Ihiiiy!

Jumat, 27 Juni 2008

13 komentar
Kesaaal! sedang enak-enaknya siaran menggantikan teman saya, tiba-tiba ada petir sambar menyambar di siang hari yang terik, sehingga pemancar pun harus dimatikan. Padahal ini kan moment reuni saya dengan program ini yang dulu saya bawakan setiap hari, sebelum saya dipindah ke program jam 6 pagi. AAAARGH! Akhirnya saya pun googling saja lah mencari-cari blog yang isinya bagus-bagus dan siapa tau bisa bikin ngakak-ngakak di tengah kemanyunan ini. Oya! oya! tadi saya dan teman saya ami main tebak-tebakan dangdut. Satu clue dan satu musisi hahahaha. Oh ternyata, perbendaharaan kedangdutan saya cukup mumpuni, itu kata ami. Mulai dari apakah kata Kelabu atau Kelambu yang ada dalam lirik lagu Meggy Z-Benang Biru, lalu Lilis "bibir semuka-muka" Karlina, kemudian si Thomasembakocinta Djorghi, lalu ke Ashraf yang ternyata melebar pada nostalgia pergosipan, dimana ami ingin tahu siapa ashraf.

"Ashraf itu tunangannya Bcl kaaan?"

"Bukan mi, dia bukan tunangannya BCL. Dia itu penyanyi lagu Sharmila yang juga dijadiin OST Sinetron berjudul sama. Nah si ashraf ini nikah sama anak sulungnya A Rafiq ming"

"oooo, iyaa! gw inget sekarang!"

Ya, ternyata pengetahuan kedangdutan saya memang mumpuni. Dan pembicaraan pun berlanjut pada pertanyaan dari ami yang jawabannya adalah CM, si penyanyi yang rambutnya selalu disasak itu. Jawabannya tentulah Camelia Malik yang selalu suka pake baju yang ada ibrig-ibrignya biar kalo goyang pinggul terlihat lebih sekseh. Ami pun kembali bertanya, "Siapa penyanyi lagu yang liriknya Bawalah diriku oh sayaang, kuingin selalu bersamamuu", tapi nyanyinya harus pake gaya tuh. Siapa cobaa? ya tentulah karena saya orang yang punya pengetahuan kedangdutan yang mumpuni maka saya pun dengan tepat menjawab Cici Paramida yang dengan sukses mempopulerkan gaya Ngelepek Manuk dalam lagu Wulan Merindu. Amingwatiii! tengkyu ya darling sudah menjadi partner tertawa bersama! Besok kita main bola lagi ya!

"Kakak..foto"

Kamis, 26 Juni 2008

2 komentar


Saya mengalungkan kamera kemudian berjalan pelan ke taman ganesha, bersama teman saya susan, untuk menonton penampilan Anak-Anak Jendela Ide Percussion dalam International Youth Forum 2008. Gelap sekali disana, dan saat kami tiba di bagian atas Taman Ganesha, seorang anak tiba-tiba menyapa saya (ih ni anak kok tiba-tiba muncul ya hehehe). Katanya, "Kakak..foto" sambil menunjuk kamera saya. Saya pun berlutut, dan tanpa saya berikan, ia langsung memegang kamera saya. Hihi lucu sekali anak ini, pikir saya. Saya heran, kok bisa ya dia langsung akrab dengan saya, dan dengan cueknya bilang "kakak..foto". Dan yang lebih menariknya lagi, anak itu bukan ingin saya foto, tapi ingin memotret.

"Nah, mata kamu ditaro didepan kotak ini nih, terus jari telunjuk disini, jempolnya disini", itulah kata saya sewaktu mengajarinya memotret. Jari-jarinya yang amat sangat kecil, tampak kesulitan menekan tombol shutter, karena ia pun harus sekalian memegangi body kamera, dan body kamera saya terlalu besar untuk tangan kecilnya. Ia pun ketagihan memotre
t, sambil terus bertanya ini itu. Dek, kalopun kakak ingin berbuat jahat sama kamu ketika itu, sepertinya kakak akan mengurungkan niat kakak dan akan bertobat, pengen selamanya jadi orang baik. Ya, wajahnya yang lugu dan lucu itu bisa membuat orang yang berniat jahat jadi ingin baik.

Nah, setelah ia memegang kamera saya (itupun harus dibantu), ia mulai mengarahkan lensa ke sekitarnya dan JEPRET! hihihi, jadilah sebuah foto dengan objek saung. Tidak cukup disitu, ia pun mengarahkan lensa ke panggung yang tam
pak kecil dari kejauhan dan JEPRET! katanya "Kok gak ada gambarnya kak?" hihih, saking jauhnya dari panggung, yang tertangkap cuma gelap saja. Anak kecil itu jadi makin girang jepret sana jepret sini. Kemudian mamanya lah yang jadi giliran sebagai objek, dan dibawah inilah hasilnya


Ah sayang, saya lupa menanyakan nama anak itu, saking terpukaunya saya. Ah seandainya mungkin, saya minta pada Tuhan untuk menjadikan anak itu tetap menjadi anak-anak.

Ibu Penjual Yoghurt Y

Rabu, 25 Juni 2008

9 komentar

Saya sudah lupa, kapan terakhir saya benar-benar merasa terharu. Dan siang tadi, saya diingatkan kembali pada perasaan itu. Uang 5500 ternyata bisa sangat berarti bagi seseorang. Waktu rabu minggu lalu, lewatlah seorang ibu penjual yoghurt "Y" didepan kantor saya, dan kebetulan saya sedang duduk-duduk didepan kantor. Saat itu tengah hari yang amat sangat terik, dan terlihat jelas raut kelelahan pada wajah ibu itu. Karena saya memang sedang ingin minum Yoghurt Y itu, maka saya panggil ibu tersebut, dan saya memberikan segelas air padanya. Tidak saya duga, ibu itu memberi respon yang benar-benar menyentuh saya. Respon paling tulus yang pernah saya lihat. Padahal belum pula saya membeli jualannya. Ibu itu mengucapkan syukur didepan saya dan teman-teman. Kemudian tadi siang, ibu itu datang kembali dan menawari saya youghurt Y. Seperti juga minggu lalu, saya memberikan segelas air pada ibu itu. Tentulah ia haus dan lelah berjalan jauh di tengah hari. Ia mengucapkan terimakasih berulang kali. Padahal bagi saya, segelas air tentunya menjadi sangat biasa karena ada bergalon-galon air di kantor saya. Kemudian saya pun membeli jualannya. Kali ini ia mengucapkan lebih banyak kata syukur dan terimakasih. Ia pun mendoakan saya. Bahkan beberapa doa. Mata saya berkaca-kaca karena saya merasakan ketulusan itu. Mata sang ibu menyentuh saya. Caranya bicara dan bergerak benar-benar membuat saya terharu. Kami pun terlibat obrolan singkat, tentang ia. Hanya tentang ia, karena tentang saya menjadi sangat sangat tidak penting jika yang ingin saya tahu hanya tentang ia.

Bu, tahukah ibu ? sesungguhnya uang itu tidak membantu ibu melainkan membantu saya. Uang itu, melalui ibu, telah membantu saya mendapatkan perasaan yang amat sangat tidak dapat dijelaskan, karena pastilah akan jadi sangat dangkal jika saya deskripsikan dengan kata. Pun jika saya deskripsikan dengan gambar. Rupanya hal-hal yang menyangkut ranah spiritualitas memang hanya bisa dirasakan. Saya merasa diperkaya oleh ibu. Maka itu saya sangat bersyukur masih diberikan kesempatan merasakan perasaan itu, yang membuat saya belum berhenti menangis haru bahkan ketika saya menekan tombol titik. Semoga "kekayaan" ini membuat saya jadi lebih baik.

Minggu, 15 Juni 2008

2 komentar
I
JUST
WANT
MY
LIFE
BACK

Itu penting buatku..

Jumat, 13 Juni 2008

4 komentar


Buatmu tidak penting berbagi keluh kesah dengan seseorang

Buatku itu adalah kebutuhan

Buatmu bicara di telepon itu pemborosan, padahal biayanya tidak lebih mahal dari tarif psikolog per jam
Aku tidak mempertanyakan ketertutupanmu

Maka jangan pertanyakan keterbukaanku
Aku tidak selalu bisa membagi segalanya denganmu

Kadangkala aku butuh orang lain untuk mengisi ruang itu

Ruang yang bukan jatahmu untuk mengisinya
Dan tolong..biarkan aku dengan kebutuhanku, karena aku tau kapan saat berhenti

Hey you homophobers! don't read this review because you're just wasting time

9 komentar


Saya suka banget film ini! Saya belum pernah membaca review Shelter dimanapun, tapi saya tertarik dengan logo-logo padi di covernya yang menyatakan film ini telah meraih berbagai penghargaan. Dan ternyata sodara-sodara..film ini emang layak dapet award (good award of course!). Delapan award yang diraih diantaranya Vanqouver Queer film & Video Festival dan Tampa International Gay and Lesbian Film Festival, membuktikan kualitas Shelter. Film produksi tahun 2007 dan disutradarai oleh Jonah Markowitz ini berkisah tentang kebimbangan, pilihan dan tentunya percintaan. Dua orang lelaki yang dipertemukan kala bimbang.


Zach (Trevor Wright), seorang seniman muda yang masih bingung dengan tujuan hidupnya, berada di tengah lingkungan yang tidak memberikannya kebahagiaan. Hanya satu yang membuatnya bertahan disana, Cody, keponakannya yang masih anak-anak. Suatu hari ia bertemu dengan Shaun (Brad Rowe), kakak sahabatnya. Shaun adalah seorang lelaki mapan, tampan, baik hati dan gay. Kesukaan yang sama membuat mereka berteman dekat. Mereka sering surfing berdua, tentu karena film ini bersetting kota pesisir dan pantai indah tempat para pemerannya banyak menghabiskan waktu berdua. Saya suka adegan ketika mereka menyelam and then standing in their surf board. Oh look at their body! wuhuuuu!!! i know they're not gonna like me as a lover or sex partner, but i like them! oh those two hunkalicious! (inilah kesempatan saya untuk mengeksploitasi laki-laki secara visual heuehueh).


Look at those smile? and look at our smile on the mirror when we fall in love. Just like them isn't? :) not just the smile but the sparkle in their eyes and the blushing cheek, oh love...

Anywaaay, zach dan shaun pun makin dekat. Suatu malam dibawah sinar bulan purnamaaa (duuuuduu ah saya jadi ingat melodi sebuah lagu jaman dulu angkatannya Rahmat Kartolo haha!), zach dan shaun berdua saja dirumah shaun, tiduran di teras sambil saling bercerita. Perlahan-lahan, Shaun mencium Zach dan ternyata zach tidak menolak. Tidak terjadi apa-apa setelah ituu jadi jangan berpikir ngeres dulu ah. Pokoknya mereka berdua tertidur disitu sampai pagi. Sejak kejadian itu, zach mulai bingung dengan orientasi seksualnya. saat itu Zach memiliki kekasih bernama Tori (Katie Walder), namun hubungan mereka sedang kurang baik. Berulang kali zach terlihat bimbang, belum lagi karena sang kakak sudah mulai mengetahui kedekatan ia dengan Shaun, dan kakaknya tau bahwa Shaun adalah gay. Zach merasakan sesuatu pada Shaun tapi sisi lain dari dirinya mengatakan itu salah. Tapi yaaa cinta memang kurang ajar. Nyelonong begitu saja, sulit diusir pula. Seperti jalangkung yang datang tak diundang-pulang tak diantar. Betapapun zach menolak perasaannya, menghindari Shaun, dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Tori, toh akhirnya cinta berhasil menguasainya.


Pada suatu malam, Zach datang kerumah Shaun dan....wuhuuuu! there goes a romantic love making scene. O this is one of my favourite scene, because it's so real. Beberapa sub adegan dalam scene favorit saya ini dibuat dalam gerak lambat tapi artistik, benar-benar tidak porno! dan tatapan mereka itu loo. Saya mesem-mesem malu-malu melihat tatapan dan senyum mereka because it's so sweet and sooo in love! (jadi inget waktu muda). Apalagi ketika Zach bangun di pagi hari dengan Shaun disebelahnya, and gave him a sunshine smile :) oh love. Setelah malam itu, zach yakin dia benar-benar mencintai Shaun. Apalagi Shaun juga menyayangi cody, jadi lengkaplah kualitas Shaun bagi zach. Kebingungan kembali menyambangi zach ketika ia menerima beasiswa sekolah seni. Antara mengambil peluang yang sudah lama ia idam-idamkan atau diam di kota itu bersama cody yang akan ditinggalkan oleh ibunya. Lalu bagaimana dengan Shaun? ada deeeh heuehueheu

Directed by Jonah Markowitz
Produced by JD Disalvatore
Written by Jonah Markowitz
Starring :
Brad Rowe
Trevor Wright
Tina Holmes
Ross Thomas

Balad of the Angels

Kamis, 12 Juni 2008

0 komentar
I watched city of angels couple of days ago. Yeaaah i know It's kind of too late but anyway... i love this film! It's like eating a cheeze cake with a little rhum inside with rapsberry topping and it melt on your mouth slow and easy, and the taste has filled all the corner of your mouth and left nothing but the yummy face on you, but suddenly your little brat brother came in and hit your cake till it's falling apart on the floor. Damn!.

City of angels is a sweet film but stingingly painful. Even the story are fantasy but it's a fairytale i could believe in. Seth and Meg is just a two person who are in love, despite they're came from different species. Meg Ryan is as Dr. Maggie Rice, a heartfelt doctor who has lost her patient and kept blaming her self for his death. Seth, a messenger, felt curious about meg, but then he's in love with her, a love that makes him willing to sacrifice his eternity. Fall from the sacrosanct world to the sinfull dimension. I love every scene on this film. From the way seth met with meg and how he's in love with her. It's beautiful. I love when seth ask her the taste of pear, and he look at meg with curious eyes and a face of anadorned child. Oh i love Nicholas cage sooo much! He's the perfect figure for seth. Tall, big, charming and there's a big thing on his eyes. And Meg Ryan...who's not in love with her? With perfect smile, cute curly hair and a stunning acting, she's a total sweet babeactrees. As her character on previous film like You've got mail, Kate & Leopold, and When Harry Met Sally, Meg has the power to make the ordinary became superb.


I remember one scene when Seth and Meg sit on the riverside and he said "I always asked the dying what they liked best about living. Wrote it down in my book. This is it. This is what I like best.". Huaaaaa! What i called stingingly painfull is not too long after this heartbreaking scene, meg hitting a truck. Oh one more thing! Don't you think it's creepy to see all those angels gathered on a beach to listen to god music?

Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates