Sakit ini membunuhku

Minggu, 27 Juli 2008

20 komentar
Bohong tuh Meggy Z yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati
Sumpah darimana mana deh mending sakit hatiiiii. Sakit hati mah saya masih bisa makan enak, tidur enak, ngapa-ngapain enak. Nah ini...aaarrrgh!
Dari kemaren, nulis tiga artikel gak kelar-kelar, padahal udah minum ponstan 1000 mg, dan tadinya akan nambah lagi kalau bukan karena diingetin seorang teman melalui cerita temannya yang meninggal karena OD Ponstan. Ah gak gaya sekali OD karena ponstan. Sama gak gayanya dengan OD karena obat kuat.
Sakit inii membunuuhkuuuu *lebaaay hahahahahaha
Seharian ini makan bubur doang karena ngunyah pun tak bisa. Mungkin ini cara tuhan negur saya biar gak makan terlalu banyak dan terlalu cepet heuheuehueheu. Tapi kan tuhan, aku sedang dieet, jadi gak makan banyaak. Cabut doong sakit giginyaaaa *ngesot-ngesot
Eh eh ternyata, nyut-nyutan karena sakit gigi itu kerasa banget denyutnya. Dan kalo dinikmati, sebenernya gak jelek-jelek amat. Kan katanya kadang-kadang kita harus menikmati kesakitan. Tapi gak aaah. Saya mending sehat deeh. Temen saya yang cerita temennya keracunan ponstan itu ngasih saran the secret banget. Kalo kita pikir kesakitan bisa hilang, maka ia akan hilang. Semua soal pikiran. Itu kata dia. Tapi saya manusia sulit konsentrasi. Boro-boro berpikir soal the secret thing itu, bikin artikel yang jelas-jelas bahannya ada depan mata aja gak selesai-selesai. Aarrgh, kalo udah kayak gini mah punya duit banyak juga percuma. Padahal saya kan sedang pengen ngabis-ngabisin duit ih hari ini nyahahahhahaha!

Ayo tes ayooo

8 komentar
The Caffeine Click Test - How Caffeinated Are You?



Ikutan tes yu yuu yuuu!


diambil dari ibu ini

Buapakku

Jumat, 25 Juli 2008

12 komentar
Ayah..kau datang pagi ini jam 5, setelah bekerja sekian lama di tempat yang jauh. Katamu demi keluarga
Kucium tanganmu, tapi ayah...aku tidak merasakan apapun.
Tidak ada satupun letupan kecil kebahagiaan
Tidak juga aku ingin memelukmu
Aku malah ingin cepat berangkat kerja
Meninggalkanmu dengan tv
Melewatkan kesempatan untuk ngobrol denganmu, karena selama ini aku sudah begitu nyaman dengan ketidakhadiranmu
Sebuah suasana aneh langsung terasa dirumah, saat kau datang
Seperti dementor yang melewati kamar Harry Potter saat di kereta. Dingin...amat dingin
Ayah, tidak pernah kurindukan kamu. Jarang pula kusebut ayah dalam doaku.
Bahkan aku sudah lupa, apa saat terindah denganmu. Mungkin karena kita memang tidak pernah punya itu.
Maafkan aku tuhan, telah seperti ini pada ayah
Tapi begitulah adanya



terinspirasi dari postingan ibu ini, yang telah menulis surat yang begitu menyentuh saya. Tapi sayangnya, saya tak punya sesuatu yang menyentuh untuk ditulis

Kali ini Amerika yang ketinggalan

Selasa, 22 Juli 2008

14 komentar

Poster Hancock keren? lihat yang dibawah ini




Lihat pantulan kacamata Atik CB. Dasyaat. Judul-judul lagunya "AKH, Permohonan, Di bibirku ada cinta, Diantara kita, botol-botol kosong"


Call me Coloured

2 komentar
When I born, I am black
When I grow up, I am black
When I go in sun, I am black
When I scared, I am black
When I sick, I am black
and when I die, I am still black

and you White fella
When you born, you're pink
When you grow up, you're white
When you go in sun, you're red
When you cold, you're blue
When you scared, you're yellow
When you sick, you're green
and when you die, you're grey

and you calling me coloured??

--------
This poem was nominated for the best poem of 2005,
written by an African kid.

taken from here

Dodol

8 komentar
Pop! kok mati?

Ha? mati ya? ha?

Itu saya yang sedang gelagapan karena dibangunkan oleh produser saya, ketika saya asik tertidur mencium mixer. Yaaa...yaaa kedodolan lama terulang lagi

Oh Dangdut...

Sabtu, 19 Juli 2008

26 komentar
Tadi malam saya menonton empat mata yang menayangkan beberapa cuplikan episode lalu, salah satunya episode "Goyang" yang menghadirkan Dewi "goyang gergaji" persik, Tita "Goyang dada getar" Ridzky, dan satu orang lagi penyanyi yang saya tak tau namanya. Jadi tergelitik untuk menulis posting kedua saya tentang dangdut, setelah yang ini. Saya tidak akan menulis soal sensualitas dan seksualitas dalam perdangdutan, karena interpretasi saya mengenai persoalan kedua hal tadi mungkin akan menghasilkan komentar-komentar dari pembaca yang akan berkesan penghakiman. Jadi marilah kita melihat dangdut dari sisi yang lain. Hayyuuuuu.


Dangdut adalah musik yang sangat menarik. Dangdut dalam kajian etnomusikologi hanyalah satu ranting kecil dalam sebuah pohon besar musik, tapi jika ranting kecil ini dikupas lebih dalam, kita akan menemukan ia seperti bawang merah. Berlapis-lapis dan setiap lapis sama pedesnya. Seperti juga saya tertarik pada musik-musik Afrika dan musik etnik lainnya, saya pun tertarik pada dangdut. Hanya dalam dangdutlah kita menemukan ke-absurd-an tanpa batas (nah soal konsep ini, saya sulit menjelaskannya disini, karena lebih mudah kalo diobrolin hhehehe). Yang saya tak bisa pungkiri adalah bahwa dangdut itu seringkali mengacak-acak logika saya. Bagi orang seperti saya, yang menganggap musik tidak hanya sebagai komoditi dengar, tentunya dangdut membuat kedua alis saya naik turun bergantian, bukan karena alis saya ikut bergoyang mengikuti irama, tapi karena saya akan menemukan banyak ke-absurd-an yang lucu dalam lagu dangdut. Misalnya soal lirik. Seperti dalam lagu Mandi Madu yang dinyanyikan pertama kali oleh Elvi Sukaesih "kasih dan sayangmu menyirami hidupku, bagaikan mandi madu". Perasaan disayangi, dan mandi madu, tentunya sangat berbeda. Apakah ketika anda merasa disayangi, anda merasa lengket-lengket gimana gitu? Ah yang jelas, saya sih ogah mandi madu. Lengket mampus ciiing! mending mandi susu deh, madu mah cukup diminum sajah. Oh atau atau, dalam lagu Iis Dahlia yang berjudul Payung hitam "walaupun cuma dua gram cincin yang engkau ikatkan, tapi nantinya diriku akan jadi hinaan, akan jadi cemoohan ocehan orang". Aduh Neng Iis, kau ketauan matrenya ya di lagu ini. Dua gram terlalu kecil ya say?. Contoh lainnya kita bisa temukan dalam lagu Cemburu dari Rita Sugiarto "aku hanya seorang wanita yang lemah dan berdaya". Saya pikir, si uploader situs lirik yang saya klik itu salah tulis, tapi ternyata setelah buka beberapa situs, emang seperti itulah liriknya. Eummm...bukankah lemah itu tidak berdaya?. Duh pokoknya lirik lagu dangdut itu ajaib sekali seajaib-ajaibnya. Jika anda googling mencari berbagai lirik lagu dangdut, maka anda akan dengan mudah menemukan berbagai ke-absurd-an yang saya temukan.


Tapi justru itulah yang menarik. Semenarik penampilan dan aksi panggung para perempuan penyanyi dangdut. Kata menarik menurut saya bukan soal sensualitas penampilnya tapi bahwa penyanyi dangdut itu penampil paling niat yang pernah saya temui. Lihatlah bagaimana para perempuan penyanyi dangdut berusaha jadi berbeda dengan goyangan mereka. Sebut saja Inul Daratista yang sempat membuat geger seluruh Indonesia dengan Goyang Ngebornya. Walaupun sekarang ini Inul sukses dengan usaha karaoke tapi saya rasa ciri khasnya itu akan menjadi modal dasar kesuksesan inul membuka usaha pengeboran minyak. Setelah Inul, tiba-tiba beken pula goyang-goyang lainnya. Semisal Uut Permatasari dengan goyang ngecor nya, yang saya yakin ia akan berhasil menjadi pengusaha material dan pengusaha properti jika bergabung dengan Leila Azis- si Goyang Buldozer dengan Dewi "Si goyang gergaji" Persik, sebagai suplayer alat-alat bangunan. Tidak ketinggalan pula Annisa Bahar dengan Goyang patah-patah, yang ketika saya coba ternyata tidak semudah yang saya lihat. Pegel ciiing!. Atau kreasinya Dian "Si Goyang Kungfu" Santana. Nge-fans sama Bruce Lee ya mbak?. Inovasi juga dilakukan oleh Irma Darmawangsa dengan Goyang Donat, yang kalo menurut saya siih agar Pamor Dunkin Donut naik lagi, kenapa tidak menjadikan Irma sebagai spoke person atau maskot, dan Irma akan dengan sangat fasih mengampanyekan "Donat untuk Bersama". Nah, selain Irma, ada lagi yang gak kalah dasyat, yaitu Putri Finata dengan goyang kayangnya. Booo, gak gampang loo punya kelenturan macam badannya Putri Finata itu. Saluuuut!


Gak cuma itu, para penyanyi yang kebingungan mencari goyang apa lagi yang bakal fenomenal, ternyata tidak kehabisan akal. Mereka gunakanlah bagian apapun dari tubuhnya. Seperti Julia Perez yang menggunakan matanya. Kedip-kedip manja merayu gimanaa gitu mbak yang satu ini. Bagian wajah yang lain juga digunakan oleh Lilis Karlina yang saya juluki "bibir semuka-muka". Dalam berbagai aksi panggungnya, kita akan melihat Lilis memaksimalkan potensi bibirnya. Jangan aneh ketika anda melihat Lilis mencibir-cibirkan bibirnya untuk menyuarakan sebuah kata yang sebetulnya gak perlu dimanyun-manyunin amat. Gak aneh kalo para penyanyi dangdut terlihat bugar, soalnya mereka bergerak setiap saat. Ah dangdut emang paling bisa deh! Mau penyanyinya seperti pohon natal berjalan, atau seperti boneka hiasan mobil yang sedikit aja terkena getaran langsung bergoyang, atau seperti bebek tujuhpuluhan yang tetap paling mencorong karena merah vintagenya itu, atau seperti Jusuf Kalla yang bilang bahwa kenaikan BBM akan mengurangi jumlah orang miskin, Hey! It's dangdut you knoooooooow *Bibir goyang-goyang ala Lilis Karlina


NB : Saya tertawa-tawa sendiri ketika sedang menulis posting ini, kemudian melihat status YM seorang teman "biarlah hujan menyirami kesalahan aku ini, biarlah bulan menyinari penyesalan aku ini, biarlah bintang menikmati kepedihan aku ini, biarlah semua menjadi saksi apa yang kualami". Oh meeen, you're so dangdut gitu loooooo!




Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates