Kamis, 07 Oktober 2010

2 komentar
Udah jelas-jelas ada ASBAK didepan mata, tapi masih buang abu dan puntung di karpet.
PEROKOK TOLOL!!!

That Evil Circle

Selasa, 05 Oktober 2010

5 komentar
Kali ini saya mau cerita tentang dua orang perempuan yang besar di tengah latar belakang yang sangat berbeda. Yang satu bernama Sumarni, satu lagi bernama Widi.


Biar saya cerita dulu kehidupan Sumarni.

Sejak kecil dia diasuh oleh neneknya yang cukup mapan untuk membiayai dia sekolah. Tapi sang nenek rupanya sangat kuno sehingga ia berpikir bahwa Sumarni tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena toh ia akan jadi ibu rumah tangga yang lingkup kerjanya hanya di sumur, dapur dan kasur. Yaa bisa baca dan tulis saja cukup laaah. Yang penting Sumarni terampil dalam urusan domestik. Alah bisa karena biasa. Sumarni terampil sekali dalam urusan "keputrian". Dapur adalah singgasananya dan rumah adalah kerajaannya.

Seperti juga perempuan Jawa lainnya, Sumarni dibesarkan dengan doktrin Manut. Jadilah Sumarni perempuan yang sangat manut. Terhadap apapun. Neneknya dan pola didiknya yang membelenggu, terhadap suami, terhadap lingkungan dan terutama terhadap nasib. Rasa nrimo Sumarni menjadi sangat tinggi. Ia seperti sudah menyerahkan diri pada hidup karena cuma cara itu yang ia tahu. Karena dibesarkan dengan penuh pembatasan, jadilah Sumarni perempuan dengan pola pikir serba terbatas. Punya banyak sekali ketakutan, kekhawatiran dan ini berimbas buruk pada anaknya. Ia mengulang  siklusnya. Sang anak yang sangat berprestasi dalam olahraga dilarang untuk mengikuti berbagai lomba diluar daerah mereka tinggal. Ini itu dilarang padahal anaknya punya potensi besar untuk jadi aset daerah. Ini membuat sang anak sempat terkena Inferiority Syndrome.



Ok, sudah cukup soal Sumarni, sekarang saya mau cerita tentang perempuan kedua. Namanya Widi.

Ia dititipkan pada saudara yang ningrat kaya karena ibunya terlalu miskin untuk membesarkan tujuh anak sepeninggal suaminya. Karena tinggal menumpang orang, widi harus tahu diri. Cita-citanya menjadi penyanyi harus ia kubur dalam-dalam karena induk semangnya cuma ingin ia belajar, bukan bernyanyi.

Seperti juga Sumarni, Widi pun mengalami banyak pembatasan. Ya jatah makan, ya jatah keluar rumah untuk bermain, dan lain-lain.  Tapi dasar Widi anak yang tak mau dibatasi. Diam-diam ia ikut lomba bintang radio dan menang! sejak itu ia jadi populer di sekolah. Widi sang primadona. Tapi ia tahu, cita-citanya cuma bisa sampai disitu. Tak ada gunanya menyulut kemarahan sang induk semang yang selama ini sudah banyak berjasa menyelamatkan ia dari kemiskinan dan membuat ia bisa sekolah. Widi pun tak lagi bernyanyi didepan orang banyak. Cuma dikamar mandi saja ia masih bisa sedikit bersenandung. Senandung lirih....
 
Dalam senandungnya widi bertekad, apapun yang terjadi pada masa depannya, jika pun nanti ia punya anak, anaknya tidak akan merasakan apa yang ia rasakan. Dibatasi itu tidak enak. Dipaksa mengubur potensi diri itu menyakitkan.Cukup sampai dirinya dan cukup sekali ini saja ia menyerah. Tidak akan lagi.


Sumarni adalah ibu mertua saya dan Widi adalah mama saya. Merasa familiar dengan potret hidup mereka berdua?  

Lewat tulisan ini saya cuma mau bilang , Lingkaran itu ada, siklus itu sudah terlanjur bergulir. Tapi pilihannya ada pada kita. Mau putuskan lingkarannya atau teruskan siklusnya?

Dari Kereta sampai Bang Meggy

Senin, 04 Oktober 2010

5 komentar

Saya baru pulang dari luar kota, dengan harapan ingin cepat sampai dan sayangnya tidak ada  jadwal penerbangan ke tempat tujuan saya pada hari itu, jadilah saya naik kereta. Tawa si kei, pegangan tangannya, suara-suara lucunya kala kegirangan sudah memenuhi hati dan kepala ini. Ya, cuma tinggal beberapa jam lagi saya akan bisa memeluk dia. Melepaskan kerinduan setelah tidak bertemu beberapa hari ini. Fuuh, setelah stasiun ini akan ada satu stasiun lagi lalu stasiun yang saya tuju. Duduk saya makin tak enak. Sudah tak sabar ingin cepat sampai. Senyumpun sedari tadi mengembang lebar. Bahkan sempat-sempatnya saya senyumi Bapak keamanan kereta yang membawa senjata laras panjang. Senyum yang sangat manis, bikin dia jadi bingung. Kei, bunda pulang nak. DARRR!!!!! 


Kenapa ribut sekali suara diluar sana? Kenapa semuanya gelap? mendadak hati ini pedih, seperti rasa kehilangan. 

"Satu orang lagi korban tewas yang telah berhasil dievakuasi dari badan gerbong yang hampir terbelah dua"


Saya  merinding lalu nangis bombay setelah membuat cerita diatas dalam kepala saya. Ngeri. Ketakutan terbesar saya dalam hidup setelah punya anak adalah takut tidak bisa bersamanya saat ia tumbuh. Makanya ketika tadi pagi baca  koran tentang tabrakan kereta di petarukan, otak lebay saya langsung bekerja, "bagaimana jika saya ada di gerbong itu?". Saya keburu mati tanpa sempat mengucapkan apapun pada si kei. Tanpa sempat membuat delapan surat yang akan si kei baca satu persatu setiap tahun sampai ia berumur 8 tahun *film kuch kuch hota hai kale poooop*. Dan asli saya nangis senangis-nangisnya tadi pas siaran. Padahal di headphone saya sedang menyanyi itu lissa siapalah itu dengan keong racunnya. Saya bener-bener takut pisah sama si kei.  DAN KENAPA JUGA INI MEGGY Z NYANYINYA PAKE BUNUH-BUNUHAN?!

setress...

Pinteran dia looh

Jumat, 24 September 2010

8 komentar
Sejak mengelola warnet, saya dan si hubby jadi beneran melek tentang fakta bahwa pengetahuan anak-anak sekarang tentang perbokepan emang luar biasa. Dari mereka juga kami tahu situs ini itu hahaha! padahal kitanya yang udah berkali-kali praktek aja manalah tahu situs kayak gitu. Bahkan saya, gini-gini saya bego bener soal istilah-istilah perbokepan, saya kan polos. Saya tahu kepanjangan MILF aja kemaren-kemaren ini dikasih tau Bapak Kodok (Ya! buat yang pengen tau lebih banyak soal perbokepan, silahkan kontak deni, jangan ragu-ragu! dia seneng kok ditanyain begituan huahahauahahaha). Lewat software pengintip komputer klien, saya jadi tahu kalo anak-anak kecil itu tahu banget banyak istilah. Mereka bisa dengan mudahnya, dan tepat pula ejaannya, menulis MILF atau istilah lainnya (in english) sebagai kata kunci pencarian. Dan mereka juga ahli banget maenin games yang goalnya adalaaaah membuat tokoh perempuannya cepet orgasme. Hauhauah goblog! jadi ada beberapa jurus gitu yang bisa mereka pilih, yaaa pokoknya how to pleased the lady from head to toe. Pas saya dan suami nyoba maenin games kayak gituan, kok ya itu avatar kagak gerak-gerak ajaaa hahahaha!

Ya salaam, ngeri banget ya pengetahuan anak-anak sekarang? 

Nah, dengan niat luhur menyelamatkan moral dan mental generasi mudah *dilempar beha*, maka saya dan suami kumat isengnya.Kalo ada anak-anak kecil mulai browsing pake key word rada-rada bokep atau yang bokep banget laah, kami langsung stop proses searchingnya dari komputer operator hahahaha! eh ada aja loo anak-anak yang pantang menyerah berkali-kali nyoba setelah diputus pula berkali-kali.Sok sini laaah, dilayanan ku tante! lu jual gw beli. Berapa kalipun mereka nyoba, tass! putuuus! hahahaah! Eeeeh nyoba lagi diaa, bandel ya ni anak, kali itu mereka coba dengan key word laen, ya tetep putuslaaah hasilnyaaa hahahaha!. Akhirnya nyerah juga, mereka rubah key wordnya jadi ke games hahahaha. Kami menaang!

