Saya sedang kangen masa-masa pacaran. Kangen sama serba serbinya yang walopun corny tapi menyenangkan. Kangen dengan rasa gusar ketika gak bisa teteleponan setelah beberapa hari. Kangen dengan ungkapan-ungkapan sayang menyemenye yang gak sangka akan sangat saya rindukan di kemudian hari. Tapi terutama, kangen dengan rasa dicintai, dirindukan, dibutuhkan, dan mendengar seseorang mengatakan saya dicintai, dirindukan dan dibutuhkan.
Karena kami bukan duyung
Dalam berita di Kompas kemarin, halaman 2 tentang rencana pembuatan kolam renang di gedung DPR yang baru....
Ketua DPR, Pak Mar mengatakan,
"Kalau jadi sarana olahraga berenang, bisa dimanfaatkan 1500 karyawan DPR dan keluarganya. Mereka juga perlu olahraga. Anggota DPR tidak perlu kolam renang, tapi karyawan DPR dan keluarganya perlu"
Sebenernya berenang di Waterboom lebih asik sih paaak
Pak Mar lagi,
"Membangun tempat penampungan air menjadi kolam renang tidak memerlukan biaya besar"
Wahai Pak Mar, sekarang, mari kita berhitung. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari sini, bahwa luas total bangunan calon gedung DPR yang baru berdasarkan kebutuhan 540 anggota dewan adalah 161.000 m persegi (36 lt), jadi bisa kita asumsikan bahwa rata-rata luas tiap lantai adalah 4472 m persegi.
Katakanlah ada satu lantai yang akan dijadikan sarana - mengutip penggalan lirik lagu Keong Racun - HAPPY HAPPY, karena sarana hiburan yang Pak Mar inginkan ini bukan hanya kolam renang bukan? yaa misalnya dalam satu lantai itu ada Sarana Spa, pijat *semoga bukan plus plus ya pak?*, lalu kolam renang. Jika mengikuti standar nasional, maka kolam renang itu akan memiliki panjang 50 m, lebar 25 m dengan kedalaman 2 meter. Yang artinya luasnya adalah 1250 m persegi. Berdasarkan info ini, sampai tahun 2008, biaya pembuatan kolam renang per meter persegi adalah Rp 2.200.000. Jika kita kalikan dengan tingkat inflasi selama 3 tahun yaa katakanlah harganya menjadi dua kali lipat, maka harga pembuatan per meter persegi kolam renang adalah Rp 4.400.000. Sehingga dapat kita totalkan bahwa biaya pembangunan kolam renang seluas 1250 m persegi adalah :
Rp 4.400.000 x 1250 = 5.500.000.000 (lima milyar lima ratus juta rupiah)
Biaya tersebut diluar biaya perawatan per bulan.
Lalu apakah diperhitungkan juga berapa kubik air bersih yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang tersebut?
Menurut kawan saya, Denny si Insinyur yang jago menulis romantis, air bersih yang dibutuhkan untuk mengisi kolam seluas 1250 m persegi adalah 2300 meterkubik. Mari berhitung lagi,
Harga per meter kubik air PAM di Jakarta Rp 7500 x 1250 = Rp 9.375.000 per setiap kali pengisian
Tahukah Pak Mar, berdasarkan info dari sini, masih ada 48.984 kolam renang yang kering tak terisi karena Jakarta mengalami defisit air bersih. Jangankan untuk mengisi kolam renang, untuk kebutuhan konsumsi saja, Jakarta masih mengalami defisit air. Sampai tahun 2007, kapasitas produksi PAM Jaya mencapai 425 juta meter kubik, sedangkan kebutuhan rumah tangga untuk air bersih adalah 548 juta meter kubik, belum ditambah dengan perkantoran sekitar 30 % dari jumlah tersebut. Jika dikalikan dengan prosentase angka pertambahan penduduk Jakarta sejak tahun 2007 - 2010, yaa Bapak bisa suruh Komisi IX dan V laah untuk menghitung ituuu.
Nah, mengutip pernyataan bapak bahwa para anggota DPR tidak membutuhkan kolam renang, saya setuju pak, 100 % setuju! karena yang lebih anda sekalian butuhkan adalah Transplantasi Otak.
gambar dari sini
Gak tau mau ngasih judul apa
Mau tau apa yang paling saya rindukan saat ini? waktu untuk sendiri. Istilah gaya nya mah Me Time. Dulu waktu masih single, saya sangat hobi ngapa-ngapain dan pergi kemanapun sendirian. Nonton Midnight, belanja groceries, ke pasar, motret, travelling bahkan makan kepiting pun sendirian (bayangkan seorang manusia bertubuh geda sibuk sendiri sama tang pemecah kepiting, lengkap dengan adegan cangkang yang mencelat ke meja sebelah).
Saya kangen masa-masa itu.
Saya rindu pada perasaan bebas melangkah kemana suka tanpa harus merasa bersalah pada apapun atau siapapun.
Sekarang? setelah punya anak, Me time itu jadi sesuatu yang bener-bener mewah. Bukan karena waktunya yang gak ada, tapi bahkan diri saya pun seperti gak rela saya punya me time. Beberapa waktu lalu ceritanya saya lagi pengen makan Bento. Dengan tekad membara, melangkah lah kaki ini ke sebuah food court. Pergi dari kantor sih semangat, begitu nyampe di depan tempatnya, langsung ilfil. Pas ngeliat jam, oh itu sudah setengah satu lebih. Biasanya saya sudah dirumah jam segitu. Maen sama si kei, atau sekedar menemani dia nonton film telor loncat-loncat, acara kesukaannya.Saya langsung merasa bersalah. Terbayang muka dia yang cemberut jika saya pulang terlambat. Daaan selamat tinggal Bento Special. Saya balik badan dan pulang. Beginikah konsekuensi jadi orang tua? saya tau saya berhak atas me time setelah hampir seluruh waktu saya didekasikan untuk si kei, tapi kenapa masih merasa bersalaaaah?
gambar dari sini
gambar dari sini
The Big Bang Class
Akhir-akhir ini saya sedang rajin nonton serial The Big Bang Theory. Berkat partner in crime saya, Mbok Darmi yang merekomendasikan serial ini, kata dia, lucunya goblok berat. Bukan cuma lucu, serial ini sering banget bikin saya takjub. Dialog-dialognya amazing. Kisah persahabatan empat orang geek and nerd. Sheldon, Leonard, Howard dan Rajesh.
Sheldon dan Leonard adalah fisikawan, howard itu engineer dan rajesh seorang astrophysics. Serupa tapi tak sama. Sheldon dan Leonard asli amrik, howard itu yahudi dan rajesh dari India. Bayangkan kalo empat geek pecinta star trek ngumpul. Bayangkan kalo empat geek pecinta game maen game anak band dengan rajesh sebagai vokalis dan menyanyikan lagu Red Hot Chili Peppers yang under the bridge. Hasilnya? gak banget!.
Anehnya, melihat keempat sahabat ini, saya jadi inget jaman SMA. Kita semua pasti pernah sekelas sama mereka yang oleh kebanyakan orang dikategorikan sebagai geek atau nerd. Waktu kelas 3, saya sekelas dengan lima geek. Yang pertama, sebut saja P. Dulu saya mengira dia adalah kakak kelas yang gak naek 10 taun, soalnya muka dia sama muka guru saya sama tuanya. P ini dikenal egosentris, selalu merasa paling benar, senang meremehkan orang lain, daan terlalu serius. Persis seperti tokoh Sheldon di Big Bang Theory. Pernah nih suatu ketika saat pelajaran ekonomi. Dia tiba-tiba mengajukan pertanyaan sama guru kami, lalu pak guru melempar pertanyaan itu pada kami. Yang bisa jawab dapet sebungkus Beng-beng. Gak ada yang bisa jawab dong, bukan gak bisa sih sebenernya, tapi kami males karena pertanyaan itu dari Bapak P hahaha! daan tahukah anda teman-temaan, tiba-tiba si P ngacung *bukan ngaceng yaaa* dan dia merepet ngejawab pertanyaannya sendiri. Hee? what the maks? Tahu doong bakalan diapain manusia begini? ya gak ditemenin laah.
Geek kedua seorang perempuan bernama Y. Dia emang pinter berat dan songong berat. Setelah kelulusan, dia diterima di PMDK UI, jurusannya saya lupa. si Y ini kalo ngomong pasti nyakitin hati orang dengan muka nyinyir dan mulut setengah keriting. Kalo guru melempar pertanyaan, dia akan dengan kecepatan cahaya, ngacung terus langsung menjawab tanpa dipersilahkan. Membuat kita pengen ngelempar dia ke tempat parkir gak sih? Daan dia juga juaranya pelit. Jangan harap dikasih nyontek jawaban dia barang satu nomor aja.
Geek ke tiga, mas bernama F. Dia ini bukan tipe geek yang sengak dan bikin males dideketin. Justru sebaliknya, kami menyukainya karena kami membutuhkannya hahahaah *evil grin*. Dulu, kelas saya punya tradisi spesial bernama RB atau RABU BOKEP. Udah terkenal seantero sekolah hahaha *bangga pula gue-goblok*. Daan si mas F ini maniak hentai hahaha! sepertinya minus matanya nambah terus sampe 12 itu karena kebanyakan nonton hentai deh. Karena hobinyalah dia menjadi salah satu pemasok tontonan kami tiap rabu, tentunya dengan imbalan membuatkannya semangkuk mie kuah pake telor dan kursi deretan depan pada acara Rabu spesial hahahaah! i kind of miss him. Dia geek tapi baek bangeet. Gak nyebelin. Kami cukup deket karena dia pun enak buat temen curhat. Kemanakah dia sekarang ya? kalo mengingat muka dia, saya jadi inget sama tokoh Howard yang kebeneran setipe sama si F. Ya muka, ya pikiran, cabul beneeeer!
Sekarang kita ke Geek ke 4. Seorang perempuan bernama H. Dia ini emang gak kayak temen saya si P atau si Y yang sengaknya keliatan jelas.Kalo H ini sengaknya laten. Seperti bahaya komunis, menurut buku PPKN. Dia bermuka manis di depan tapi membahayakan. Salah satu contohnya adalaah, pernah suatu ketika saat ulangan, temen saya yang kami sebut Meno si Geboy Lele mendekati si H dengan maksud mendapat contekan. Meno ini paling cihuy kalo urusan ngerayu. 2 hari menjelang ulangan, sepertinya rayuan menjadi sangat maut dan H pun mulai kepincut. Hari ulangan pun tiba, dan meno sudah bisa duduk sebangku dengan H. Selama ulangan, meno berkali-kali melihat ke belakang melempar senyuman yang menyiratkan "urang meunang jawaban euy, maraneh mah ngegel curug we laaah" yang jika diterjemahkan adalah "gue dapet jawabannya eeeuy, kalian semua gigit jari aja sonoo". Oh mereka berdua terlihat seperti pasangan serasi. 2 hari kemudian, saatnya hasil ulangan dibagikan. Meno dengan gaya geboy lelenya udah mejeng di tengah pintu kelas cengar cengir puas. Begitu duduk di bangkunya dan melihat hasil ulangan, eng ing eeeng, nilainya 10!.... dari 100! hahahahahaha Dan seketika meno pun berteriak "*NJ*NG Si H. Contekan buat gw disalah-salahin!" hauhauahuahauha!
Terakhir nih, Geek ke 5 bernama F. Dari kemasannya, gaya dia serupa banget sama gayanya Rajesh di The Big Bang Theory. Fashionnya persisss. Gaya ngomongnya juga mirip banget hahaha. Si F ini geek yang pengen eksis.Sepertinya dia mengalami krisis eksistensi sehingga dalam banyak hal, dia keliatan "maksa". Selain tradisi RB, kelas saya juga punya kebiasaan melancong sepulang sekolah. Ya ke Lembang laah, ke tangkuban parahu, atau ke jakarta hahaha *i knoow, parah banget kan?*. Suatu ketika kami jalan-jalan ke sumedang, maksudnya cuma buat makan tahu dan beli ubi cilembu. Dari 5 mobil yang ada, gak ada satupun yang mau ketempatan si F, padahal dia maksa banget. Mukanya menghiba seperti orang putus asa. Mobil yang saya tempatin, isinya cewe semua dan kita gak tega ngeliat si F mohon-mohon pengen ikut. Ya sud lah, kami angkut juga. Nyampe di depan Unpad jatinangor, kita brenti dulu beli jajanan. Dan F pun tiba-tiba menghilang entah kemana. Setelah setengah jam, kami memutuskan untuk cabs lagi. Dan kami pun baru ngeuh kalo si F ketinggalan setelah kami nyampe Sumedang, setelah kenyang makan tahu dan menenteng seplastik besar ubi cilembu. Dan apakah kami langsung balik menjemputnya? oh tentu tidak. Meno si Geboy lele dengan nyanteinya bilang "nanti aja jemputnyaa pas perjalanan pulang" hauhauaha goblok. Dan betul saja, saat dalam perjalanan pulang, kami menemukan Si F dengan tampang merana duduk di seberang unpad. Ck ck ck, peer pressure. Tapi ada satu hal yang jadi gong saya inget ke F setelah nonton The Big Bang Theory. Keempat sahabat di serial ini maniak games. Suatu ketika mereka memainkan game jadi anak band gitu deeh, dengan Rajesh sebagai vokalis. Dan dengan gaya pecicilan gak pada tempatnya, dia menyanyikan lagu Red Hot Chili Pepper-Under the Bridge persis seperti gayanya F saat dia menirukan Armand Maulana dalam Lagu Janjiku. Gak bangeeet
Simply...love
"bagi gue, pernikahan adalah memilih teman seumur hidup. Ketika sudah tua nanti, ketika rasa cinta yang menggebu seperti saat ini sudah mulai pudar, ketika kami berdua sudah mulai keriput, yang tersisa hanya gue dan Endah yang mengobrol layaknya teman lama"
by Rhesa (Endah N Rhesa) - for HAI Magazine*mewek*
Langganan:
Postingan (Atom)

















