia dapat bekerja seharian, saya dititipkan pada nenek. Bukan sepenuhnya salah nenek, jika yang ia lakukan kemudian pada saya adalah bentuk kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Ia tumbuh di masa lalu yang penuh kesulitan. Hidup di jaman penjajahan dan harus menghidupi banyak anak sendirian tentunya bukan hal yang sama sekali mudah. Ia pun sudah sangat terbiasa dengan kultur kekerasan, sehingga cuma cara itulah yang ia tahu. Jadi ketika ia menyeret saya puluhan meter dan memukuli saya pakai sapu lidi cuma karena saya maen keluar pager, saya cuma bisa nangis. Saya tidak benci dia, terutama ketika setelah dewasa, dari mama saya mendengarkan kisah hidup nenek yang sangat pedih. Lalu saya mengerti siklus itu.
Pada saat yang sama, sekolah yang tadinya menjadi tempat pelarian saya, ternyata menjadi tempat yang justru memberikan kengerian berikutnya. Popi kecil yang periang, cerewet, pemberani tiba-tiba berubah karena seorang guru melakukan kekerasan seksual padanya. Ini terjadi beberapa bulan, sampai menjelang saya kelas 3 SD. Setiap saat saya merasa ketakutan, terutama jika ia sudah memanggil satu persatu anak perempuan ke mejanya untuk membacakan isi CBSA keras-keras. It was nightmare dan saya benci cbsa. Tapi apa yang bisa dilakukan seorang anak kecil kelas 2 sd? saya baru berani bilang ke mama saya setelah saya kelas 3. Lalu mama lapor ke sekolah, dan diadakan penyelidikan, lalu terurailah kebenaran. Bukan cuma saya korbannya. Si guru dipecat. Kok cuma dipecat? Jangan tanya saya, tanyalah kepala sekolah SD saya hehehehe. Kalo kata imel dari Via, ia jadi tidak percaya diri, well, sama. Saya pun begitu. Gak cuma gak percaya diri, tapi selama bertahun-tahun sampai dewasa, luka itu tetap ada, beserta traumanya. Muka laki-laki itu dan apa yang dia lakukan ke saya sering banget nyelonong jadi mimpi buruk. saya pun jadi benci laki-laki. Sempet juga naksir sama perempuan. Ngerasa bahwa saya perlu melindungi mereka, dan boro-boro saya pengen nikah. Igh! setiap kali inget muka laki-laki itu saya jadi marah, banting-banting segala, dan jadi frustasi sendiri. Sampai suatu ketika, sebuah dialog dengan seorang teman menyadarkan saya. Saya lalu melakukan "proses penyembuhan" luka batin dan berhasil. Sampai suatu ketika, setelah saya dewasa, saya sebelahan sama laki-laki itu dan saya masih ingat benar detil mukanya, sedangkan dia cuma berdiri disitu, seperti tidak mengenal saya. Dan mungkin memang dia tidak kenal saya, karena saya sudah jauh berubah. Tapi eh kok saya gak marah lagi, padahal bisa aja saat itu saya mengingatkan dia pada apa yang dia lakukan pada saya. Tapi saya tidak lakukan. Saya sudah tidak dendam lagi. I'm done with my self.
Untuk Via, menjadi korban memang bisa menjatuhkan kita ke titik terendah dalam hidup. Menghancurkan kepercayaan diri kita sampai tak bersisa sama sekali. Tapi seburuk apapun yang kita alami, kita akan selalu punya pilihan. Then up to us, mau hancur bersama masa lalu, atau mau menjadi lebih kuat untuk masa depan. Dan percayalah, bahwa kita tidak akan pernah sendirian melalui semuanya :)
GARING JUGA!!
Malem takbiran di Bondowoso. Berisik! hahaha! banyak anak-anak pengikut Noordin M Top bakar petasan segede dosa! asli mereka sambil tereak "M Top! M Top!!". Ihhh anak-anak sakit jiwa!
Lebaran di Bondowoso ternyata sama aja. Salam-salaman cuma ampe jam 10-an, udah itu sepi gila ini desa! di bandung juga gitu. eh ada bedanya deng! disini gak ada ketupats!! soalnya lebaran ketupatnya seminggu setelah Idul Fitri. Alhasil, gigit jari dah gw
Lupa maap-maapan sama suami hahahaha. Salaman ama orang lain udah, salaman ama laki sendiri baru sore. Dodol
Besoknya pulang ke Jember, buka warnet seperti biasa. Penuh bok! anak-anak mulu yang pake. Lagi banyak angpaw rupanya mereka, dan teteeeep yang dibuka narutoxxx hahahahaha! haduh! prihatin deh tante popi pada anak-anak sekarang
Malem-malem ada bapak paruh baya pake internet. Pake kopiah haji dan baju koko. Kirain buka situs islami-islami itu lah, pas diliat historynya, GAMBAR BOKEP JUGAAA!!! HAHAHAHAHAH
Hari kedua lebaran tetep siaran, jadi stuntwoman penyiar laen yang mudik. Di kantor sendirian, pas ngambil minum ke dapur, kok keluar-keluar, tangan dan baju saya bau banget rokok kretek! eh tapi kok gak ada siapapun disitu! alhasil, selama siaran saya merinding disko
Melakukan percakapan dudul lewat sms dengan seseorang yang saya kira......
Sms diterima : "Sesama saudaraku umat muslim, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Sonny dan keluarga"
Sms dikirim : "Hihihi bahasanya sonny kayak anak buahnya noordin M top dehhh, pake sesama saudaraku umat muslim hihihihi"
sms diterima : "kan emang pernah berguru hehehehe. Lebaran dimana?"
sms dikirim : yaa di jember aja. Gak balik ah gw
Sms diterima : "enak ya lebaran ini kita bisa liburan"
Sms dikirim : "Iya ya, lepas dari kerangkeng ya son" (dari awal sms saya mengira dia adalah Sonny, pacar sobat saya si Mbok Darmi, yang memang sedang menjalani in house training dan gak bisa kemana-mana, tapi mungkin mendapatkan liburan sebentar saat lebaran)
Sms diterima : "IYa nih. bebass hehehe jadi bisa liburan di kampungnya istri di Jawa Tengah"
saya mulai mikir, HA? istri di jawa tengah? ini sonny yang mannaaaaa? dan saya pun berhenti membalas sms beliau hehehehe.
Ah lebaran ini saya benar-benar kangen rumah!!
Penonton kecewaaaa
bulat kenyal

gambar diambil dari sini
Pasti semuanya udah gak asing lagi dengan sebutan Bandung sebagai Surganya makanan. Julukan ini sama sekali gak berlebihan. Hampir semua makanan di Bandung, yaa yang dijual di cafe atau restoran atau yang kaki lima sekalipun, enak! Gak tau apa sebabnya. Bisa karena orang-orang bandung emang pinter masak, atau seperti kata temen saya, mbok darmi Mangunkarso bahwa orang-orang Bandung itu masaknya masih pake hati. Mungkin benar. Yang jelas, masakan Bandung membuat hati saya gak bisa berpaling, terutama bakso dan teman-temannya.
Sedang kangen banget nih sama Bakso Si Boy di jalan Naripan. Mie nya yang punya kekenyalan pas sehingga bikin gak blenger kalo makan banyak sekalipun, dicampur dengan kecap yang manisnya pas (entah mereka pake kecap apa, yang jelas kecapnya enak banget, persis kayak yang dipake rumah makan masakan china), membuat mie si boy emang layak membuat pembelinya dateng lagi dan lagi. Belum lagi taburan ayamnya, dengan Kombinasi asin-manisnya yang pas dan gak bau amis sama sekali. Baso si Boy yang tampangnya emang mirip sama Bakso Akung ini punya isi komplit. Ada siomay yang ikannya kerasa tapi gak amis, ada pangsit isi ayam gurih, tahu putih yang lembut, bakso kering yang walaupun kering tapi gak bikin seret tenggorokan, bakso urat yang uratnya gak dibikin dari karet ban (tau kan boook bakso urat yang uratnya alot banget sampe membuat kita berpikir jangan-jangan bukan urat daging tapi karet ban). Dan tidak ketinggalan.... pangsit kering yang lebar, gurih, gak berminyak, dan krispi, tapi krispinya asik, bikin pecahan pangsitnya gak lompat kemana-mana kalo digigit (pernah kaaan makan pangsit kering yang kalo digigit bikin remahnya berlompatan ke kanan kiri, iiih malesss). Semua paket komplit ini disajikan dengan kuah bening yang gurihnya pas sehingga gak bikin eneg. Anjiss saya sudah menelan ludah berapa kali ketika menulis posting ini.
Gak cuma bakso modern macam bakso Si Boy itu yang saya kangenin, tapi juga bakso kampung. Perbedaan signifikan terletak pada kedua jenis bakso ini. Bakso modern atau yang juga dikenal sebagai bakso kota a.k bakso China biasanya memiliki kuah yang bening tapi gurih banget (kadang-kadang ditambahkan sedikit minyak babi hehehehe), sedangkan bakso kampung biasanya memiliki kuah yang penuh dengan lemak dan lebih spicy. DAN SAYA MENGGILAI KEDUANYA! hehehehehe. Dalam kurun waktu saya menjadi pecinta bakso, saya sudah mencoba banyak sekali bakso kampung di Bandung, dan eeee kok semuanya enaaak. Yang sering sekali saya datangi itu bakso ojolali di Wyata Guna, Jalan Pajajaran. Cuma dengan 5 ribu perak, saya udah dapetin bakso gede berisi daging cincang dan telor (yang kalo dibelah itu kuah lemaknya langsung meleleh ke kuah bakso diikuti dengan brudulan daging cincang), plus dua bakso urat ukuran sedang. Ditambah dengan bihun yamin dan sayuran. Kadang saya nambah lagi satu bakso besar (yaa yaa saya tauuu, kemampuan makan saya emang menakutkan), but i can't help it hahaha!
Ah saya benar-benar kangen pada bakso Bandung. Semuanya! Ya akung, ya bakso malang karapitan, ya Ojolali, ya Si Boy, Ya Mang Endin, Ya mamang siapa lagi laaah. Sayangnya, di kota yang saya tinggali sekarang tidak ada satupun bakso yang enaknya kayak Bakso di Bandung. Dan perut saya pun bersedih.
Tetep asik

Kepada teman-teman yang kenal saya lalu membaca posting saya sebelum ini, i just wanna tell you guys, bahwa aku masiiiih seperti yang duluuuu (dengan
Mau ngobrol jorok seperti biasanya? Hayu! Malahan sekarang saya lebih jago laah, soalnya bukan Cuma tau teori hauhauhauah
Mau ngobrol idealisme kiri? Hayu! Saya masih out of the box kok! Hihihihhi
Mau ngomongin filsafat? Hayu!
Mau ngobrol soal segala macem? Siapa takut
Wahai kawan-kawanku sekalian yang sering ngerumpi ngalor ngidul sama saya, tenaaang, kita masih bisa ngobrol asik kok, karena saya masih asik! huahauhauhauahauhauh
Tanpa judul
Duluuu sekali, saya membayangkan diri saya samenleven dengan seorang fotografer alam dan olahraga ekstrim. Tidak perlu ikatan hukum negara dan agama. Ikatannya cuma komitmen kami berdua. Pergi kemana suka, lakukan apapun suka, tak perlu mikir harus punya rumah, tak usah ribet dengan urusan meneruskan generasi, tak perlu melaksanakan kewajiban sebagai warga negara, sepertinya seru. Siapa sangka, beberapa tahun setelah khayalan tengah hari itu, terdamparlah saya di sebuah kota yang ya salaaam panasnya! Saya berada didalam sebuah rumah, bersama seorang suami, dan memasak! Hahahahaha. Hidup saya pun sekarang jauh lebih teratur dan sehat. Sejak kadar lemak di tubuh saya terus naik dan mulai mengganggu kesehatan reproduksi saya, saya berkomitmen untuk hidup sehat. Yaaa setidaknya saya mulai berolahraga. Kalo urusan diet makanan mah nanti aja dulu hehehe. Susah mak! Dan untungnya upaya saya untuk menurunkan kadar lemak ini didukung oleh lingkungan sekitar. Suatu hari, tetangga belakang rumah ngajakin saya senam. Bukan aerobik atau senam kegel, tapi senam LANSIA (jangan ketawa lo!). Yaaa karena memang tetangga saya itu tergolong lansia. Usianya lebih dari 70 tahun tapi masih segar bugar. Saya aja kalah stamina sama beliau kalo melewati tanjakan. Ih malu ati! Pertama kali senam, rasanya gimanaaa gituu. Ya iyalah, wong semuanya seumuran mbah saya. Mulai pertama datang, kami langsung salam-salaman kayak lebaran, dan ternyata ini ritual wajib ketika bertemu. Lalu saya mulai ditanya kerja dimana, asal darimana dan bla bla bla. Eh kok lama-lama saya malah nyaman berada ditengah eyang-eyang ini, walaupun perilaku saya mesti saya jaga benar. Yaaa bicara pun dengan intonasi sehalus mungkin dan menggunakan idiom-idiom jawa halus. Berada di tengah mereka, seperti sedang berada di kamar almarhumah mbah saya. Kadang wangi kayu putih, kadang wangi melati, lalu semu-semu wangi batik tua yang dikamper. Wangi masa lalu...
Selain ikut senam Tera (senam lansia) dua kali seminggu, saya pun rajin bersepeda. Tentunya belajar dulu doong. Karena buat saya tidak berlaku itu logika kebanyakan yang katanya orang yang bisa naek motor pasti bisa naik sepeda. Well, saya tidak. Motor dulu baru sepeda heheheh, dan eeeh ternyata ban sepeda yang diameternya kecil itu kuat juga mengangkut saya hahahahaha, dan mulailah saya ngegoes satu-satu. Awalnya masih campur, campur kaki! Hahaha, lama-lama lancar mak! Yihhiii kedua kaki saya ada di pedal euy dan bersepedalah saya ke alun-alun kota yang jaraknya gak begitu jauh. Ternyata menyenangkan juga naik sepeda. Gak bikin dada sakit. Beda sama kalo saya lari. Rasanya kok seperti seluruh dunia menghimpit saya. Lebay ah pop!
Oh selain teratur berolahraga, saya pun mulai ikut kegiatan bermasyarakat. PENGAJIAN DAN ARISAN! HAUHAUAHUAHA! Suatu kali, saya bilang mau berangkat pengajian, dan suami saya speechles. Ya iyalah, si hubby taunya saya manusia sekuler banget dan anti deh ngumpul sama segala macem kegiatan ibu-ibu itu. Tapi eng ing eng...sekarang saya bergabung dalam dua kegiatan yang dulu saya hindari banget. Dan ternyata saya menikmatinya. Dulu, dalam kepala saya, dua kegiatan itu cuma sarana bergosip para ibu rumah tangga kurang kerjaan. Kalo mau ngaji mah mending ngaji sendiri aja, mau dapet duit ya nabung aja. Eh ternyata, arisan dan pengajian ibu-ibu di RW saya ini asli arisan dan pengajian. Pas pengajian, aktivitasnya ya cuma ngaji, makan dan arisan PKK yang isinya emang tok ngumpulin duit. GAK ADA GOSIP! Pun ketika arisan. Pesertanya cuma 20 orang ibu-ibu di sekitar rumah saya. Aktivitasnya, ngumpulin duit, ngundi, dan makan! Ahahahaha. Ah saya senang!. Asli loo gak ada acara ngegosip. Lagian, acara ngumpul-ngumpul gini kan bisa jadi sarana promosi usaha si suami heheheheh. Jadilah saya dengan gak punya malunya jadi PR & Promotion buat dia. Haduuuh beneran deh bok, saya sendiri sampe takjub dengan kesediaan saya untuk lebih memasyarakat, karena biasanya saya cuma bersosialisai dengan orang-orang yang ada urusan kerja sama saya. Tapi siapa sangka bahwa saya akan nyaman berada ditengah para ibu ini. Siapa sangka bahwa saya merasa sangat tenang ketika mengaji dan mendengar orang mengaji. Oh mama, kau pasti takjub sekali sekarang ini pada anakmu yang dulu pernah bikin kau nangis dengan bilang "emang kenapa kalo atheis?". Ya mama, sekarang aku jadi muallaf hahauahuahauhahuah. Mari semuanyaa bilang ALHAMDULILLAH!
Yellow seed..
Hai Yellow seed
Tahukah kamu bahwa aku telah mati berulang kali?
Tahukah kamu bahwa kebaikan tuhan memberiku hidup lagi dan lagi adalah siksaan?
Karena ketika pagi ini ia memberiku satu kesempatan lagi, maka pada saat yang sama ia telah membunuhku
Yellow seed, tahukah kamu bahwa aku sedang menjalani nerakaku?
Cukup seramkah itu bagimu?
Orang bilang, tuntutlah ilmu ke negeri china. Well, aku akan pergi ke negeri China jika disana aku temukan tips "how to" menikmati nerakaku
Yellow seed, ini sisa-sisa diriku yang kau lihat
Remah-remah asa yang berhasil kukumpulkan dari puing kehancuranku yang berjalan amat lambat tapi pasti ini
Aku mohon doa, semoga aku cepat mati dan pindah ke alam yang katanya alam transisi sebelum masuk neraka, neraka keduaku. Setidaknya ada suasana baru, walaupun ujung-ujungnya tetap neraka juga
Tapi hey, kata mereka orang Indonesia penuh rasa bersyukur. Jadi mungkin aku akan coba juga bersyukur, setidaknya aku punya lingkungan baru, yang belum tentu lebih baik, bisa saja lebih parah, tapi setidaknya baru. Neraka keduaku
Yellow seed, bolehkah aku meneguk racun ini sekarang?
Cinta SMA
Saya : sak, lu mau nerusin kemana? (basa basi pisan tah urang teh)
Dia : kayaknya ke UPI euy, jurusan musik. Lu nerusin kemana co? (dia manggil saya ico, kagak tau dah artinya apa)
Saya : gw kayaknya ke fikom deh (padahal langsung kepikiran untuk daftar ke upi musik juga hahaha)
Dia : iyalah, pas banget jurusan itu sama lo
Saya : (mata agak menerawang) mmm sak...
Dia : apa co? gak usah grogi gitu dong co
Saya : anjiss, maneh nyaho wae mun urang grogi. Gini sak, gw kan pernah bilang sama lu kalo gw naksir anak musik?
Dia : hooh, gw tau da orangnya siapa
Saya : (mulai deg-degan) siapa sak?
Dia : David kan? (si david ini sekarang jadi additionalnya peterpan atau the titans itu lah)
Saya : hauhauahauh. Kagak dodoool. David mah cakeep, yang gw taksir mah jelek (kayaknya dia mulai gak enak hati deh haha)
Dia : siapa co orangnya?
Saya : elu
Dia : (dia langsung menirukan gaya orang mau pingsan) kok gw co?
Saya : (sial, tampang dia kok kayak yang kengerian gitu ya) yaaa gak tau sak. Gw suka aja sama lu. Gw jatuh cinta sama lu dan musikalitas lo. Tau gak? gw deg-degan siah tiap kali ngobrol sama lu. Susah tau nyembunyiin perasaan itu sementara gw harus biasa-biasa sama lu
Dia : tapi gw gak naksir sama lu co. Gw nganggep lu sobat laki gw
Saya : anjiss hahaahah. Yaa gak papa sih sak. Gw cuma mau suka sama lu, lu gak perlu suka juga sama gw. Ok! akhirnya gw bilang juga. Gw legaa. Udah dua taun gw naksir sama lo
Dia : makasih ya co. Lu jangan nangis ya co.
Saya : hahaha! ya kagak laaah. eh gw pergi dulu yaa, mau nonton hehehehe. Dah yusaaak. See yuuuuu (air mata udah di ujung tanduk)
Dia : ati-ati ya co. Gw sayang sama lu
Saya : (aduh aduh..pengen meweeek)
saya berjalan beberapa meter
Dia : Co! co!
Saya : (jangan nengoook jangan nengoook, nanti ketauan meweek) Daah yusaaak (ngasih dadah pake tangan kiri dengan wajah tidak menoleh)
Dia : co! co! kok gak noleh siiih
Saya : (menghentikan langkah lalu jalan kembali dan buru-buru nyebrang karena diseberang sana sudah ada kawan sejati menanti dan saya langsung meluk dia sambil mewek hahahaha)
Sak, kamu gak berubah. Keteduhan di wajah itu masih ada. Dan ketika melihat foto kamu yang menjadi salah satu gitaris terbaik di java jazz kemarin sehingga mendapatkan gitar bertanda tangan Jason Mraz, aku bangga. Kamu makin dekat pada mimpimu. Mimpi yang pernah dibagi padaku dibawah pohon karet tempat kita suka nongkrong.
Nyunda
Roro Jongrang mencari jodoh
Hehehe, geli juga membaca kalimat diatas ketika saya chat dengan mantan teman kantor yang dulu sangat dekat dengan saya, dan tau benar bahwa meskipun cara pandang saya banyak mengacu pada feminisme humanis, tapi gak seradikal itu sampe saya gak mau menikah. Bukan cuma dia yang agak kaget dengan keputusan saya menikah, beberapa teman pun begitu. Ada yang bilang "masa feminis nikah?" hahahahahaah! siapa yang bilang feminis itu gak boleh nikah? Sepertinya menikah itu dianggap sebagai pengkhianatan pada ideologi feminisme hehehe. Lagipula saya bukan feminis aaah, terlalu gimannaaa gitu kalo saya melabeli diri sendiri dengan itu. Iya memang dalam perkembangannya, ada yang disebut feminis radikal, yang root pemikirannya adalah bahwa sumber dari segala kekerasan terhadap perempuan adalah laki-laki. Maka jika tidak ingin kekerasan ada di muka bumi, enyahkan saja laki-laki. Ekstrimnya begituuu. Padahal kekerasan itu bukan hanya dilakukan oleh laki-laki :). Lalu kemudian teman-teman feminis radikal inilah yang dilihat sebagai corak umum dan aliran utama feminisme. Banyak dari teman-teman ini yang kemudian memilih menjadi lesbian by any cause of course, atau tidak menikah saja. Saya, tidak memilih itu. Dari yang saya pahami melalui studi feminisme, bahwa harmonisasilah yang dikehendaki oleh feminisme. saya dibesarkan di lingkungan yang tidak memperlihatkan keindahan relasi perempuan dan laki-laki, bahkan saya punya banyak sekali alasan yang bisa membuat saya benci laki-laki, atau menjadi lesbian saja.
Tapi kemudian saya bertumbuh, dan mencari, serta berpikir, bahwa saya tidak ingin menjadi blue print sebuah sistem yang membesarkan orang-orang di sekitar saya menjadi orang yang timpang bersikap. Tuhan tidak gegabah. Dia juga baik hati dan penuh perhitungan. Ia tidak menciptakan apapun untuk jadi sia-sia atau disia-siakan. Pun dalam berbagai teologi agama tidak pernah dikatakan bahwa harus ada ketimpangan, agar menjaga dunia relasi manusia tetap harmonis. Hanya ada keselarasan. Itu saja. Maka ketika saya menemukan partner yang saya anggap dapat selaras dengan saya, pencarian saya berakhir. Cieee pencariaan, kayak sayembara jodoh aja pop ah. Iya, saya pernah berpacaran dengan beberapa tipe orang dan pada akhirnya saya meninggalkan mereka karena mereka tidak melihat saya sebagai manusia berdaya, yang punya kehendak, punya pikiran, punya kemampuan untuk mewujudkan apa yang saya ingin, dan saya tidak ingin bergantung. Sementara mereka berpikir bahwa perempuan memang semestinya bergantung pada mereka, menunggu mereka putuskan apa yang baik untuk saya, lalu mendikte apapun yang harus saya lakukan untuk membuat diri saya tetap menjadi "milik" mereka. Dari sini saya berpikir bahwa keselarasan itu tidak mungkin kami rintis. Lalu ketika saya sedang menikmati kesendirian, saya bertemu sama suami saya dan kemungkinan relasi yang selaras itu tergambar jelas. Tipe orang seperti itu yang saya cari. Yang akan melengkapi hidup saya dan saya akan melengkapi hidupnya. Hanya tuhan, saya dan suami yang tau bagaimana sulitnya bisa sampai sini. Darah dan air mata kami tumpahkan *halaaah lebay lo ah!*. Saya rasa memang ada saatnya seseorang menghentikan pencariannya, ketika ia sudah menemukan. Ya eyalah pooop! jadi untuk yang ingin selalu mencari, semangat!!! kalo keabisan ongkos, jadi tukang cuci piring aja, atau jadi waitress! hihih, ngomong apa sih guwe.
jendela...
Ya, tuhan tidak pernah mengambil, ia hanya mengganti.


