Pinteran dia looh

Jumat, 24 September 2010

8 komentar
Sejak mengelola warnet, saya dan si hubby jadi beneran melek tentang fakta bahwa pengetahuan anak-anak sekarang tentang perbokepan emang luar biasa. Dari mereka juga kami tahu situs ini itu hahaha! padahal kitanya yang udah berkali-kali praktek aja manalah tahu situs kayak gitu. Bahkan saya, gini-gini saya bego bener soal istilah-istilah perbokepan, saya kan polos. Saya tahu kepanjangan MILF aja kemaren-kemaren ini dikasih tau Bapak Kodok (Ya! buat yang pengen tau lebih banyak soal perbokepan, silahkan kontak deni, jangan ragu-ragu! dia seneng kok ditanyain begituan huahahauahahaha). Lewat software pengintip komputer klien, saya jadi tahu kalo anak-anak kecil itu tahu banget banyak istilah. Mereka bisa dengan mudahnya, dan tepat pula ejaannya, menulis MILF atau istilah lainnya (in english) sebagai kata kunci pencarian. Dan mereka juga ahli banget maenin games yang goalnya adalaaaah membuat tokoh perempuannya cepet orgasme. Hauhauah goblog! jadi ada beberapa jurus gitu yang bisa mereka pilih, yaaa pokoknya how to pleased the lady from head to toe. Pas saya dan suami nyoba maenin games kayak gituan, kok ya itu avatar kagak gerak-gerak ajaaa hahahaha!

Ya salaam, ngeri banget ya pengetahuan anak-anak sekarang? 

Nah, dengan niat luhur menyelamatkan moral dan mental generasi mudah *dilempar beha*, maka saya dan suami kumat isengnya.Kalo ada anak-anak kecil mulai browsing pake key word rada-rada bokep atau yang bokep banget laah, kami langsung stop proses searchingnya dari komputer operator hahahaha! eh ada aja loo anak-anak yang pantang menyerah berkali-kali nyoba setelah diputus pula berkali-kali.Sok sini laaah, dilayanan ku tante! lu jual gw beli. Berapa kalipun mereka nyoba, tass! putuuus! hahahaah! Eeeeh nyoba lagi diaa, bandel ya ni anak, kali itu mereka coba dengan key word laen, ya tetep putuslaaah hasilnyaaa hahahaha!. Akhirnya nyerah juga, mereka rubah key wordnya jadi ke games hahahaha. Kami menaang!

Wish you were here

1 komentar

Ma, aku rindu
Rindu merebahkan kepalaku di pangkuanmu lalu bercerita apa saja
Rindu pada caramu membuatku tenang
Rindu pada cara berpikirmu yang selalu membuatku merasa menjadi anak paling beruntung didunia
Rindu pada perbincangan kita sebelum tidur
Rindu pada kata-katamu yang walaupun tidak banyak tapi punya efek remedi luar biasa
Ma, aku mungkin tak pernah bisa bilang semua ini secara langsung dengan tanpa terbata-bata, tapi aku cuma mau bilang, terimakasih telah membuatku yakin bahwa,  dirimu akan selalu bersamaku walau seluruh dunia menentangku







Mudik *ceritanyaaa*

Selasa, 14 September 2010

7 komentar
Lebaran kemaren mudik jarak deket ke tempat mertua. Tinggal 3 hari disana dan leye-leye all the time. Semua kerjaan rumah, mertua yang ngerjain. Bahkan gendong si kei pun beliau hihihih. Saya cuma nyusuin dan ngajak maen. Ooh sedapnyaa punya waktu liburan gini. Sepertinya semua ibu yang ngurus anak mereka sendiri, masih ditambah kerja diluar rumah dan didalam rumah harus punya waktu liburan kayak gini. 


Bener-bener liburrr, gak direpotin sama segala tetek bengek urusan rumah, anak, dll. Eits para ibu yang hampir nyambit saya pake ember tenang duluuuu... Bukan berarti ngurus anak itu bener-bener beban yaaa, tapi memang harus diakui, buat yang gak pake asisten rumah tangga dan baby sitter, mengurus anak bisa sangaaat  melelahkan. Fisik dan mental. 



Makanya waktu kemaren saya dapet time off dari semuanya, doooh berasa syurgaaa *harus pk y biar afdol*. Ohh, saya pun baru tau kenapa dapur orang-orang didesa tempat mertua saya itu pada luas. Karena disini ada segala macem slametan dan hampir semua slametan itu masaknya bareng-bareng. Jadi bisa dipastikan bakal ada lebih dari 10 orang di sebuah dapur manakala ada slametan. Seru sih, saya ikut salah satunya kemaren. 


Tapi yaaa seperti biasaa, kerjaan saya cuma tukang angkat minuman buat tamu hahahaha. Soalnya para ibu itu udah mendelik ngeri aja gitu kalo saya udah nawarin diri buat bantuin masak hahahahah. Ok, sekian duluuu laporan singkat saya. Sekarang saya mau maen dulu sama si kei yang udah banyak banget dah maunyaa. Oh, 2 minggu lagi dia 5 bulan, gak kerasa banget hehehehe. Udah ya, dadaah

What i called peace

Kamis, 02 September 2010

5 komentar
Berbaring tanpa bantal, kedua tangan terbentang
Mata terpejam
Robin Thicke mulai menyanyi
I got the sweetest love there ain’t nothing sweeter
I got the sweetest love ain’t nothing beat it
There ain’t nothing sweeter

Aroma green tea  memenuhi ruangan
Otak  mulai me-recall memori menyenangkan waktu di Bandung
Wajah mama memenuhi pikiran
Nafas semakin ringan
Kesadaran mulai berkurang
Menghitung mundur
Dan inilah saya, menggunakan baju monyet bergambar dakocan
Dan disanalah mama, dengan rambut ala Farah Fawcet
Mengulurkan tangannya, memberikan sepotong paha ayam kesukaan saya
Paha ayam sudah berpindah tangan
Lalu si mbah datang
Mengulurkan tangannya, memberikan seikat rambutan rapi'ah
Ah mimpi ini semakin indah saja
tak ingin bangun. Cukup begini saja
Mama, paha ayam, rambutan. DAMAI
tak ingin bangun
tak ingin bangun
groook..groook...groook

Guru kehidupan

Kamis, 26 Agustus 2010

5 komentar
Well, banyak sekali yang berseliweran di pikiran saya saat ini. Inginnya mengeluarkan itu satu persatu seperti Dumbledore yang bisa mengeluarkan setiap kepingan memorinya, menyimpannya di sebuah wadah, sehingga kepalanya tak terlalu penuh dengan memori. 


Sayang, saya tidak hidup di hogwarts. Saya hidup di dunia nyata yang cuma berparalel dengan dunia gaib, tapi bukan dunia harry potter. Didunia nyata inilah, saya, sekarang menjadi ibu dari seorang bayi yang tak perlu sihir untuk menjadi ajaib. Setiap menit bersamanya adalah masa yang tidak akan terlupakan. Seperti baru kemarin saya berada diruang bersalin sambil kesakitan lalu mendengar suara tangisnya. Seperti baru kemarin ia masih merah dan lebam seperti bayi baru lahir pada umumnya. 


Sekarang, memori tentangnya meraja di kepala saya. Ia tidak lagi merah, tidak lagi lebam, malah tumbuh menjadi manusia yang sangat enak dilihat. Memperhatikan setiap lekuk bagian wajahnya dan mendapatkan senyumnya adalah masa yang tidak akan saya tukar dengan apapun. Kini ia telah menjadi lebih dari seorang bayi. Ia adalah bagian dari cara kerja Tuhan yang ajaib. 


Beberapa hari yang lalu, saya tidak segera pulang sehabis bekerja. Ketika saya sampai rumah dengan terlambat, ia membuang muka. Ketika saya ajak becanda, ia cemberut, tak seperti biasanya. Kata pengasuhnya, tadi ia terus melihat jam, seperti sedang menunggu dan menghitung. Berapa menit ibunya terlambat, Hahahaha. Saya tidak tahu anak 4 bulan bisa melakukan itu. Ia tidak butuh kerja keras untuk membuat saya benar-benar merasa bersalah. Saat itu saya merasa ditampar. Ada seseorang yang sangat membutuhkan saya dirumah, saya malah haha hihi dengan teman kantor. Betapa egoisnya saya. 


Lalu tamparan lain ia hadiahkan buat saya ketika ia memberikan pandangan "bunda, can i have your full attention,please?" ketika saya sibuk ketak ketik didepan komputer sambil menyusui. PLAK! sekali lagi saya telah abai dan menjadi sangat egois. Dan ketika saya lihat pandangan matanya, saya tahu saya telah melukainya. Sesorean itu entah berapa kali saya menangis karena benar-benar merasa bersalah. Dan makin sesak rasanya ketika saya menempelkan hidung saya ke hidungnya sambil  berkata "maafkan bunda ya nak" dan ia memeluk leher saya, erat. Bagaimana mungkiiin saya masih menyisakan egoisme. Sebelum menulis posting ini, saya memandangi wajahnya lama sekali. Wajah tidurnya yang sangat damai. Ya, ia bukan sekedar bayi. Ia adalah guru kehidupan. Pada hidupnya saya letakkan hidup saya.

Talk to my hand!

Minggu, 08 Agustus 2010

10 komentar
Saya tahu kalian anggap saya apa

Perempuan kota yang tak bisa apa-apa kan? jika maksud kalian yang bisa apa-apa itu berarti terampil dengan tugas-tugas ibu rumah tangga.

Kalian pikir saya tak tahu kalian membicarakan saya didepan mata? Kalian pikir saya tak mengerti bahasa kalian?

Kalian bilang harusnya saya begini begitu, bayi saya dibeginikan dibegitukan, bayi biasanya begini begitu

You know what people? bayi juga manusia, BEDA.Seperti juga saya dan kalian, BEDA.

Jadi jangan anggap bayi saya anak kalian

                                                           
yang tahu bayi saya cuma saya, bukan kalian, karena tidak setiap saat kalian bersamanya.

Jadi jangan ajari saya untuk begini begitu.Saya lebih percaya internet, bidan dan dokter, daripada kalian yang masih mendasarkan segala sesuatu pada mitos dan tahayul

Dan kalian pikir saya tak becus jadi ibu?

Coba lihat anak kalian. Mungkin anak kalian dekil dan  tampak kurang gizi karena tidak terperhatikan.

Karena kalian semua sibuk menggunjing dan menelanjangi kesalahan orang lain


Nih, biar hati kalian agak bersihan dikit, saya kasih senyum anak saya. Semoga juga bisa sedikit mencerahkan pikiran kalian yang butek itu




Beyond The Sea

Rabu, 04 Agustus 2010

6 komentar



Hai Kumang

Hei! jangan terlalu dekat dengan air, nanti tubuhmu bisa habis

Biarlah, biar musnah sekalian, luruh bersama laut. Biar jiwa ini melarung menuju pusat samudera

Ada apa manusia pasir? kau bosan pada hidupmu?

tidak kumang. Bukan bosan, tapi...tak tahulah. Kumang, apa menurutmu putri duyung dalam dongeng pernah menyesal karena telah meminta kaki?

Mm..mungkin dia menyesal, tapi bukankah dia dapat gantinya? cinta si pangeran impian?

Itu dia kumang. Jika cinta harus ditebus dengan rasa sakit teramat sangat, layakkah?

Manusia pasir, kau pernah mencintai sesuatu? atau..seseorang?

Tidak, bahkan aku pun tak cinta hidupku. Semuanya fana, kumang. Apalah artinya mencintai yang fana. Lihat aku. Sekarang jadi manusia, besok jadi istana, nanti sore bisa saja aku jadi replika ikan hiu.Aku tak punya kuasa atas diriku. Menjadi dirimu sepertinya lebih baik. Bisa berganti rumah, bisa juga menggelandang, telanjang tanpa rumah. Suka-sukamu lah

Haha! Kau tak tau saja jika ada makhluk sebangsaku yang sangat ingin mapan.Menetap, punya rumah nyaman dan tak perlu pindah-pindah. Rumah yang sama tempat kami kecil tinggal sampai dewasa dan beranak pinak.

Haha! kau terdengar seperti manusia, kumang. Tahukah kau? aku juga punya impian  

Apa?

Mengapung bebas di laut lepas, sesekali masuk mulut hiu, lalu keluar menjadi residu kemudian terapung kembali, melayang, melayang, lalu tenggelam, sampai kemudian mengapung kembali saat aku ingin mengapung.Kau tersenyum, kumang. Menurutmu aku pasti gila.Tahukah kamu kumang? Selama kita bicara tadi, laut sudah melarutkan setengah badanku. Kau tak sadar bukan? tinggal setengah lagi menuju impianku, kumang

Hahaha! kau memang gila hei manusia pasir.


Sudah ya kumang. Kita sambung lagi pembicaraan ini entah di masa yang mana. Aku akan melakukan perjalanan impian. Semoga kau menemukan rumah impianmu kumang

Selamat jalan manusia pasir. Samudera, titip temanku ya...

Copyright © 2010 ParadoxParade | Free Blogger Templates by Splashy Templates | Layout by Atomic Website Templates