Wish you were here

1 komentar

Ma, aku rindu
Rindu merebahkan kepalaku di pangkuanmu lalu bercerita apa saja
Rindu pada caramu membuatku tenang
Rindu pada cara berpikirmu yang selalu membuatku merasa menjadi anak paling beruntung didunia
Rindu pada perbincangan kita sebelum tidur
Rindu pada kata-katamu yang walaupun tidak banyak tapi punya efek remedi luar biasa
Ma, aku mungkin tak pernah bisa bilang semua ini secara langsung dengan tanpa terbata-bata, tapi aku cuma mau bilang, terimakasih telah membuatku yakin bahwa,  dirimu akan selalu bersamaku walau seluruh dunia menentangku







Mudik *ceritanyaaa*

Selasa, 14 September 2010

7 komentar
Lebaran kemaren mudik jarak deket ke tempat mertua. Tinggal 3 hari disana dan leye-leye all the time. Semua kerjaan rumah, mertua yang ngerjain. Bahkan gendong si kei pun beliau hihihih. Saya cuma nyusuin dan ngajak maen. Ooh sedapnyaa punya waktu liburan gini. Sepertinya semua ibu yang ngurus anak mereka sendiri, masih ditambah kerja diluar rumah dan didalam rumah harus punya waktu liburan kayak gini. 


Bener-bener liburrr, gak direpotin sama segala tetek bengek urusan rumah, anak, dll. Eits para ibu yang hampir nyambit saya pake ember tenang duluuuu... Bukan berarti ngurus anak itu bener-bener beban yaaa, tapi memang harus diakui, buat yang gak pake asisten rumah tangga dan baby sitter, mengurus anak bisa sangaaat  melelahkan. Fisik dan mental. 



Makanya waktu kemaren saya dapet time off dari semuanya, doooh berasa syurgaaa *harus pk y biar afdol*. Ohh, saya pun baru tau kenapa dapur orang-orang didesa tempat mertua saya itu pada luas. Karena disini ada segala macem slametan dan hampir semua slametan itu masaknya bareng-bareng. Jadi bisa dipastikan bakal ada lebih dari 10 orang di sebuah dapur manakala ada slametan. Seru sih, saya ikut salah satunya kemaren. 


Tapi yaaa seperti biasaa, kerjaan saya cuma tukang angkat minuman buat tamu hahahaha. Soalnya para ibu itu udah mendelik ngeri aja gitu kalo saya udah nawarin diri buat bantuin masak hahahahah. Ok, sekian duluuu laporan singkat saya. Sekarang saya mau maen dulu sama si kei yang udah banyak banget dah maunyaa. Oh, 2 minggu lagi dia 5 bulan, gak kerasa banget hehehehe. Udah ya, dadaah

What i called peace

Kamis, 02 September 2010

5 komentar
Berbaring tanpa bantal, kedua tangan terbentang
Mata terpejam
Robin Thicke mulai menyanyi
I got the sweetest love there ain’t nothing sweeter
I got the sweetest love ain’t nothing beat it
There ain’t nothing sweeter

Aroma green tea  memenuhi ruangan
Otak  mulai me-recall memori menyenangkan waktu di Bandung
Wajah mama memenuhi pikiran
Nafas semakin ringan
Kesadaran mulai berkurang
Menghitung mundur
Dan inilah saya, menggunakan baju monyet bergambar dakocan
Dan disanalah mama, dengan rambut ala Farah Fawcet
Mengulurkan tangannya, memberikan sepotong paha ayam kesukaan saya
Paha ayam sudah berpindah tangan
Lalu si mbah datang
Mengulurkan tangannya, memberikan seikat rambutan rapi'ah
Ah mimpi ini semakin indah saja
tak ingin bangun. Cukup begini saja
Mama, paha ayam, rambutan. DAMAI
tak ingin bangun
tak ingin bangun
groook..groook...groook

Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates