Pekerjaan Rumah
4 Gawean alias kerjaan :
- Siaran, udah pasti itu mah soalnya bagian dari usaha cari duit
- Produser feature : bikin segala macem storyboard iklan, promo, drama, feature, dan segala elemen recorded lainnya buat di udara, ini juga bagian dari usaha cari duit
- Motret. Ini salah satu aktivitas iseng yang paling dinikmati. Untuk aktivitas iseng yang satu ini, saya bisa sangat egois. Sukanya pergi motret sendirian aja, melancong kemana suka, gak suka pergi sama yang manja-cerewet-dikitdikit ngeluh capek, daripada banyak ngomong mending banyak motret lah.
- Nulis hal-hal gak penting. Ini aktivitas penyaluran sakit jiwa hahaha! daripada semua dipendam jadi penyakit mending nulisss
4 Tempat tinggal fav :
- Rumah tentunya, karena saya termasuk anak rumahan yang sangat menikmati berada dirumah sambil pake daster bolong-bolong semriwing
- Kamar nonton : Di kamar inilah semua dvd saya berada, dan untuk yang satu ini saya juga bisa sangat egois. HP matiin, gak bales sms, dan selama jam nonton, dilarang ada yang ganggu, kalo ganggu siap-siap aja rabies digigit saya!
- Kantor : Ini rumah kedua saya dan menjadi tempat pelarian saya kalo lagi bener-bener bosen dimanapun
- Kuburan
4 Film yang ditonton 100x :
- Wedding Singer
- Sister act
- DVD Oprah Winfrey Show (ini bukan film sih hehehe, tapi paling sering ditonton)
- Warkop DKI
4 TV show favorit:
- Oprah Winfrey Show
- Kick Andy
- Nanny 911
- Warkop DKI
4 Makanan favorit:
- Makanan enak dan gratis
- MAkanan enak dan gratis
- Makanan enak dan gratis
- Makanan enak dan gratis
4 Situs favorit:
- Miund.com
- situs-situs cake & pattiserie
- http://digital-photography-school.com
4 Warna Fav :
- Item
- Putih
- Biru tosca
- Coklat
4 Hobbies:
- Motret
- Makan
- Travelling
- Berhayal
Jeng Gendhis, itu dia PR ku. Tapi ini hasil copas. Gak papa ya say?! heuehuehe
Kenapa sih?!
1. Kenapa ada orang yang seneng banget jadi pemberi komen yang pertama? Mereka kadang ninggalin komen yang cuma bilang "Asiik aku yang pertama!" atau "Kasih komennya nanti aja ah, yang penting ninggalin jejak pertama dulu" atau kalimat senada lainnya. Kenapa begitu penting menjadi yang pertama memberi komen pada posting orang lain? kalo komennya mengomentari postingnya sih ya gak mengundang tanya saya, karena komentar atas posting buat saya itu bentuk perhatian, tapi kalo komennya cuma berisi kabar yang berusaha mengukuhkan eksistensi, untuk apa?
2. Seperti maksa pengen di-link
I would never do that! so corny, so gak banget. Ketika blogwalking dan membaca shoutbox orang lain, sering sekali saya menemukan pesan "Link dong (dan ngasih alamat link)" atau "Isi blog aku bagus (dan ngasih alamat link)", atau kalimat senada lainnya. Hanya meminta seseorang me-link blog kita tanpa memberikan bentuk perhatian serupa komen atas posting atau menanyakan kabar atau mengomentari sesuatu dalam blog itu menurut saya bentuk sesuatu yang dinamai NGAREP heuheueheuhuheu. Saya pikir ketika kita mengunjungi blog orang kemudian menunjukkan sebuah perhatian yaa dengan meninggalkan komen misalnya (bukan komen ""Yiippi! aku pertama!) atau pesan di SB yang lebih dari sekedar pesan pengen di link, sang pemilik blog juga akan tertarik pada blog kita tanpa kita minta ia untuk tertarik. Yaa setidaknya sang pemilik blog akan ngintip-ngintip dikit walau gak mesti meninggalkan jejak. What you give is what you get bukan? Malah jadinya tengil kalo ada seseorang minta blognya di link, aduh kalo blog situ isinya enak dibaca orang juga otomatis nge-link kok. Jangan khawatir ad-sensenya gak diintip sama para blogwalker, kalo emang isi blognya bagus. Dan ngapain juga segitu putus asanya pengen diliat sama orang demi meningkatkan page rank.
Surat cintroong
Beb, inget gak november taun lalu kita ketemu?
Tuhan dengan caranya mempertemukan kita dan membuat kita berdua menjalani sebuah perjalanan waktu yang walaupun belum terlalu lama tapi kita berdua tau itu menyakitkan.
Beb, aku gak menyangka kita bakal berhasil sampe sini setelah apa yang kita lalui
Jika aku menulis skenario sinetron dari cerita kita berdua, pasti sinetron Raam Punjabi kalah rating
Beb, lebih dari 300 hari kita sama-sama, cuma bisa ketemu tiga bulan sekali dan tiap ketemu aku malu-malu panda karena seperti ketemu pacar baru.
Kamu juga pernah bilang, suka lupa sama muka aku hahahah! sama beb, aku juga.
Tapi untung sekarang kita hidup di jaman canggih, jadi aku punya foto kamu di komputerku dan bisa kuliat tiap kali aku mulai lupa sama muka kamu
Beb, kupikir awalnya tak mungkin menjalani ini semua sama kamu. Sudah ingin menyerah rasanya. Aku lelah beb
Kemudian kita berdua bergantian saling menguatkan, karena kita tau tak mudah menjalani apa yang kita tempuh selama ini
Kamu memintaku tetap tinggal saat aku hanya ingin pergi, cuma ingin pergi karena aku lelah, lelah dengan semua yang terjadi
You know what beb? kini aku bersyukur karena telah memilih untuk tetap tinggal
Bebas hutang
Tadi pagi saya ke bank bayar ini itu dan mendapati sisa penghasilan satu bulan saya yang tinggal sedikiit lagi, itupun masih akan dipotong dengan biaya BBM dan makan. Sedih sekali rasanya jika penghasilan yang kita usahakan selama satu bulan cuma lewat saja di rekening. Benci deh hidup from paycheck to paycheck. Pengennya tabungan saya menggemuk biar bisa cepet-cepet punya DP rumah (hihihi ngutang lagi deeh) dan hutang mengurus, kalo bisa sih hilang sama sekali. Saya kira saya boros, tapi ketika beberapa bulan lalu saya melakukan audit pengeluaran dan penghasilan, ternyata memang harga-harga kebutuhan yang makin meningkat itu tidak imbang dengan penghasilan saya yang tetap per bulannya dan saya memang bukan tukang belanja jadi gimana mau boros?. Strateginya adalah pindah kerja ke tempat yang menawarkan upah lebih baik atau memaksimalkan kemampuan saya untuk mencari uang tambahan. Hmm sepertinya pilihan kedua lebih asik, dan siapa tahu saya malah tak perlu kerja kantoran hihihih. Dan mengingat kemarin ini foto saya pertama kalinya menghasilkan uang, jadii...harus belajar fotografi dengan lebih seriuss!!! Dan semoga juga saya bisa menulis dengan lebih baik sehingga tulisan saya pun menghasilkan uang! dan semoga job ngemseh makin banyak sehingga tabungan pun bertambah! duh benci deh diperbudak uang, tapi gimana dongs, saya kan pengen punya rumah sendiriii
Cerita perjalanan pulang
Setelah me-recharge semangat dengan menemui sang kekasih di bondowoso, tibalah saatnya untuk pulang. Ah seandainya ada pintu kemana saja-nya Doraemon, semua pasti lebih menyenangkan. Malas sekali ih untuk pulang. Males di jalannya. Tapi yaa perjalanan pulang emang hal yang gak bisa dihindari berhubung domisili saya masih di
Ojeknya ngebut cing! udah gitu, masa si tukang ojek pegang paha saya. Ih minta ditampar pake helm! awalnya sih komunikasi berjalan menyenangkan, karena kami saling bercerita, ee setelah dia tahu saya orangnya ramah, kok tangannya dia nyentuh paha saya dari depan. Sebetulnya bukan sentuhan grepe nakal kurang ajar gimana, tapi tetep aja ijk gak sukka deh! lalu saya keplak tangannya pake tas. Dan menyingkirlah tangan dia dari ujung paha saya. Karena tukang ojek itu cukup sembalap, saya sampai pula di Stasiun Gubeng tepat jam setengah 4. Dengan terburu-buru dan sempat ngepot dikit ala slalom contest, saya pun sampai di loket tiket dan tiket duduk sudah habis sodara-sodara! daripada gak pulang, mending beli aja tiket berdiri, pantat mah bisa ditaro dimana aja asal bukan di muka orang
Wiiih, keretanya asli penuh banget! Naaah itu ada tempat di belakang kursi! Koran saya gelar, tas saya taruh di atas, dan gelemporanlah saya disitu. Tidak terlalu buruk ternyata. Ketika semutan melanda, saya pun berdiri dan mencari tempat untuk berdiri dengan nyaman. Dekat toilet yang tidak terpakai dan didepan pintu lah yang saya pilih. Kalo ada bau-bau tak sedap kan tinggal buka pintu dan Brrrr. Begitupun jika saya ingin kentut sepuas hati, tinggal buka pintu, aroma pun lepas ke alam bebas dan kentut tidak akan terdengar karena mesin kereta yang berisik hahaha! Eh ternyata disitu ada juga dua orang polisi kereta lengkap dengan senapan berpeluru tajam. Saya ajak ngobrol mereka berdua yang mukanya agak menyeramkan tapi ternyata baik juga. Jam kerja mereka panjang lo. Pasti lelah sekali menjadi mereka. Harus pulang pergi Bandung-Surabaya dengan berdiri terus dan waspada selalu karena kejahatan ada karena kesempatan, jadi waspadalah! Mereka berdua inilah yang menjadi teman seperjalanan selama beberapa saat.
Aduh saya laper! berangkat dari bondowoso belum sarapan. Mana penjual nasi bungkus gak ada pula, padahal biasanya mereka wara wiri di kereta. Jadi saya pergi ke gerbong makan. Duduklah saya disitu, pesan nasi rames dan es jeruk. Ramah-ramah loo ternyata bapak-bapak petugas kereta yang wajahnya jutek itu. Kami sempat becanda-canda kemudian saya minta tolong me-recharge hp yang sudah mati kehabisan energi sedari tadi. ee dibolehin gitu sama merekanya. Makasih ya paaak. Ooo rupanya gitu too pemandangan dapur kereta. Si kokinya sibuk bikin mie rebus dan ini itu, dan saya menikmati pemandangan sibuk itu. Tapi nasi ramesnya pedeesss. Seorang bapak yang melihat saya kepayahan karena pedas berkata "Weeeh, makannya pelan-pelan mba, nanti keselek". Kemudian bapak yang lain berkata "Makannya yang banyak mbaa, biar gemuk! hahahaha". idiiih situ ketawanya puass beneer. Tapi biarlah, sesama bis jangan saling mendahului yaa. Sudah bosan saya di gerbong makan, pergilah saya darisana dengan diiringi ketidakrelaan bapak-bapak itu. Naah kalian seneng kaaan ada saya disituuu. Melewati
"Sampeyan jujur aja sama saya, darimana dapet tiket ini?"
"Dari loket pak" (dengan wajah agak gugup)
"Gak mungkin loket mengeluarkan dua tiket dobel. Sampeyan lihat gak kalo tiket sampeyan ini ditulis pake bolpen. Berapa sampeyan beli tiket ini?"
"harga yang sama pak dengan tiket bapak."
"Gak mungkin. Udah jujur aja sama saya, ndak usah takut"
setelah didesak begitu akhirnya dua penumpang itu jujur juga
"saya beli 20 ribu satu tiket dari petugas tadi pak"
"wuooo kerjaannya orang dalem toh. ya sudah, saya nyampe
Ihihihi, bapak ini baik juga.
Huah selesailah masalah itu dan saya bisa tidur dengan tenang. Oh tapi gak bisa juga ternyata. Di tengah dinginnya angin malam, ternyata ada dua penumpang yang turun di stasiun apa ya saya lupa, kalau tidak salah sebelum Madiun. Ihiiiy ada kursi kosoong. Nempelah pantat saya di kursi itu, di sebelah seorang bapak bernama Abdurohim yang ternyata teman perjalanan yang asik. Beliau kenal juga dengan Abah Iwan Abdurahman, karena mereka satu fakultas di pertanian unpad. Bergulirlah cerita-cerita seru. Ternyata dulu tidak ada angkatan 66 di Unpad. Dari angkatan 65 langsung 67, karena angkatan 65 menjadi dua tahun akibat adanya PKI. Wah pokoknya Kang Ohim ini cerita banyak banget. Tentang anak-anaknya yang semuanya sudah kuliah, bahkan sampai beliau perlihatkan foto keluarga mereka. Beliau ceritakan juga soal prinsipnya mendidik anak-anaknya, dan ia adalah orangtua asik loo. Kang Ohim yang merupakan konsultan pertanian ini pun tidak berhenti bercerita. Adaaa aja yang beliau omongin dan untungnya gak bikin saya ngantuk, karena saya termasuk orang yang dengan kurang ajarnya bisa tidur pulas didepan orang yang sedang cerita pada saya. Untungnya saat itu saya gak tidur.
Sampai di stasiun Jogja, kursi tak bertuan yang tadi saya tempati ternyata ada yang punya. Terusirlah saya dari situ, kembali ke pojok itu, didepan toilet, namun kali ini tanpa koran karena koran saya digunakan kang ohim untuk tidur dilantai. NGesotlah saya di perbatasan gerbong itu, sambil sesekali harus minggir karena ada pedagang asongan yang lewat. Didekat saya, ada dua orang bapak yang bekerja di PT Pindad, mereka juga tidak kebagian kursi. Mereka bekerja sebagai trainer penggunaan senjata baru oleh para angkatan bersenjata kita. Mulai dari senapan kecil, sampai bom dan peledak, mereka tau fungsinya. Wuuiiih ketemu lagi nih sama teman seperjalanan yang menarik. Saya membeli pisang rebus untuk teman obrolan dan mereka membeli kacang bulu. Lengkaplah malam itu. pisang rebus, kacang bulu, segelas kopi dan obrolan hangat.
Dua bapak ini tidak berlatar belakang militer, tapi mereka pernah mendapatkan pendidikan militer selama enam bulan. Mereka inilah orang-orang pertama yang mengetes sebuah senjata setelah selesai dibuat. Mereka juga yang melatih para pengguna senjata itu kemudian. Sehingga resiko terkena peluru, ledakan kecil, dan kecelakaan lain yang berkaitan dengan senjata sudah biasa mereka alami. Sayang mereka tidak bisa saya undang untuk siaran karena dalam dua hari mereka harus ke
Disana Menanti, Disini Menunggu...oh
Yaa yaa, Uk's Amir memang terkenal di era 90-an. Saya pun hapal lagu dia dan bisa menyanyikan itu dengan sempurna tanpa notasi-notasi yang melenceng *halaah.
Untuk yang mau intip-intip, silahkan liat disini
Mari kita telaah liriknya, yuuu...
Seumur hidup aku, ini yang pertama pintu hatiku diketuk oleh dua wanita. punyai ciri selama ini kucari berbeza wajah ayunya tetap asli kalau kupilih disini apa kata disana kalau kupilih disana, disini akan terluka perlukah aku pilih keduanya bahagi kasih seadil-adilnya
Hmm rupanya role model poligami pun ada di masyarakat Malaysia. Tapi tentunya dampak poligami sama aja dimanapun, bingung. Suruh siapa naksir duaaa. Giling lu ya mir! Ah mengingatkan saya pada sosok Fahri di Ayat-ayat cinta. Sama juga dengan curhatnya Ahmad Dhani dalam Aku cinta kau dan dia. Yaa yaaa, hai semua yang disanaaaa, Poligami itu not good you knooow. Selingkuh juga sama aja. Jadii, gak usah lah situ buka cabang dimana-mana, seperti Bang Satria Bergitar berbulu dada berjambang berkeringat dimana-mana itu. Lu kira rumah makan! dan kamu pikir bisa adil pada semua cabangmu? ...yakin bisa adiiiil? Apa sih adil ituuu?
Ok, kita ke bagian liriknya yang lain
sungguh kumerasa resah untuk menilai sesuatu yang indah namun ku ada pepatah yang aku gubah disana hanyalah menantiiiii sampai bilapun ku tak pasti bertanya kabar melalui TINTA jarang sekali bertemu muka namun kutahu dia setia
mmm rupanya penyanyi Indonesia dan Malaysia punya masalah yang sama. Sulit bilang C & T dengan tepat. Saya ingat dalam sebuah episode Tembang Kenangan, Ernie Johan menyanyikan lagu Mutiara yang hilang "dikaulah muCiara yang lama kucari, sekarang berjumpa muCiara yang hilang hanyalah kiasan tapi dikau orangnya". Dalam lagu Teluk Bayur pun begitu "Selamat tinggal kasihku yang terCINCA doakan agar ku cepat kembali. Kuharap suratmu setiap minggu kan kuJSYAdikan pembuluh rindu". Tapi tenang Tante Erni, anda tidak sendiri. Karena banyak penyanyi yang tidak bisa bilang C dan T dengan tepat. sebut saja Fathur Java Jive, "Adakah TINTA yang tulus kepadaku. Adakah TINTA yang tak pernah berakhir. Adakah TINTA yang tulus kepadaku. Adakah TINTA yang tak pernah berakhir". Duh, Aa Fathur, Aku hanya punya Cinta untukmuu, bukan Tinta. Cari aja di Gramedia yaa, atau di balubur kalo yang pengen agak murah siiih *kedip-kedip nakal. Penyakit C&T ini pun dilakukan oleh para vokalis band masa kini. Sebut saja Ariel Peter Pan. selain dirinya kalo nyanyi ngagerenyem dan seperti orang kumur-kumur, Kok saya jarang banget ya denger dirinya menyebutkan C dan T dengan tepat. Belum lagi vokalis band yang lain seperti Yan Kasela yang ah itu. Daan banyak lagiii. Yang terbaru setelah Cincaw lowra nih, si Indonesian Idol, Aris. Duh segitu udah dikritik sama Titi DJ, tetep ajaa, bilang T itu C. Aduh aduh puhliiis. Ok, back cu the lirics...
Dan disini tetap menungguuuuu. Berada jelas di matakuu
Kasih tak luak terhadap aku. Sanggup menunggu kata putusku
sayang, ketabahanmu menawanku. KUTERIMA SATU NOTA. RINGKAS TULISANNYA. DIA SEDIA UNDUR DIRI
Eit tunggu! lagu ini tentang cinta atau bisnis sih? hihihih. Tapi lagu ini emang menyayat hati boo. Apalagi kalo didenger pas lagi makan coklat payung di teras rumah, diiringi derai hujan. Ah nendang banget lah suasananya. Berasa jadi Siti Nurhalizeu patah hati deh neeek.
