Hai Kumang
Hei! jangan terlalu dekat dengan air, nanti tubuhmu bisa habis
Biarlah, biar musnah sekalian, luruh bersama laut. Biar jiwa ini melarung menuju pusat samudera
Ada apa manusia pasir? kau bosan pada hidupmu?
tidak kumang. Bukan bosan, tapi...tak tahulah. Kumang, apa menurutmu putri duyung dalam dongeng pernah menyesal karena telah meminta kaki?
Mm..mungkin dia menyesal, tapi bukankah dia dapat gantinya? cinta si pangeran impian?
Itu dia kumang. Jika cinta harus ditebus dengan rasa sakit teramat sangat, layakkah?
Manusia pasir, kau pernah mencintai sesuatu? atau..seseorang?
Tidak, bahkan aku pun tak cinta hidupku. Semuanya fana, kumang. Apalah artinya mencintai yang fana. Lihat aku. Sekarang jadi manusia, besok jadi istana, nanti sore bisa saja aku jadi replika ikan hiu.Aku tak punya kuasa atas diriku. Menjadi dirimu sepertinya lebih baik. Bisa berganti rumah, bisa juga menggelandang, telanjang tanpa rumah. Suka-sukamu lah
Haha! Kau tak tau saja jika ada makhluk sebangsaku yang sangat ingin mapan.Menetap, punya rumah nyaman dan tak perlu pindah-pindah. Rumah yang sama tempat kami kecil tinggal sampai dewasa dan beranak pinak.
Haha! kau terdengar seperti manusia, kumang. Tahukah kau? aku juga punya impian
Apa?
Mengapung bebas di laut lepas, sesekali masuk mulut hiu, lalu keluar menjadi residu kemudian terapung kembali, melayang, melayang, lalu tenggelam, sampai kemudian mengapung kembali saat aku ingin mengapung.Kau tersenyum, kumang. Menurutmu aku pasti gila.Tahukah kamu kumang? Selama kita bicara tadi, laut sudah melarutkan setengah badanku. Kau tak sadar bukan? tinggal setengah lagi menuju impianku, kumang
Hahaha! kau memang gila hei manusia pasir.
Sudah ya kumang. Kita sambung lagi pembicaraan ini entah di masa yang mana. Aku akan melakukan perjalanan impian. Semoga kau menemukan rumah impianmu kumang
Selamat jalan manusia pasir. Samudera, titip temanku ya...